Pengaruh latihan cross_legged squat dengan latihan single leg squat terhadap peningkatan latihan kekuatan otot tungkai

Andia Fauzi Rachman, Dede Iman Suhendra, Ruli Sugia wardana

Abstract

Berdasarkan hasil analisis data yang sudah dijelaskan sebelumnya, penulis menyimpulkan latihan cross-legged squat dan single leg squat berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai.Untuk lebih jelasnya kesimpulan secara keseluruhan dapat diuraikan sebagai berikut :Latihan single leg squat memberikan pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai.Latihan cross-legged squat memberikan pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai.Terdapat perbedaan secara signifikan antara latihan single leg squat dengan cross-legged squat terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai. Sehubungan dengan hasil penelitian yang penulis lakukan, penulis  mengajukanbeberapa saran sebagai berikut :Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu sumber referensi bagi peneliti lain agar penelitian pada bidang yang sama sehingga semakin berkembang.Diharapkan bagi peneliti lain dapat menemukan kelemahan-kelemahan yang mampu menyempurnakan penelitian bentuk latihan cross-legged squat dan single leg squat.Diharapkan  sebagai  salah  satu  pertimbangan  bentuk  latihan cross-legged squat dan single leg squat dapat dijadikan bahan latihan kondisi fisik pada unsur biomotorik power khususnya untuk atlet sepakbola, bolavoli, dan futsal. Diharapkan guru penjas mampu mencurahkan keilmuan yang diperoleh dari kesarjanaan olahraga agar dapat membina dan mengembangkan ilmu kepada para siswanya agar memiliki kemampuan dari segi motorik serta sebagai generasi penerus pada bidang olahraga dan pendidikan jasmani.

Keywords

Cross_legged squat. Single leg squat. peningkatan kekuatan otot tungkai

References

Adhi dkk (2017) Pengaruh Metode Latihan dan Kekuatan Otot Tungkai terhadap Power Otot Tungkai. Journal of Physical Education and Sports. https://journal.unnes.ac.id/.

Afandi (2024) Perbedaan Pengaruh Latihan Squat dan Single Leg Squat Terhadap Kekuatan Otot Tungkai Pada Atlet UKM PSHT UNS Tahun 2024. Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Arikunto (2010) Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Budiwanto, S. (2012) Metodologi Latihan Olahraga, FIK UNM, Malang.

Daryono (2019) Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Hasil Smash Peserta Ekstrakurikuler Bola Voli Pendidikan Olaharaga Universitas PGRI Palembang. Jurnal Olympia. Universitas PGRI Palembang, Indonesia.

Ghosh, A. (2005). Manual of training for government officials. Administra-tive Training Institute. Government of West Bengal: Bidhan Nagar.

Harre. (2012). Principle of sport training. Berlin: Sportverlag

Harsono (2001) Coaching dan Aspek-aspek Psikologi dalam Coaching.jakarta:CV. Tambuk Kusuma Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Harsono (1988) Coaching Dan Aspek – Aspek Psikologis Dalam. Coaching. Jakarta : CV.

Harsono (2001) Kepelatihan Olahraga Teori dan Metodologi (A. Kamsyah (ed.)). PT Remaja Rosdakarya

Hiskya (2018)Hubungan Antara Kekuatan Otot Tungkai Kaki Terhadap Kemampuan Vertikal Jump Pada Pemain Bolavoli Putri Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Musamus Merauke. Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES).

Iksal dkk (2023) Hubungan Kekuatan Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Ketepatan Smash Bolavoli. Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah.

I Putu Eri Kresnayadi & Arisanthi Dewi (2017) Pengaruh pelatihan plyometric depth jump10 repetisi 3 set terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, Vol. 3, No.1, Hal. 33–38.

Irawadi, H. (2011). Kondisi fisik dan pengukuran. Padang: UNP Press.

Irianto. (2002). Dasar Kepelatihan. Yogyakarta : FIK UNY.

Ismaryati (2006) Tes dan Pengukuran Olahraga. Surakarta: Sebelas Maret. University Press

Jay Cardiello (2017) Bodyweight Strength Training. Rockridge Press publishes.

Julianto (2019) Pengaruh Latihan Kekuatan Otot Tungkai dengan Beban Berbasis Pantai Terhadap Peningkatan Kemampuan Lari 50 Meter Siswa Ekstrakurikuler SMP Negeri 8 Kaur. KINESTETIK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani,

Khairuddin (2017) Olahraga Dalam Pandangan Islam. Jurnal Olahraga Indragiri.

Langga, Z.A & Supriyadi. (2016). Pengaruh model latihan menggunakan metode praktik distribusi terhadap keterampilan dribble anggota ekstrakurikuler.

Lutan (2003) Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nevada dan Wiriawan (2017) Kontribusi Kekuatan Otot Tungkai, Power Lengan, dan Kekuatan Otot Perut Terhadap Open Spike Pada Atlet Bolavoli.

Nurhasan (2007) Tes Dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: FPOK UPI.

Priyatno, Duwi (2012) Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Sajoto (1995) Pengembangan dan Pembinaan Kekuatan kondisi Fisik Dalam. Olahraga. Jakarta: Dahara Prize.

Setiyawan (2017) Jurnal Ilmiah. Visi Pendidikan Jasmani dan Olahraga. 3(1), 74–86.

Sidik dkk (2019) Pelatihan Kondisi Fisik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Singh (2012) Sport training. Delhi: Chawla Offset Printers.

Sudjana (2001) Metode & Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung : Falah. Production.

Sugiyono (2014) Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:Alfabeta

Sukadiyanto (2011) Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung.

Sullivan (1992) United States Army Field Manual first published by the Department

of the Army, Washington DC.

Syafruddin (1995) Ilmu Pengantar Melatih. Padang : FIK-UNP.

Takari (2007) Kamus Visual Tubuh Manusia. Solo. PT.Adibuana.

Wardiman, G., & Yendrizal, Y. (2019). Tinjauan Kondisi Fisik Atlet Renang. Jurnal Patrio

Refbacks

  • There are currently no refbacks.