KEBANGGAAN SANTRI PUTRA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI PONDOK PESANTREN MANAHIJUL HUDA: STUDI SIKAP BAHASA

Hilmi Azizah Amatillah, Asep Hidayatullah, Siti Andini

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kebanggaan santri putra terhadap bahasa Indonesia di Pondok Pesantren Manahijul Huda. Penelitian ini menjadi penting karena lingkungan pesantren dikenal sebagai ruang multibahasa yang memunculkan dinamika kebahasaan antara bahasa daerah, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia, sebagai bahasa nasional, memerlukan afirmasi positif dalam bentuk sikap kebanggaan agar tidak tergeser dalam konteks komunikasi keagamaan dan keseharian santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan kuesioner. Subjek penelitian adalah 41 santri putra kelas X SMA Terpadu Manahijul Huda. Data dikumpulkan melalui angket sikap bahasa berbasis indikator kebanggaan menurut teori Garvin dan Mathiot (1968). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi saat menggunakan bahasa Indonesia, terutama dalam konteks formal seperti kegiatan organisasi, pelajaran, dan pidato. Selain itu, para santri memandang bahasa Indonesia sebagai simbol identitas nasional dan mendukung pelestariannya di lingkungan pesantren. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebanggaan berbahasa merupakan elemen penting dalam mempertahankan dan memperkuat fungsi bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing serta lokal.Kata Kunci: sikap bahasa; kebanggaan; bahasa Indonesia; pesantren; santri  AbstractAbstractThis study aims to uncover the pride expressed by male students toward the Indonesian language at the Manahijul Huda Islamic Boarding School. This research is important because the Islamic boarding school environment is known as a multilingual space that fosters linguistic dynamics between regional languages, Arabic, and Indonesian. Indonesian, as the national language, requires positive affirmation in the form of pride to prevent it from being displaced in the context of religious communication and the students' daily lives. This study used a qualitative descriptive approach, with data collection techniques consisting of literature review and questionnaires. The subjects were 41 10th-grade male students at Manahijul Huda Integrated High School. Data were collected through a language attitude questionnaire based on pride indicators according to the theory of Garvin and Mathiot (1968). The results show that the majority of students demonstrate high self-confidence when using Indonesian, especially in formal contexts such as organizational activities, lessons, and speeches. Furthermore, the students view Indonesian as a symbol of national identity and support its preservation within the Islamic boarding school environment. These findings indicate that language pride is a crucial element in maintaining and strengthening the function of Indonesian amidst globalization and the dominance of foreign and local languages. Keywords: language attitude; pride; Indonesian; Islamic boarding school; students

Keywords

Keywords: language attitude; pride; Indonesian; Islamic boarding school; students

Full Text:

PDF

References

Daftar Pustaka

Buku:

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: RinekaCipta.

Fishman, J. A. (1972). Sociolinguistics: A Brief Introduction. Rowley, MA: NewburyHouse.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Rajawali Pers.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Sapir, E. (1921). Language: An Introduction to the Study of Speech. New York: Harcourt, Brace & World.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zed, M. (2003). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Artikel Jurnal:

Cahyani, et al. (2021). Interferensi Bahasa Inggris terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Remaja di Twitter dan Instagram. Jurnal Semdikjar, 4, 450–462.

Garvin, P. L., & Mathiot, M. (1968). The Urbanization of the Guarani Language: A Problem in Language and Culture. Dalam J. A. Fishman (Ed.), Reading in the Sociology of Language. Den Haag–Paris: Mouton.

Hernawati. (2021). Sikap Bahasa Masyarakat di Wilayah Perbatasan Jawa Tengah Jawa Barat. Jurnal Diksatrasia, 5(1), 158–163.

Iriani, & Fiddienika. (2024). Ancaman Pergeseran Bahasa Daerah dalam Era Globalisasi: Tinjauan Kasus di Kabupaten Baru. Jurnal Bastra, 9(4), 723–732.

Khoiril Anwar, & Rosyid. (2023). Kajian Sosiolinguistik Penggunaan Bahasa di Lingkungan Pondok Pesantren Al Anwar 3 Sarang Rembang. Jurnal Lingue, 5(2), 103–118.

Mahmudin, et al. (2025). Pengaruh Sikap Bahasa terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi. Jurnal Diksatrasia, 9(1), 9–15.

Sariasih, et al. (2022). Sikap Bahasa Santri: Suatu Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 4(1), 1–11.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.