Dampak Latihan Hammer Curl dengan Latihan Barbell Curl terhadap Peningkatan Volume Otot Biceps Brachii

Hendra Rustiawan, Nana Sutisna

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini bahwa banyak variasi latihan beban dalam memperbesar volume otot lengan atas terutama otot biceps brachii, sekaligus otot yang paling banyak berkontraksi ketika melakukan latihan beban pada otot bagian lain atau lengan adalah media untuk melatih otot pada tubuh bagian atas. Sehingga kerja otot lengan atas terutama otot biceps brachii cukup banyak untuk itu membutuhkan energi yang lebih dibandingkan dengan otot lain.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen karena dalam penelitian ini dilaksanakan pelatihan selama dua bulan. Pengolahan data yang dipergunakan adalah SPSS seri 22 menggunakan analisis pair sample t-test dan independent sample t-test. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 40 orang mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2011 hasil dari teknik purposive sampling. Rata-rata tes awal kelompok hammer curl adalah 15.20, dan rata-rata tes akhir adalah 16.20, sedangkan rata-rata tes awal kelompok barbell curl adalah 15.93 dan rata-rata tes akhir adalah 17.86. Serta terdapat pengaruh yang signifikan dari proses latihan hammer curl terhadap peningkatan volume otot biceps brachi dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000 < 0.05. Terdapat pengaruh yang signifikan dari proses latihan barbell curl terhadap peningkatan volume otot dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000 < 0.05. Maka hasil penelitian hammer curl dan barbell curl menunjukan adanya pengaruh yang nyata (signifikan) terhadap peningkatan volume otot pada mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2011.The background in this study was that many variations of weight training in increased the volume of the upper arm muscles, especially the biceps brachii muscle, as well as the muscles that contract the most when doing weight training on other muscles or arms are the medium for training muscles in the upper body. So that the work of the upper arm muscles, especially the biceps brachii muscle, is quite a lot for it requires more energy than other muscles. The research method used was an experimental method because in this study, training was carried out for two months. The data processing used was SPSS 22 series using pair analysis. sample t-test and independent sample t-test. The number of samples used was 40 Physical Education students class of 2011 as a result of the purposive sampling technique. The mean of the baseline hammer curl group was 15.20, and the mean of the final test was 16.20, while the mean of the baseline barbell curl group was 15.93 and the mean of the final test was 17.86. And there is a significant effect of the hammer curl training process on the increase in the volume of the biceps brachii muscle with a probability value (sig.) Of 0.000 <0.05. There is a significant effect of the barbell curl training process on the increase in muscle volume with a probability value (sig.) Of 0.000 <0.05. So the results of the hammer curl and barbell curl research showed a significant (significant) effect on the increase in muscle volume in 2011 Physical Education students

Keywords

Barbell curl, Biceps brachii, Hammer curl, Latihan

Full Text:

PDF

References

A & C Black. (2006). Dictionary of Sport and Exercise Science. Over 5,000 terms clearly defined. London. Inggris.

Brown. (2007). Strength Training. National Strength and Conditioning Association (NSCA). Human Kinetics. USA.

Delavier. (2001). Strength Taining Anatomy. Second Edition. Human Kinetics. Paris. Prancis.

Giriwijoyo, S dan Sidik, Z D. (2012). Ilmu Faal Olahraga. Fisiologi Olahraga. Fungsi tubuh Manusia pada Olahraga untuk Kesehatan dan Prestasi. Penerbit PT Rosdakarya. Bandung.

Guyton. (1992). Fisiologi Manusia Dan Mekanisme Penyakit. Human Physiology and Mechanisms of Disease. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta.

Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching. CV. Tambak Kusuma. Jakarta.

Juliantine, T., dkk. (2007). Teori Latihan. Modul Mata Kuliah. FPOK. UPI. Bandung.

Lutan, Rusli (2001). Pendidikan Kebugaran Jasmani. Orientasi Pembinaan Di Sepanjang Hayat. Direktorat Jendral Olahraga. Depdiknas. Jakarta.

Lyle., dkk (2011). Encyclopedia Sports Medicine. SAGE Publications, Inc. 2455 Teller Road Thousand Oaks, California 91320.

Riduwan. (2010). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta. Bandung.

Rustiawan, H. (2014). Pengaruh Latihan Isotonik dan Isotonik+Isometrik Alternating Terhadap Jarak dan Akurasi Tendangan Long Pass Pada Cabang Olahraga Sepakbola [Universitas Pendidikan Indonesia]. In Repository UPI. http://repository.upi.edu/13501/3/T_POR_1004743_Abstract.pdf

Sajoto. (1990). Pembinaan dan Peningkatan Kondisi Fisik dalam Olahraga, Jakarta: Effhar dan Dahara Prise.

Santoso, S. (2014). SPSS 22 from Essential to expert Skills. Penerbit PT Elex Media Komputindo.

Sidik, Z D. (2010). Pembinaan Kondisi Fisik. Dasar dan Lanjutan. Prodi Pendidikan Kepelatihan. FPOK. UPI. Bandung.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.