Perbandingan Metode Latihan Split Manual Dan Split Leg Extension Dengan Fleksibilitas Otot Tungkai Pada Atlet Pencak Silat Di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis

Yohan Abdulrouf, Gani Kardani, Muhammad Nurzaman, Tony Hartono

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perbandingan antara metode latihan manual split dan split leg extension dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai pada atlet pencak silat di Sekolah Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Fleksibilitas otot tungkai berperan krusial dalam menunjang teknik menendang terbaik, meningkatkan jangkauan gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A melakukan latihan manual split dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur fleksibilitas menggunakan tes V Sit and Reach yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas (p = 0,000 pada uji-t sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji-t sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih efektif dalam meningkatkan fleksibilitas otot tungkai dibandingkan metode split manual. Temuan ini dapat menjadi panduan bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam merancang program latihan fleksibilitas yang lebih efektif berdasarkan bukti ilmiah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antara metode latihan split manual dan split leg extension dalam meningkatkan pembekuan otot kaki pada atlet pencak silat di Perguruan Gajah Putih Cihaurbeuti Ciamis. Kelluasaan otot kaki memiliki peran krusial dalam mendukung teknik tendangan yang terbaik, meningkatkan jarak gerak, dan mengurangi kemungkinan cedera. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 atlet yang terbagi menjadi dua kelompok: kelompok A melakukan latihan split manual dan kelompok B menggunakan alat bantu split leg extension, masing-masing selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Alat ukur permulaannya menggunakan tes V Sit and Reach yang telah dimodifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua teknik latihan memiliki dampak yang signifikan terhadap perbaikan perbaikan (p = 0,000 pada uji t-sampel berpasangan). Kelompok split manual menunjukkan peningkatan rata-rata 4,50 cm (dari 23,80 cm menjadi 28,30 cm), sedangkan kelompok split leg extension menunjukkan peningkatan rata-rata 6,20 cm (dari 24,50 cm menjadi 30,70 cm). Hasil uji t-test sampel independen menunjukkan nilai p = 0,003 (< 0,05) yang menandakan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua metode. Oleh karena itu, latihan split leg extension terbukti lebih ampuh dalam meningkatkan kesehatan otot kaki dibandingkan metode split manual. Penemuan ini dapat menjadi panduan menjadi bagi pelatih dan atlet pencak silat dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan berbasis pada bukti ilmiah. 

Keywords

flexibility training, lower limb flexibility, manual split, pencak silat, split leg extension.,fleksibilitas otot tungkai, pencak silat, split leg extension, split manual, latihan fleksibilitas.

References

Afif Setiawan. (2017). Pengaruh Latihan Flexibility (Split Samping) Terhadap Kecepatan Tendangan Sabit pada Santri Ekstrakurikuler Pencak Silat. Skripsi. Universitas Lampung.

Aysah, H. (2024). Pengaruh Latihan Fleksibilitas Split Terhadap Ketepatan Tendangan Sabit pada Atlet Pencak Silat Perguruan Padjadjaran Cimande Kuningan. Jurnal Keolahragaan.

Indrarti, R. (2010). Tes dan Pengukuran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

M. Satojo. (1988). Dasar-Dasar Ilmu Faal Olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nugroho, M. (2012). Dasar-Dasar Pencak Silat. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Pamungkas, O. I. (2021). Hubungan Fleksibilitas dan Kekuatan terhadap Kemampuan Tendangan Dollyo Chagi Atlet Taekwondo. Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga.

Pasaribu, A. (2020). Konsep Dasar Latihan Fisik. Bandung: Alfabeta.

Rahardja, T. (2010). Teknik Peregangan dalam Olahraga. Jakarta: Gramedia.

Sanjaya, R. (2023). Pengaruh Alat Bantu Papan Pelampung terhadap Keterampilan Renang Gaya Bebas. Jurnal Pendidikan Olahraga.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Alya at al. (2012) - Fiabilidad y validez de las pruebas sit-and-reach: revisión sistemática

Refbacks

  • There are currently no refbacks.