MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF LIRIK LAGU “AMIN PALING SERIUS”: ANALISIS REPRESENTASI MAKNA DALAM KAJIAN SEMANTIK

Tafana Khairunisa

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginventarisasi dan menjelaskan arti denotatif serta konotatif dalam lirik lagu "Amin Paling Serius" yang ditulis oleh Sal Priadi dan Nadin Amizah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana makna konotatif membentuk pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi literatur. Data yang digunakan berupa kata-kata, frasa, dan lirik yang memungkinkan adanya makna denotatif dan konotatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca dan mencatat lirik lagu serta sumber-sumber teori semantik, selanjutnya dianalisis dengan cara mengategorikan data ke dalam makna denotatif dan konotatif, memahami konteks makna, dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk deskripsi yang didukung tabel. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir setiap bagian lirik memiliki dua lapisan makna. Pada tingkat denotatif, lirik menggambarkan elemen alam dan pengalaman nyata seperti bulan, badai, petir, serta hujan ringan. Di tingkat konotatif, berbagai citra tersebut menggambarkan latar psikologis tokoh, luka batin, pengalaman masa lalu yang penuh konflik, serta komitmen dari dua individu yang berusaha merangkul perbedaan melalui doa dan harapan. Konteks oposisi antara elemen yang kuat dan lembut, kacau dan menenangkan memberi makna pada ungkapan "amin paling serius" sebagai simbol dari doa yang dalam, penerimaan, serta ketulusan dalam suatu hubungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman denotatif dan konotatif dalam lirik lagu tidak hanya menambahkan nilai estetika, tetapi juga memperkuat pesan tentang keberagaman dan keberanian dalam menghadapi masa lalu.

Keywords

semantik; makna denotatif; makna konotatif; lirik lagu; “Amin Paling Serius”

Full Text:

PDF

References

Aminudin. (2015). Semantik: Pengantar studi tentang makna . Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Aminudin. (2016). Semantik: Pengantar studi tentang makna . Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Aritonang, DA, & Doho, YDB (2019). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap lirik lagu band Noah “Puisi Adinda”. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis , 77–103.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Berani). Diakses 4 Juni 2021, dari https://kbbi.kemdikbud.go.id

Chaer, A. (2012). Linguistik umum . Jakarta: Rineka Cipta.

Harnia, NT (2021). Analisis semiotika makna cinta pada lirik lagu “Tak Sekedar Cinta” karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa , 9(2), 224–238.

Hayati, AN, & Jadidah, NN (2022). Analisis makna denotatif dan konotatif dalam novel Dua Barista karya Najhaty Sharma (kajian semantik). Peneroka: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , 2(1), 17–31.

Mufid, M., & Diantika, DE (2024). Pengantar semantik bahasa Arab: Teori dan praktik . Malang: Madza Media.

Rahayu, Z., & Abdurrahman. (2026). Analisis semiotik dalam cerpen “Tak Ada yang Gila di Kota Ini” karya Eka Kurniawan: Telaah lima kode Roland Barthes. Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia , 6(1), 451–464. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v6i1.8206

Suryaningrat, E. (2013). Pengertian, sejarah dan ruang mencakup kajian semantik (ilmu dalalah). At-Ta'lim , 12(1), 105–125.

Suryono, J., Astuti, PI, Rahayu, NT, Hariyanto, H., & Widayati, M. (2019). Karikatur iklan politik media luar ruang Jangan membeli kucing dalam karung . Jurnal Komunikasi , 12(1), 46–60.

Zahra, N., Sonia, Y., Adilla, S., Mardiyah, RA, & Amelia, D. (2024). Semantik dalam bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya , 2(6), 156–164. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i6.1163

Refbacks

  • There are currently no refbacks.