Identifikasi dan Edukasi Adverse Drug Reactions (ADRs) dan Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien PROLANIS Wilayah Puskesmas Tiakar, Kota Payakumbuh

Henny Lucida, Fitri Handayani, Wira Wahyudi Nandayasa

Abstract


Peningkatan populasi lansia rentan mengalami polifarmasi, yang secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya Adverse Drug Reactions (ADRs) dan Drug Related Problems (DRPs). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan masalah terkait obat pada komunitas PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) serta memberikan edukasi untuk meminimalkan risiko tersebut. Kegiatan PkM dilaksanakan pada Jumat, 21 November 2025, di Puskesmas Tiakar, Kota Payakumbuh. Metode yang digunakan adalah survey-based intervention dengan melibatkan 29 anggota PROLANIS. Identifikasi masalah dilakukan melalui wawancara dan pengisian kuesioner yang meliputi data demografi, prevalensi penyakit, profil penggunaan obat, dan keluhan yang mengindikasikan potensi ADR/DRPs. Data diolah secara deskriptif untuk menentukan frekuensi dan persentase. Intervensi berupa penyuluhan dan konseling farmasi klinis yang berbasis kebutuhan. Ditemukan bahwa 27,6% responden mengalami polifarmasi (konsumsi ≥ 5 jenis obat), menunjukkan risiko tinggi DRPs. Komorbiditas paling dominan adalah radang sendi (72,4%) dan maag/gangguan lambung (62,1%). Keluhan dominan yang dilaporkan adalah sakit sendi (44,8%) dan perut kembung (41,4%). Korelasi antara tingginya keluhan perut kembung dan nyeri sendi mengindikasikan DRPs akibat efek samping obat NSAID yang tidak dikelola dengan tepat. Sebanyak 55,2% responden juga mengonsumsi jamu/obat alternatif. Walaupun 69,0% responden mengenal profesi Apoteker, dialog menunjukkan kebutuhan tinggi akan informasi obat yang berimbang dan penatalaksanaan non-farmakologi untuk "hidup bersahabat dengan penyakit." Pasien PROLANIS Puskesmas Tiakar memiliki risiko DRPs yang tinggi akibat polifarmasi dan kurangnya informasi penggunaan obat yang aman. Kegiatan promotif kesehatan dan konseling perlu ditingkatkan. Disarankan integrasi Apoteker dalam kegiatan PROLANIS secara berkelanjutan untuk memberikan pendampingan farmasi klinis yang efektif dalam meminimalkan ADRs dan DRPs. 

Keywords


Apoteker, DRPs, Edukasi, Polifarmasi, PROLANIS

References


Arjuna, T., Soenen, S., Hasnawati, R., Lange, K., Chapman, I., & Luscombe-Marsh, N. (2017). A Cross-Sectional Study of Nutrient Intake and Health Status among Older Adults in Yogyakarta Indonesia. Nutrients, 9(11), 1240. https://doi.org/10.3390/nu9111240

Atella, V., Piano Mortari, A., Kopinska, J., Belotti, F., Lapi, F., Cricelli, C., & Fontana, L. (2019). Trends in age‐related disease burden and healthcare utilization. Aging Cell, 18(1). https://doi.org/10.1111/acel.12861

Basrowi, R. W., Rahayu, E. M., Khoe, L. C., Wasito, E., & Sundjaya, T. (2021). The Road to Healthy Ageing: What Has Indonesia Achieved So Far? Nutrients, 13(10), 3441. https://doi.org/10.3390/nu13103441

Brockhattingen, K. K., Anru, P. L., Masud, T., Petrovic, M., & Ryg, J. (2020). Association between number of medications and mortality in geriatric inpatients: a Danish nationwide register-based cohort study. European Geriatric Medicine, 11(6), 1063–1071. https://doi.org/10.1007/s41999-020-00390-3

Christiani, Y. (2017). Ageing and chronic disease in Indonesia-assessing and responding to inequity. Innovation in Aging, 1(suppl_1), 999–999. https://doi.org/10.1093/geroni/igx004.3621

Marthias, T., Anindya, K., Ng, N., McPake, B., Atun, R., Arfyanto, H., Hulse, E. S., Zhao, Y., Jusril, H., Pan, T., Ishida, M., & Lee, J. T. (2021). Impact of non-communicable disease multimorbidity on health service use, catastrophic health expenditure and productivity loss in Indonesia: a population-based panel data analysis study. BMJ Open, 11(2), e041870. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-041870

Peng, D. (2017). An Overview of Aging in the Asia/Oceania Region: Demography, Projections, Unique Elements. Innovation in Aging, 1(suppl_1), 999–999. https://doi.org/10.1093/geroni/igx004.3620

Pramotesiri, P., Putthipokin, K., & Ruangritchankul, S. (2024). Drug Related Problems among Older Inpatients at a Tertiary Care Setting. Journal of Clinical Medicine, 13(6), 1638. https://doi.org/10.3390/jcm13061638

Salmasi, S., Khan, T. M., Hong, Y. H., Ming, L. C., & Wong, T. W. (2015). Medication Errors in the Southeast Asian Countries: A Systematic Review. PLOS ONE, 10(9), e0136545. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0136545

Tham, K. W., Abdul Ghani, R., Cua, S. C., Deerochanawong, C., Fojas, M., Hocking, S., Lee, J., Nam, T. Q., Pathan, F., Saboo, B., Soegondo, S., Somasundaram, N., Yong, A. M. L., Ashkenas, J., Webster, N., & Oldfield, B. (2023). Obesity in South and Southeast Asia—A new consensus on care and management. Obesity Reviews, 24(2). https://doi.org/10.1111/obr.13520

Andayani, T., Rahmawati, F., Rokhman, M., Sampurno, Mayasari, G., Nurcahya, B., Arini, Y., Arfania, M., Mpila, D., Octasar, P., Dwiningrum, A., Irnayanti, & Intiyani, R. (2020). Drug Related Problems: Identifikasi Faktor Risiko dan Pencegahannya. Gadjah Mada University Press, Anggota IKAPI.

Zazzara, M. B., Palmer, K., Vetrano, D. L., Carfì, A., & Onder, G. (2021). Adverse drug reactions in older adults: a narrative review of the literature. European Geriatric Medicine, 12(3), 463–473. https://doi.org/10.1007/s41999-021-00481-9




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v8i1.22570

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: