ANTARA REGULASI DAN REALITAS: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DAN PENEGAKAN HUKUM PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI DESA KARYA MANDIRI, KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Nur Iyam, Fachriza Ariyadi

Sari


Pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, kembali beroperasi setelah dilakukan penertiban oleh aparat. Keberulangan tersebut menunjukkan bahwa persoalan PETI tidak cukup dijelaskan sebagai pelanggaran hukum, tetapi perlu dianalisis sebagai masalah implementasi kebijakan yang melibatkan komunikasi, kapasitas pengawasan, komitmen pelaksana, dan koordinasi birokrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi kebijakan dan penegakan hukum terhadap PETI di Desa Karya Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima warga yang dipilih secara purposive, sedangkan data sekunder bersumber dari regulasi, artikel jurnal, dan pemberitaan media daring sebagai bahan triangulasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta kerangka implementasi kebijakan George C. Edward III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berdasarkan persepsi informan dan penelusuran dokumen, keberulangan PETI berkaitan dengan pesan kebijakan yang belum konsisten, lemahnya pengawasan pascapenertiban, perbedaan intensitas tindakan aparat, dan belum kuatnya mekanisme koordinasi serta pertanggungjawaban antarlembaga. Aktivitas PETI juga mengancam lahan perkebunan cengkeh dan kakao serta memperbesar risiko kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa penanganan PETI memerlukan strategi terpadu berupa penegakan hukum yang konsisten, pengawasan berkelanjutan, transparansi informasi, partisipasi masyarakat, dan penyediaan alternatif ekonomi yang legal. Kata Kunci :  Implementasi kebijakan; Penegakan hukum; Pengawasan; Pertambangan emas tanpa izin (PETI); Tata kelola sumber daya alam.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku :

Afriandi, F., & Ariyadi, F. (2023). Peranan masyarakat sipil dalam demokrasi: Studi kasus LSM Kelompok Kerja 30 dan Jaringan Advokasi Tambang dalam permasalahan korupsi di Kota Samarinda-Kalimantan Timur tahun 2014. Madika: Jurnal Politik Dan Governance, 3(1), 67–79. https://doi.org/10.24239/madika.v3i1.1902

Anjami, T. (2017). Dampak sosial penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Sungai Sorik Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan. JOM FISIP, 4(2), 1–13.

Channel Sulawesi. (2025). Tambang emas ilegal di Karya Mandiri kembali beroperasi, larangan aparat diabaikan. https://channelsulawesi.id

Delik-hukum.id. (2026). Kebal hukum? PETI Karya Mandiri kembali menggila, Polres Parimo diduga tutup mata. https://delik-hukum.id

Devi, B., Lahiri-Dutt, K., Beavis, S., & Lal, A. (2024). Gendered informal gold trading in Indonesia: Case studies from Central Kalimantan. The Extractive Industries and Society, 20, 101553. https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101553

Gasparinetti, P., Bakker, L. B., Queiroz, J. M., & Vilela, T. (2024). Economic valuation of artisanal small-scale gold mining impacts: A framework for value transfer application. Resources Policy, 88, 104259. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2023.104259

Hasibuan, J. R., Frinaldi, A., Lanin, D., Rembrandt, & Ridha, M. (2025). Efektivitas implementasi UU Minerba dalam menanggulangi pertambangan batubara ilegal. Jurnal de Jure, 17(2), 1–17.

Junaidi, J. (2022). Pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah pertambangan. E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan, 11(1), 61–74. https://doi.org/10.22437/jels.v11i1.18988

Kohio, E. N. B., Karoui, H., Sossou, S. K., & Yacouba, H. (2024). Review of pollution trends and impacts in artisanal and small-scale gold mining in Sub-Saharan Africa: Advancing towards sustainable practices through equitable redistribution of gold spin-offs. Journal of Cleaner Production, 476, 143754. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2024.143754

Lahiri-Dutt, K., Amor, B., & Perks, R. B. (2021). Gendered and embodied legacies: Mercury’s afterlife in West Lombok, Indonesia. The Extractive Industries and Society, 8(3), 100960. https://doi.org/10.1016/j.exis.2021.100960

Meutia, A. A., Bachriadi, D., & Gafur, N. A. (2023). Environment degradation, health threats, and legality at the artisanal small-scale gold mining sites in Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(18), 6774. https://doi.org/10.3390/ijerph20186774

Meutia, A. A., Lumowa, R., & Sakakibara, M. (2022). Indonesian artisanal and small-scale gold mining-A narrative literature review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(7), 3955. https://doi.org/10.3390/ijerph19073955

Oju, N., & Asgar, S. (2024). Aspek hukum pertambangan ilegal dan dampaknya terhadap kelestarian fungsi lingkungan hidup: Studi Desa Roko, Kecamatan Galela Barat. Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum Dan Politik, 2(4), 161–175.

Prescott, G. W., Baird, M., Geenen, S., Nkuba, B., Phelps, J., & Webb, E. L. (2022). Formalizing artisanal and small-scale gold mining: A grand challenge of the Minamata Convention. One Earth, 5(3), 242–251. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2022.02.005

Rahayu, D. P., Rahayu, S., Faisal, & Yanto, A. (2024). Countering illegal tin mining with a legal formulation of law based on local wisdom in Bangka Belitung, Indonesia. Cogent Social Sciences, 10(1), 2311053. https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2311053

Rahayu, D. P., Rustamadji, M., Faisal, & Sari, R. (2025). Illegal tin mining, policy gaps and the plight of small-scale tin miners in Indonesia. South East Asia Research, 1–19. https://doi.org/10.1080/0967828X.2025.2462727

Rahmawati, N., Paruki, A., & Ahmad. (2022). Efektivitas penegakan hukum tambang ilegal. Batulis Civil Law Review, 3(2).

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 33 ayat (3).

Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Robles, M. E., Verbrugge, B., & Geenen, S. (2022). Does formalization make a difference in artisanal and small-scale gold mining (ASGM)? Insights from the Philippines. The Extractive Industries and Society, 10, 101078. https://doi.org/10.1016/j.exis.2022.101078

Rohman, A., Hartiwiningsih, & Rustamaji, M. (2024). Illegal mining in Indonesia: Need for robust legislation and enforcement. Cogent Social Sciences, 10(1), 2358158. https://doi.org/10.1080/23311886.2024.2358158

Safitri, M., Asril, & Alizon, J. (2024). Penegakan hukum terhadap pelaku batu gunung ilegal berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara: Studi kasus di Kecamatan Kuok. Journal of Sharia and Law, 3(3).

Saputra, T., Zuhdi, S., Kusumawardhani, F., & Novaria, R. (2023). The effect of economic development on illegal gold mining in Kuantan Singingi, Indonesia. Journal of Governance, 8(1), 31–42. https://doi.org/10.31506/jog.v8i1.16883

Saragih, G. S., Tapriziah, E. R., Syofyan, Y., Masitoh, S., Pandiangan, Y. S. H., & Andriantoro. (2021). Mercury contamination in selected edible plants and soil from artisanal and small-scale gold mining in Sukabumi Regency, Indonesia. Makara Journal of Science, 25(4), 222–228. https://doi.org/10.7454/mss.v25i4.1280

Setyawan, D., Priantono, A., & Firdausi, F. (2021). Model George Edward III: Implementasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Malang. Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan Dan Sosial, 3(2), 9–19.

Tomassi, O. D. (2024). Transitioning towards sustainability in artisanal and small-scale gold mining: A case study from Tanzania. The Extractive Industries and Society, 17, 101410. https://doi.org/10.1016/j.exis.2024.101410

Wibowo, Y. G., Ramadan, B. S., Maryani, A. T., Rosarina, D., & Arkham, L. O. (2022). Impact of illegal gold mining in Jambi, Indonesia. Indonesian Mining Journal, 25(1), 29–40. https://doi.org/10.30556/imj.Vol25.No1.2022.1271




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/dak.v13i2.25951

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

DINAMIKA

Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Galuh

email: dinamika@unigal.ac.id

ISSN: 2356-2269
eISSN
: 2614-2945

Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara © 2023 by Program Studi Administrasi Publik, FISIP - Universitas Galuh is licensed under CC BY-NC-SA 4.0

Created by Admin