FORMULASI KEBIJAKAN PEMEKARAN CALON DAERAH OTONOMI BARU KABUPATEN TASIKMALAYA SELATAN

Uden Dida Efendi, Yogi Suprayogi Sugandi, Aep Saepudin

Sari


Dalam mencapai pemerataan pembangunan, pemekaran daerah merupakan salah satu upaya yang perlu dilakukan. Berdasarkan RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2023, pemekaran daerah dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah Tasikmalaya Selatan yang berada di Provinsi Jawa Barat bagian selatan.oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan proses formulasi kebijakan pemekaran calon daerah otonomi baru Kabupaten Tasikmalaya Selatan dengan menggunakan metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Kemudian, analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori formulasi kebijakan metode backasting dari Shunxi Li (2019). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemekaran calon daerah otonomi baru Kabupaten Tasikmalaya Selatan sudah melakukan tahapan formulasi kebijakan melalui tahapan vision, present dan priorities mulai dari tingkat Kabupaten Tasikmalaya sampai ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Namun, ditingkat pemerintah pusat pemekaran daerah belum diformulasikan dikarenakan masih adanya moratorium atau penangguhan.Kata Kunci : Formulasi Kebijakan, Desentralisasi, Pemekaran Daerah, Tasikmalaya Selatan, Pemerintah Daerah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andik, W., & Muqoyyidin. (2013). Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pasca Reformasi di Indonesia: Konsep, Fakta Empiris dan Rekomendasi ke Depan. Jurnal Konstitusi, 10(2), 1–23.

Badan Pusat Statistik. (2020). Sensus Penduduk September 2020.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Indonesia Tahun 2023.

Basri, S. (2006). Pengaruh Output Daerah, Penerimaan Transfer Dan Desentralisasi Fiskal Terhadap Penerimaan Asli Daerah ( PAD ) Kota Pekanbaru. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 3(5), 512–525.

Badan Pusat Statistik Kab. Tasikmalaya. (2023). Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2023.

Elly Noviati, C. (2013). Demokrasi dan Sistem Pemerintahan. Jurnal Konstitusi, 10(1), 334–354.

Fauzi, A. (2019). Otonomi daerah Dalam Kerangka Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Yang Baik. Jurnal Spektrum Hukum, 16(1), 119–136.

Febriyandi, D. (2015). Proses Perumusan Kebijakan Pemekaran Daerah (Studi di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur). Jurnal Politik Profetik, 6(2), 68–88.

Hamid, A. (2015). Otonomi Daerah dan Kualitas Pelayanan Publik. Buletin Pengawasan, 03(30 dan 31), 535–546.

Kemenkeu. (2022). Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2022.

Khairul Umam, I. (2014). Potensi Pendapatan Asli Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 1(2).

Shunxi Li, S., Sui, P. C., Xiao, J., & Chahine, R. (2019). Policy formulation for highly automated vehicles: Emerging importance, research frontiers and insights. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 124(xxxx), 573–586. https://doi.org/10.1016/j.tra.2018.05.010

Maudi, S., MH, I., & Sofwani, A. (2016). Konsep dan Kajian Teori Perumusan Kebijakan Publik. Jurnal Review Politik, 6(2), 196–2224.

Rangkasa. (2017). Penyelenggaraan otonomi daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 617–636.

Retno Herawati, N. (2013). PEMEKARAN DAERAH DI INDONESIA. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 2(1), 57–65. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/politika.2.1.2011.57-65

Robinson, J. (2003). Future subjunctive: Backcasting as social learning. Futures, 35(8), 839–856. https://doi.org/10.1016/S0016-3287(03)00039-9

RPJMD Provinsi Jawa Barat. (2018). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Barat 2018-2023.

Suherman, D., Sugandi, S., & Alexandri, M. B. (2021). Aktor Politik dan Kolaborasi Quadruple Helix dalam Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Garut Selatan Political Actor and Collaboration Quadruple Helix in the Formation of the New Autonomous Region of South Garut Regency. POLITICON : Jurnal Ilmu Politik, 3(1), 60–87.

Swasanany, W. T. (2013). Proses Formulasi Kebijakan Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Indonesia (Perspektif Democratic Governance). Jurnal Kajian, 18(2), 165–190.

Winarno, B. (2014). Kebijakan Publik, Teori, Proses dan Studi Kasus (Vol. 1). CAPS.

Yuhandra, E., Akhmaddhian, S., Budiman, H., Rifa’i, I. J., & Ramadhan, G. (2022). Urgensi Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Jawa Barat. Jurnal Penelitian Universitas Kuningan, 13(2), 147–158.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/dak.v10i3.12249

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

DINAMIKA

Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Galuh

email: dinamika@unigal.ac.id

ISSN: 2356-2269
eISSN
: 2614-2945

Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara © 2023 by Program Studi Administrasi Publik, FISIP - Universitas Galuh is licensed under CC BY-NC-SA 4.0

Created by Admin