Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Padi (Studi Kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)

aden bayu raspati, Muhamad Nurdin Yusuf, Dani Lukman Hakim

Abstract


Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) saluran pemasaran padi dari petani sampai ke pengecer di Desa Selasari, 2) besarnya marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasran pada proses pendistribusian padi sawah di Desa Selasari, 3) besarnya keuntungan pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran pada proses pendistribusian padi di Desa Selasari,4) persentase harga yang diterima petani (farmer’s share) dalam pendistribusian padi di Desa Selasari. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dengan mengambil kasus di Desa Selasari Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Teknik penarikan sampel untuk Lembaga Pemasaran menggunakan simple random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 25 petani dari jumlah populasi sebanyak 204 orang dengan metode acak sederhana(simple random sampling), 20 petani responden, 1 pedagang pengumpul,1 pedagang besar, dan 3 pedagang pengecer. Sedangkan untuk pedagang perantara pengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriftif Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Saluran Pemasaran: Petani produsen - Pedagang pengumpul - Pedagang besar - Pedagang pengecer – konsumen. Biaya pemasaran padi sawah yang dikeluarkan ditingkat pedagang pengumpul  Rp 400 per kilogram, pedagang besar Rp 890 per kilogram, dan pedagang pengecer Rp 150 per kilogram, sehingga biaya keseluruhan sebesar Rp 1.440 per kilogram. Sedangkan keuntungan pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul yaitu Rp 600 per kilogram, pedagang besar Rp 2.610 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.350 per kilogram, sehingga keuntungan keseluruhan sebesar Rp 4.650 per kilogram. Marjin pemasaran padi sawah ditingkat pedagang pengumpul sebesar RP 1000 per kilogram, pedagang besar Rp 3.500 per kilogram, dan di pedagang pengecer Rp 1.500 per kilogram, sehingga marjin total sebesar Rp 6.000 per kilogram. Farmer’s share atau bagian harga yang diterima petani adalah 40 persen dari harga yang dibayarkan konsumen.


Keywords


Desa Selasari, Komoditas Padi, Saluran Pemasaran

References


Arief. 2005. Pemasaran Jasa Dan Kualitas Pemasaran. Bayumedia Pulishing. Malang.

Arikunto. S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Rineka Cipta. Jakarta.

Arikunto. S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.

Wirosuharjo. 2004. Dasar-Dasar Demografi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Ma’ruf, (2005) Pemasaran Ritel, Gramedia Pustaka Utama Jakarta.

Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya. Edisi Kelima. Yogyakarta ; UPPAMP YKPN Universitas Gajah Mada

Soekartawi, 2002. Prinsip Dasar Manajemen Pemasaran Hasil-hasil Pertanian Teori dan Aplikasinya, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

BPP. 2018. Data Tanaman Pangan BPP Kecamatan Parigi. Parigi.

Cristoporus dan Sulaeman. 2009. Analisis Produksi dan Pemasaran Jagung di Desa Labuan Toposo Kecamatan Tawaeli Kabupaten Donggala. Jurnal Agroland Vol. 16 No. 2 : 141-147.

Dinas Pertanian. Luas Dan Produksi Tanaman Pangan Tahunan Kabupaten Pangandaran Komoditi Padi Dalam Tahun 2018. Kabupaten Pangandaran.

Isyanti, 2010. Efisiensi Pemasaran Cabai Merah Keriting Di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman. Mapeta,12(2):166-124.

Nurmanaf, 2003. Perbandingan komoditi padi dengan pangan lain.

Kartadinata, Abas. 2011. Akuntansi Dan Analisis Biaya. Rineka Cipta. Jakarta.

Kotler dan Amstrong. 2005. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 1 Edisi 8. Erlangga . Jakarta

Kotler. 2006. Manajemen Pemasaran. P.T Indeks Jakarta. Jakarta.

Kotler, P., dan Keller, K.L. 2008. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Penerbit Erlangga. Jakarta

Kotler, P., dan Keller, K.L 2009. Manajemen Pemasaran jilid 2, edisi Ketiga edisi Ketiga belas, Terjemahan Bob Sabran, MM. Jakarta : Penerbit Erlangga

Kotler dan Keller. 2011. Marketing Manajement Edisi 13. Indeks Kelompok Gramedia. Jakarta.

Limbong W.H, Sitorus. 1987 dalam Widiyanti (2008) Pengantar Tataniaga Pertanian. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Miranda dan WT. Amin. 2005. Manajemen Logistik dan Supply Chain

Management. Harvarindo, Jakarta.

Natawigen., H. 2008. Pengendalian hama terpadu (intreged pest control). Amrico,Bandung.

Rahim dan Astuti 2010. Definisi Pemasaran. Rineka Cipta, Jakarta.

Soemartono. 2006. Bercocok tanam padi, Jakarta: Yasaguna CV. Yasaguna.

Sugiono. 2011. Metode penelitiaan bisnis. Afabeta. Bandung.

Sumiati. 2003. Budidaya padi. Penebar swadaya. Jakarta.

Suparyono. 2003. Padi. Jakarta penebar swadaya.

Supriyatna. 2006. Kiat sukses bertani, Solo : CV Aneka.

Surya permana. 2007. Usahatani padi tanah benih langsung (tabela) lembang:BPTP.

Tjirosoepomo, gembong.2002. taksonomi tumbuhan (spermatopyta). Yogyakarta: gajah mada. University press.

Vergara. 2002. Bercocok tanam padi. Jakarta : Proyek Sarana Fisik Bappenas.

Yurianto, 2008 . Analisis Saluran Pemasaran Kacang Tanah. Jurnal Analisis saluran pemasaran kacang tanah 2016. Ciamis.

Widodo. 2007. Mengatasi permasalahan budidaya padi. Penebar swadaya. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v7i1.2563

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-2754011

Email: agroinfogaluh@unigal.ac.id; agroinfogaluh@gmail.com


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Jurnal Imliah Mahasiswa Agroinfo Galuh diindeks oleh: