GAYA BAHASA DALAM KONTEN CHANNEL YOUTUBE HIROTADA RADIFAN EDISI KRIMINAL

Sadiyati Sadiyati, R. Hendaryan, Asep Hidayatullah

Abstract

Penelitian ini berjudul “Gaya Bahasa dalam Konten Channel YouTube Hirotada Radifan Edisi Kriminal”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa yang digunakan oleh Hirotada Radifan dalam konten channel YouTube bertema kriminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari tuturan yang ada dalam konten channel YouTube edisi kriminal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan yang terdapat dalam tiga video yang diunggah oleh Hirotada Radifan pada channelYouTube edisi kriminal selama periode Januari 2026 hingga Maret 2026, yaitu “Manajemen Palsu Pemandu Karaoke Batam”, “Nonton Ini Kalau Udah Buka Puasa Biar Gak Batal”, dan “H0r0r Tetangga Dijadiin Patung”. Data Penelitian ini adalah analisis terhadap penggunaan gaya Bahasa berdasarkan pada teori Keraf (2023). Hal ini mencakup gaya Bahasa berdasarkan pilihan kata (resmi, tak resmi, dan percakapan), gaya bahasa berdasarkan nada (sederhana, mulia dan bertenaga, dan menengah), gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat (klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi), dan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna (retoris dan kiasan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi pustaka, simak, catat, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data terdiri reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 220 data gaya bahasa yang mencakup gaya resmi, tak resmi, percakapan, sederhana, mulia dan bertenaga, menengah, klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, repetisi, retoris, dan kiasan. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah gaya bahasa tak resmi dengan jumlah 35 data (15,91%), sementara gaya resmi merupakan yang paling sedikit digunakan dengan hanya 2 data (0,91%). Gaya bahasa tak resmi yang paling dominan digunakan menunjukkan bahwa Hirotada Radifan lebih suka menggunakan bahasa yang komunikatif, santai, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari audiens, sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah untuk dipahami.Kata Kunci: Bahan Ajar Digital, Gaya Bahasa, Hirotada Radifan, Teks Berita, YouTube. This study is entitled "Language Style in the Content of Hirotada Radifan's YouTube Channel Criminal Edition". The purpose of this study is to describe the characteristics of the language style used by Hirotada Radifan in the content of the crime-themed YouTube channel. The method used in this study is descriptive qualitative. The data source in this study comes from the utterances contained in the content of the crime edition YouTube channel. This study uses a descriptive qualitative method. The research data source is the utterances contained in three videos uploaded by Hirotada Radifan on the crime edition YouTube channel during the period of January 2026 to March 2026, namely "Fake Management of Batam Karaoke Guides", "Watch This When You've Broken Your Fast So It Doesn't Break Your Fast", and "H0r0r Neighbors Made into Statues". The data of this study is an analysis of the use of language style based on Keraf's theory (2023). This includes language styles based on word choice (formal, informal, and conversational), language styles based on tone (simple, noble and powerful, and intermediate), language styles based on sentence structure (climax, anticlimax, parallelism, antithesis, and repetition), and language styles based on the directness of meaning (rhetorical and figurative). Data collection techniques are carried out through library research, listening, taking notes, and documentation. Meanwhile, data analysis consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that there are 220 language style data that include formal, informal, conversational, simple, noble and powerful, intermediate, climax, anticlimax, parallelism, antithesis, repetition, rhetorical, and figurative styles. The most dominant language style used is informal language style with a total of 35 data (15.91%), while the formal style is the least used with only 2 data (0.91%). The most dominant informal language style used shows that Hirotada Radifan prefers to use language that is communicative, relaxed, and close to the audience's daily life, so that the information conveyed becomes easier to understand.Keywords: Digital Teaching Materials, Hirotada Radifan, Language Style, News Text, YouTube.

Keywords

Bahan Ajar Digital; Gaya Bahasa; Hirotada Radifan; Teks Berita; YouTube.

Full Text:

PDF

References

Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Abubakar, H. R. I. (2021). Pengantar metodologi penelitian. SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.

Anggoro, D. C., Hendaryan, H., & Hidayatullah, A. (2023). Gaya bahasa Ustaz Abdul Somad dalam Berceramah di Youtube. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 279.

Arifin, R., D. (2024). Pengertian YouTube-Sejarah, Fitur, Manfaat, Kelebihan, Kekurangan. (Dianisa.com). (https://dianisa.com/pengertian-youtube). (diakses 06 Januari 2026).

Astuti, S., & Pindi, P. (2019). Analisis gaya bahasa dan pesan-pesan pada lirik lagu iwan fals dalam album 1910. Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, 4(2), 146-150.

Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Citriadin, Y. (2020). Metode penelitian kualitatif: Suatu pendekatan dasar. Mataram: Sanabil Creative.

Fadilah, A., S. (2024). Bahasa sebagai Alat Komunikasi. (m.kumparan.com). (https://m.kumparan.com/serly27maret/bahasa-sebagai-alat-komunikasi 22eJuYcdMQ8). (diakses 01 Januari 2026).

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2023). Hakikat Bahasa Secara Umum. (Imsspada.kemendiktisaintek.go.id). (https://share.google/AOQGRhukjCJLZAurm). (diakses 01 Januari 2026).

Keraf, G. (2023). Diksi dan Gaya Bahasa (edisi revisi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. Thousand Oaks: Sage Publications.

Mahsun. (2017). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya (edisi revisi). Jakarta: Rajawali Pers.

Mayring, P. (2014). Qualitative Content Analysis: Theoretical Foundation, Basic Procedures and Software Solution. Klagenfurt.

Moleong, L. J. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhayati, E., & Probowati, A. R. (2023). Gaya Bahasa pada Video YouTube Sherly Annavita Terkait Isu Aktual Tahun 2022. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 7373-7383.

Radifan, H. (2026, 03 Maret). Horor Tetangga dijadiin Patung [Video]. (YouTube). (https://youtu.be/CoMWWHg8gW4?si=9iHWXz0NEWO2dGO_). (diakses 20 April 2026).

Radifan, H. (2026, 13 Januari). Manajemen Palsu Pemandu Karaoke Batam [Video]. (YouTube). (https://youtu.be/g861DPGGjxU?si=85A_lvLzfStt_Nwf). (diakses 20 April 2026).

Radifan, H. (2026, 26 Februari). Nonton Ini Kalau Sudah Buka Puasa Biar Gak Batal [Video]. (YouTube). (https://youtu.be/MqgYXoJ42YQ?si=dwJSD2RuannCITsR). (diakses 20 April 2026).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.