PANDANCRAFT NAIK KELAS: KOLABORASI PENTAHELIX DAN PERAN FKPDAS DALAM KONSERVASI DAN EKONOMI SIRKULAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Diwan Pramulya, Dwinarto Rasyid, Rofi'ah Rengganis, Nana Suryana, Eti Datiah

Sari


Pemanfaatan pandan duri gunung (Pandanus furcatus) sebagai bahan baku anyaman di Dusun Citapen Landeuh, Desa Sukajaya, Kabupaten Ciamis, selama beberapa dekade hanya menghasilkan tikar bernilai ekonomi rendah dengan pasar sempit, sehingga jumlah pengrajin menyusut hingga tersisa enam orang berusia lanjut dan fungsi ekologis pandan sebagai penahan lereng di kawasan rawan longsor pun melemah. Penelitian ini mengkaji inovasi daerah “PandanCraft Naik Kelas” sebagai model kolaborasi multipihak yang memadukan konservasi lingkungan dengan penguatan ekonomi sirkular berbasis kearifan lokal. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, ditopang identifikasi partisipatif, diskusi kelompok terarah, observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penelaahan dokumen program sepanjang 2020–2026. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix yang menghimpun masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, forum pengelolaan daerah aliran sungai, sektor usaha, serta akademisi berhasil mendiversifikasi produk anyaman menjadi lebih dari dua belas varian, menaikkan jumlah pengrajin dari enam menjadi tujuh puluh dua orang, memperluas pasar lewat digitalisasi, dan menghidupkan kembali praktik pemanenan lestari. Keberhasilan ini sangat ditentukan oleh sinergi kolaborasi pentahelix antara masyarakat, pemerintah, sektor usaha, dan akademisi, dengan forum koordinasi pengelolaan daerah aliran sungai berperan sebagai lembaga penjembatan yang menyelaraskan kepentingan ekologis dan ekonomi melalui kerangka tata kelola kolaboratif (Collaborative Governance). Penelitian ini menegaskan pentingnya kehadiran lembaga penghubung lintas sektor bagi keberlanjutan inovasi berbasis sumber daya lokal di wilayah rawan bencana Kata Kunci : Ekonomi Sirkular; Inovasi Daerah; Kearifan Lokal; Kolaborasi Pentahelix; Konservasi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku :

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Biswas, A. K., & Tortajada, C. (2016). Water governance in the 21st century. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315643142

Boleng, Y. R., & Tokan, F. B. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan kerajinan tangan daun lontar di Desa Oringbele. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 4(3), 174–183.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Fahrirurrahman, F., & Ratnaningsih, Y. (2020). Analisis ketergantungan masyarakat terhadap hasil hutan di dalam kawasan hutan lindung di Desa Daha Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Silva Samalas, 3(2), 86–95.

Firdaus, N. M., & Cahyani, A. S. N. (2023). Model pentahelix dalam pemberdayaan desa digital di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Comm-Edu (Community Education Journal), 6(2), 87–91.

Fitriani, F., Fatih, C., Trisnanto, T. B., & Mutaqin, Z. (2021). Strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung Reg. 20 Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(2), 147–157.

Hidayatullah, R. S., & Purwanto, I. (2024). Implementasi Ekonomi Sirkular Pada Kegiatan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Pikukuh Masyarakat Baduy. Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 1736–1755. https://doi.org/10.35931/aq.v18i3.3484

Kambu, R., Beljai, M., & Panambe, N. (2021). Pemanfaatan tumbuhan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK) sebagai bahan bangunan rumah tradisional oleh masyarakat Kampung Sembaro. Jurnal Kehutanan Papuasia, 7(1), 41–53. https://doi.org/10.46703/jurnalpapuasia.Vol7.Iss1.237

Kirana, C. A. D., & Artisa, R. A. (2020). Pengembangan desa wisata berbasis collaborative governance di Kota Batu. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 68–84. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i1.3119

Lawelai, H., & Nurmandi, A. (2023). The model of collaborative governance in addressing poverty in Indonesia. Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik), 2(2), 195–206. https://doi.org/10.47134/rapik.v2i2.27

Nurdin, A., Warow, N., Bentearu, F., Usman, M., Lihawa, F., & Dunggio, I. (2024). Strategi kebijakan pengelolaan sub daerah aliran sungai (DAS) Biyonga Kabupaten Gorontalo. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(6). https://doi.org/10.56338/jks.v7i6.5456

Ostrom, E. (2015). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action (Canto Classics ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781316423934

Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

Pramulya, D., Rengganis, R., Rasyid, D., Supena, C. C., & Mulyadi, E. (2025). Peran Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Jabar Wilayah Ciamis dalam mendorong pengelolaan mikro DAS berbasis desa di Kabupaten Ciamis. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 12(3), 851–856. https://doi.org/10.25157/dak.v12i3.22666

Rengganis, R. (2022). Best practices model gerakan DAS mikro berbasis desa. Forum DAS (FORDAS).

Setiawan, I. (2017). Implementasi inovasi daerah di Kota Balikpapan. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 2(2), 83–97. https://doi.org/10.33701/jipsk.v2i2.927

Supriyanto, & Iskandar, F. (2022). Implementasi kolaborasi model pentahelix dalam rangka meningkatkan pemberdayaan UMKM ex lokalisasi Dolly pada masa pandemi Covid-19. Governance: Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 12(1), 71–91.

Tonkovic, A. M., Veckie, E., & Veckie, V. W. (2015). Applications of penta helix model in economic development. Economy of Eastern Croatia Yesterday, Today, Tomorrow, 4, 385–393.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Wulandari, F. T., & Sarjan, M. (2025). Kebijakan kearifan lokal (perspektif ontologi) dalam pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Empiricism Journal, 6(1), 146–157.

Yuningsih, T., Darmi, T., & Sulandari, S. (2019). Model pentahelix dalam pengembangan pariwisata di Kota Semarang. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 3(2), 84–93. https://doi.org/10.26740/jpsi.v3n2.p84-93




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/dak.v13i2.26201

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

DINAMIKA

Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Galuh

email: dinamika@unigal.ac.id

ISSN: 2356-2269
eISSN
: 2614-2945

Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara © 2023 by Program Studi Administrasi Publik, FISIP - Universitas Galuh is licensed under CC BY-NC-SA 4.0

Created by Admin