Revitalisasi Musik Panting Banjar melalui Workshop Partisipatif bagi Siswa Sekolah Menengah Atas di Banjarmasin

Wisnu Subroto, Willy Alfarius, Mansyur Mansyur, Rusdi Effendi

Abstract


Musik panting Banjar merupakan salah satu warisan budaya musikal yang memiliki nilai artistik, sosial, dan identitas lokal yang penting bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Di tengah arus globalisasi, perubahan selera generasi muda, dan dominasi budaya populer digital, keberlanjutan musik panting menghadapi tantangan serius, terutama dalam aspek regenerasi pelaku dan perluasan ruang belajar bagi kalangan muda. Artikel ini bertujuan menganalisis pentingnya workshop musik panting Banjar sebagai strategi revitalisasi budaya bagi siswa sekolah menengah atas di Banjarmasin, sekaligus mendeskripsikan dokumentasi dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi proses. Hasil kajian dan dokumentasi menunjukkan bahwa workshop musik panting dapat berfungsi tidak hanya sebagai media transfer keterampilan bermain musik, tetapi juga sebagai ruang pewarisan nilai budaya, pembentukan identitas lokal, penguatan kreativitas, dan pengembangan kompetensi sosial siswa. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa model workshop partisipatif mampu membangun keterlibatan siswa melalui demonstrasi instrumen, diskusi, praktik terbimbing, dan interaksi langsung dengan pegiat seni. Dengan demikian, workshop musik panting bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan strategi kebudayaan yang berorientasi pada keberlanjutan tradisi dalam kehidupan modern.

References


Campbell, P. S. (2010). Songs in their heads: Music and its meaning in children's lives (2nd ed.). New York, NY: Oxford University Press.

Djohan. (2009). Psikologi musik. Yogyakarta: Best Publisher.

Elliott, D. J., & Silverman, M. (2015). Music matters: A philosophy of music education (2nd ed.). New York, NY: Oxford University Press.

Hallam, S. (2010). The power of music: Its impact on the intellectual, social and personal development of children and young people. International Journal of Music Education, 28(3), 269–289.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Merriam, A. P. (1964). The anthropology of music. Evanston, IL: Northwestern University Press.

Nettl, B. (2005). The study of ethnomusicology: Thirty-one issues and concepts. Urbana, IL: University of Illinois Press.

Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231.

Schippers, H., & Grant, C. (2016). Sustainable futures for music cultures: An ecological perspective. New York, NY: Oxford University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. Paris: UNESCO.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v8i2.25967

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: