Perbandingan Pengaruh Latihan Lari Melewati Bilah Dengan Latihan Lari Mengangkat Paha Terhadap Peningkatan Power Tungkai Pada Siswa

Dede Iman Suhendra

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh latihan lari melewati bilah dengan latihan lari mengangkat paha terhadap peningkatan power tungkai pada Siswa SMP Negeri 3 Kawali, sesuai dengan tujuan penelitian di atas, maka penulis menggunakan metode eksperimen. Populasi dan sampel  penelitian ini adalah siswa  putra kelas VIII SMP Negeri 3 Kawali yang berjumlah 58 orang, dari populasi tersebut diambil sebagian untuk dijadikan sampel dengan yaitu sebanyak 30 orang siswa dengan menggunakan teknik acak. Penelitian yang digunakan sebagai pengumpul data adalah tes standing broad jump, Adapun hasil pengolahan data dalam uji hipotesis diperoleh hasil sebagai berikut; 1. Latihan lari melewati bilah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai pada siswa SMP Negeri 3 Kawali. Hal ini terbukti dengan diperolehnya hasil penelitian, yang menunjukkan bahwa latihan lari melewati bilah memiliki nilai t hitung 3,06  lebih besar daripada t-tabel (1,70) pada tingkat kepercayaan 0,05 dengan dk= n1 + n2 - 2= 28. 2. Latihan lari mengangkat paha memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power tungkai pada siswa SMP Negeri 3 Kawali. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian, proses latihan lari mengangkat paha memiliki nilai t hitung 2,27 lebih besar daripada t-tabel (1,76) pada tingkat kepercayaan 0,05 dengan dk= n1 + n2 - 2= 28. 3. Tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan lari melewati bilah dengan lari mengangkat paha terhadap peningkatan power tungkai pada siswa SMP Negeri 3 Kawali, dimana hasil penghitungan dan uji signifikansi dengan menggunakan uji rata-rata dua pihak yaitu uji-t, diperoleh t-hitung 1,35 yang lebih kecil dari t-tabel (1,70) pada tingkat kepercayaan 0,95 dengan dk = 28.This study aims to determine whether there was a difference in the effect of running through the bar with running exercise lifting the thighs on the increase in leg power in students of Junior High School 3 Kawali. In accordance with the research objectives above, the authors use the experimental method. The population and sample of this study were 58 male students of class VIII Junior High School 3 Kawali, and from this population a part of which was taken to be the sample by as many as 30 students using random techniques. The research used as data collector is the standing broad jump test. The results of data processing in hypothesis testing are as follows; 1. Running through blades has a significant effect on increasing leg power in students of Junior High School 3 Kawali. This was proven by the results of the research, which shows that the training to run through the bar has a value of t count 3.06 greater than the t-table (1.70) at a confidence level of 0.05 with dk = n1 + n2 - 2 = 28. 2. Running exercise to lift thighs has a significant effect on increasing leg power in students of Junior High School 3 Kawali. This was evidenced by the results of the study, the process of running training to lift the thighs has a t value of 2.27 greater than the t-table (1.76) at a confidence level of 0.05 with dk = n1 + n2 - 2 = 28. 3. No There is a difference in the effect of running through the bar with running lifting the thighs on the increase in leg power in Junior High School 3 Kawali students, where the results of the calculation and significance test using the two-party average test, namely the t-test, obtained a t-count of 1.35 which smaller than t-table (1.70) at a confidence level of 0.95 with dk = 28.

Keywords

Lari melewati bilah, lari mengangkat paha, power tungkai.

Full Text:

PDF

References

Arikunto Suharsimi, (2005), Manajemen Penelitian. Jakarta, PT. Rineka Cipta

Harsono, (1988), Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching, Jakarta. Tambak Kusumah.

_______, (2001). Latihan Kondisi Fisik. Modul Penyegaran atau penataran para pelatih olahraga. Bandung.

Hidayat Imam, (1999). Biomekanika. FPOK IKIP, Bandung.

Lumintuarso Ria, (2009). Peralatan Olahraga Anak untuk Pengembangan Multilateral. DIRJEN DIKDAS. Jakarta.

Nurhasan, (1994). Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani, Prinsip-prinsip dan penerapannya. FPOK IKIP. Bandung.

Notoatmodjo Soekidjo, (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan, PT Rineka Cipta. Jakarta.

Poerwadarminta, W.J.S. (1982), Kamus Bahasa Indonesia, Balai Pustaka. Jakarta

Saputra M Yudha (2001), Pendekatan Bermain untuk Sekolah Lanjutan Pertama. Direktorat Jendral Dikdasmen. Jakarta.

Sudjana (1996). Metode Statistika, Tarsito. Bandung.

Sudrajat Jajat, (2005). Pendidikan Jasmani. Yudhistira, Surakarta.

Sugiyanto, (1993). Perkembangan Gerak. DEPDIKBUD DIKDAS. Jakarta.

Sugiyono, (2009). Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta. Bandung.

Supandi dan Seba, Laurens, (1993), Teori Belajar-Mengajarkan Motorik. Diktat, FPOK-IKIP Bandung.

Supandi, (1991). Landasan Ilmiah Olahraga. Kerjasama ITB dan FPOK IKIP Bandung.

Suherman Adang, (2001), Menuju Perkembangan Menyeluruh, Jakarta. DIRJEN DIKDASME.

Umar Husein, (2005). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.