Pembiasaan Budaya Positif di Sekolah: Implementasi Budaya Positif Melalui Keyakinan Kelas dan Kegembiraan

Sukidin Sukidin, Mohammad Na'im, Prima Ratna Sari, Novia Tri Hapsari, Ariza Arisandi

Abstract


Implementasi budaya positif sampai saat ini masih belum menjadi gerakan kolektif di sekolah. Belum ada pergerakan yang memicu berlangsungnya penerapan budaya positif secara berkelanjutan.  Budaya positif masih berupa slogan dan konsep sehingga masih bersifat pemenuhan administratif sekolah. Tujuan dari pengabdian ini guru memperoleh pengetahuan dalam menanamkan dan membiasakan budaya positif di sekolah melalui keyakinan kelas dan kegembiraan belajar pada peserta didik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui simposium dan FGD dengan sasaran guru SMP Negeri 6 Jember sejumlah 30 guru. Dari hasil simposium yang telah dilaksanakan, mayoritas peserta, yaitu sebesar 28 guru (93%) menyatakan sangat setuju, dan 2 guru (7%) menyatakan setuju bahwa penerapan keyakinan kelas yang positif dapat meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Guru-guru menyampaikan bahwa mereka berusaha menciptakan suasana yang mendukung keberhasilan siswa, dengan memberi dukungan emosional dan menghindari hukuman yang bersifat menekan. Siswa juga mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih dihargai dan termotivasi ketika ada keyakinan positif yang diberikan oleh guru. Hasil simposium mengungkapkan bahwa penerapan keyakinan kelas yang positif dan suasana pembelajaran yang menyenangkan memiliki dampak yang sangat berarti dalam meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa.

Keywords


Budaya positif, keyakinan kelas, kegembiraan

References


Covey, S.R. (1991) The Seven Habits of Highly Effective Cuple. New York: A Pireside Books

Dewantara, Ki Hajar. (2013). Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka: Jilid II Kebudayaan. (Cetakan Kelima). Yogyakarta: Penerbit Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST-Press) bekerjasama dengan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.Modul Pendidikan Guru Penggerak, 2021. Budaya Positif.

Glasser, W. (1985). Control theory. New York: Harper Collins.

Gossen, D. C. (2004). It’s all about we: Rethinking discipline using restitution. Saskatoon, SK: Chelsom Consultants Limited

Gossen, D.C. (1998). Restitution-Restructuring School Discipline, Revised Edition. Chapel Hill, North Carolina: New Vlew Publications.

Hofifah. 2023. Implementasi Segitiga Restitusi Dalam Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik. Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam, 3 (2): 110–1123. http://ejournal.stitta.ac.id/index.php/ambarsa

Setyawan, Bambang. 2022. “Peran Guru Bk Dalam Mengimplementasikan Disiplin Positif.” Seminar Nasional Dalam Jaringan Konseling Nusantara Ke 3 2:400–404.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: