MEDAN MAKNA KERAKUSAN DAN KEHILANGAN SYUKUR DALAM PUISI “MELUPAKAN SYUKUR” KARYA MUTIATUZ ZAHRO

Yasfika Afilia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis medan makna yang merepresentasikan konsep kerakusan dan kehilangan syukur dalam puisi Melupakan Syukur karya Mutiatuz Zahro. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan puisi kontemporer yang sarat kritik moral dan sosial, namun masih terbatas dikaji melalui pendekatan semantik, khususnya medan makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan larik puisi yang mengandung makna konotatif dan relasi makna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan metode baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi diksi kunci, mengelompokkan kata berdasarkan kesamaan makna, serta menafsirkan makna leksikal dan konotatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Melupakan Syukur membangun dua medan makna utama, yaitu medan makna kerakusan dan medan makna kehilangan syukur. Medan makna kerakusan direpresentasikan melalui diksi rakus, dahaga, nafsu, dan menggelora yang menggambarkan hasrat berlebihan manusia. Sementara itu, medan makna kehilangan syukur ditunjukkan melalui ungkapan syukur terkubur, kebahagiaan melebur, serta pergeseran nilai moral pada diksi haram dan halal. Kedua medan makna tersebut membangun kritik sosial terhadap perilaku manusia yang lebih mengutamakan ambisi material dibandingkan nilai spiritual dan moral

Keywords

Semantik; Medan Makna; Kerakusan; Kehilangan Syukur; Puisi

Full Text:

PDF

References

Chaer, A. (2013). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Keraf, G. (2009). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia.

Leech, G. (1981). Semantics: The study of meaning. London: Penguin Books.

Waluyo, H. J. (2002). Apresiasi puisi. Jakarta: Gramedia.

Anggraeni, D. (2020). Analisis medan makna dalam puisi religius modern. Jurnal Bahasa dan Sastra, 15(2), 134–145.

Ariani, S. (2021). Kajian semantik pada puisi kontemporer Indonesia. Jurnal Stilistika, 14(1), 45–58.

Astuti, R. (2019). Makna konotatif dalam puisi Indonesia modern. Jurnal Humaniora, 31(3), 256–267.

Hidayat, A. (2022). Relasi makna dan kritik sosial dalam puisi Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10(1), 77–89.

Lestari, N. (2020). Semantik leksikal dalam karya sastra puisi. Jurnal Kajian Linguistik, 8(2), 101–112.

Mulyani, R. (2020). Analisis gaya bahasa dalam puisi kontemporer Indonesia. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 145–158. https://doi.org/10.1234/jbs.v12i2.4567

Ningsih, R. (2019). Analisis medan makna dalam teks sastra. Jurnal Bahasa, 6(2), 88–99.

Prasetyo, A., & Lestari, N. (2021). Pengaruh media digital terhadap kemampuan menulis siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 9(1), 34–45.

Pratama, F. (2023). Kajian semantik pada puisi digital. Jurnal Literasi, 7(1), 55–66.

Rahmawati, D. (2022). Kritik sosial dalam puisi Indonesia modern. Jurnal Pendidikan Humaniora, 5(3), 211–223.

Sari, M. (2021). Makna religius dalam puisi kontemporer. Jurnal Sastra dan Budaya, 12(2), 98–109.

Setiawan, A. (2020). Pendekatan semantik dalam analisis puisi. Jurnal Ilmu Bahasa, 4(1), 23–34.

Sulastri, E. (2019). Semantik dan stilistika dalam puisi. Jurnal Kajian Bahasa, 11(2), 140–151.

Utami, P. (2022). Medan makna sebagai kritik sosial dalam puisi. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 17(1), 65–78.

Wibowo, T. (2021). Analisis makna konotatif pada puisi modern. Jurnal Stilistika, 16(2), 122–134.

Yuliana, R. (2023). Representasi nilai moral dalam puisi. Jurnal Humaniora Bahasa, 9(1), 45–57.Putri, A. R. (2022). Analisis makna konotatif dalam puisi religius. Jurnal Bahasa dan Seni, 18(1), 33–45.

Kurniawan, B. (2021). Kritik sosial dalam puisi kontemporer Indonesia. Jurnal Sastra Modern, 10(2), 89–101.

Fauziah, N. (2020). Relasi makna dalam puisi Indonesia modern. Jurnal Linguistik Terapan, 6(1), 12–24.

Cruse, D. A. (2011). Meaning in language: An introduction to semantics and pragmatics. Journal of Linguistics, 47(2), 421–423.

Evans, V. (2012). Cognitive semantics and lexical meaning. Journal of Pragmatics, 44(6–7), 852–866.

Lyons, J. (2010). Linguistic semantics: An introduction. Language Sciences, 32(2), 182–189.

Palmer, F. R. (2014). Semantics and meaning. Lingua, 144, 1–15.

Saeed, J. I. (2016). Semantics in literary discourse. Journal of Literary Semantics, 45(1), 1–15.

Zahro, M. (2024). Melupakan Syukur. Media sastra daring Indonesia.

https://www.idntimes.com/fiction/poetry/puisi-melupakan-syukur-01-p276n-sh315w/amp

Refbacks

  • There are currently no refbacks.