EDUKASI KONTRA NARASI INTOLERAN DAN RADIKALISME MELALUI LITERASI MEDIA ONLINE KEPADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN ANNIDA KOTA CIREBON

Mustopa Mustopa, Fuad Nawawi, Bisri Bisri

Abstract


Santri pada era digital saat ini banyak melakukan akses informasi ke internet dan media sosial. Bahkan anak anak dapat memengang HP selama 8 jam. Yang menjadi kekhawatiran kita bersama adalah merebaknya konten-konten untuk penyebaran ideologi dan propaganda intoleran dan radikalisme yang menyerang di dunia maya, khususnya di media sosial. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ini adalah salah satu metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat dimana metode ini fokus pada kekuatan dan asset, dan dirancang untuk merancang pengorganisasian masyarakat, menghubungkan dan memanfaatkan bantuan dari lembaga esternal. Jumlah santri di Pondok Pesantren Annida Kota Cirebon sebanyak 60 orang. Hasil kegiatan penelitian berbasis pengabdian Prodi Aqidah dan Filsafat Islam ini adalah: Pertama, bahwa santri di Pondok Pesantren belum mengetahui cara mengcounter narasi intoleran dan radikalisme secara online, oleh karena itu diperlukan sosialisasi pendidikan cara mengcounter narasi radikalisme dalam membendung konten radikalisme. Kedua, para santri diupayakan dapat melawan konten konten radikalisme dan intoleran dengan membuat website atau menyuguhkan menu-menu toleransi terhadap narasi radikalisme. Setiap santri Annida diharuskan mampu mengetahui narasi-narasi radikalisme. Ketiga, santri Santri Annida yang berjumlah 60 orang hasil dari survei mengatakan siap membuat media online yang bertujuan untuk mengcounter narasi-narasi intoleran di internet dan media sosial.

Keywords


Radikalisme; Edukasi; Intoleransi; Preventif

References


Behr, I.V. dkk. (2013). Radicalisation in the Digital Era: The Use of the Internet in 15 Cases of Terrorism and Extremism. California: RAND Corporation.

Kaplan, A. & HaenLein, M. (2010). User Of The World, Unite! The Challenges and Opportunities Of Social Media. Bloomington: Business Horizons.

Krolak, L. (2005). The Role of Libraries in the Creation of Literate Environments. Hamburg: UNESCO Institute for Education.

Laporan Survei Internet APJII 2019–2020. “Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia,” (2020). https://apjii.or.id/survei

Littlejohn, S.W. (1996). Theories of Human Communication, 8th Edition. Belmont: Wadsworth Publishing Company.

Livingstone, S. (2008). Young People Media. London: Sage Publications.

Lytle, Susan, L., & Wolfe, M. (1989). Adult Literacy Education: Program Evaluation and Learner Assessment. Ohio: The Ohio University 1989.

McQuail’s, D. Mass Communication Theory, 4th Edition. (2001). London: SAGE Publications.

Silaen, Y., & Hasfera, D. (2018). “Membangun Generasi literat Masyarakat Pesisir Pantai: Gerakan Literasi “Tanah Ombak”,” Shaut Al-Maktabah, Vol.10 No.2, 103-118.

Setiawan, B, Kontra Narasi Radikalisme Membangun Keberagamaan Inklusif di Indonesia, Penerbit Samudra Biru, Yogyakarta, 2020.

Sugihartati, R., Suyanto, B., Sirry, M. (2020), The Shift from Consumers to Prosumers: Susceptibility of Young Adults to Radicalization. Social Sciences.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v5i2.10258

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: