PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI PETANI TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DALAM BUDIDAYA MANGGIS DI KABUPATEN TASIKMALAYA

Asep Luzni Adi Nugraha

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan motivasi petani terhadap penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dalam budidaya manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode survei eksplanatori dengan jumlah responden sebanyak 66 orang petani di Kecamatan Puspahiang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi dan motivasi petani berada pada kategori sedang, dengan kecenderungan positif terhadap penerapan GAP. Secara parsial, persepsi berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP kategori wajib (p = 0,041; OR = 1,079), sedangkan motivasi berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP kategori sangat dianjurkan (p = 0,031; OR = 1,076) dan anjuran (p = 0,008; OR = 1,099). Secara keseluruhan, persepsi dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP dengan tingkat kejelasan model sebesar 25,2% (Nagelkerke R² = 0,252). Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman teknis dan motivasi petani melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kelembagaan. Selain itu, diperlukan dukungan insentif ekonomi dan sosial yang dapat memperkuat komitmen petani dalam menerapkan prinsip-prinsip GAP secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kapasitas dan kesadaran petani diharapkan mampu mempercepat adopsi GAP guna mewujudkan sistem budidaya manggis yang berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Tasikmalaya

Keywords


GAP, persepsi petani, motivasi, manggis, regresi logistik

References


Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

BPS. (2023). Statistik Hortikultura Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik

.FAO. (2013). Good Agricultural Practices for Horticultural Crops. Rome: Food and Agriculture Organization

.Mulyani, A., et al. (2021). Analisis Faktor Penghambat Penerapan GAP Hortikultura di Indonesia. Jurnal Hortikultura, 31(2), 157–166

.Prasetyo, Y., & Nurasa, T. (2018). Penerapan GAP dalam Usahatani Hortikultura di Jawa Barat. Jurnal Agrikultura, 29(3), 205–214

.Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior. Pearson Education.

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press

.Susilowati, S. (2016). Kendala Adopsi Teknologi pada Petani Hortikultura. Jurnal Sosiohumaniora, 18(3), 278–290.

Walgito, B. (2010). Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi

.Wibowo, H., et al. (2020). Kinerja GAP dalam Meningkatkan Kualitas Produk Hortikultura. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(1), 45–56

.Widiastuti, D., & Rahayu, S. (2021). Persepsi Petani terhadap Implementasi GAP di Komoditas Hortikultura. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 16(2), 110–119.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v13i1.21688

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-2754011

Email: agroinfogaluh@gmail.com


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh diindeks oleh: