ANALISIS PREFERENSI AGROINDUSTRI TEMPE DALAM PEMILIHAN KEDELAI (Agroindustri Tempe Di Kota Tasikmalaya Kota Tasikmalaya) Analysis of Tempe Preference in Soybean Selection (Agroindustry Tempe In Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya)".

Dea Wahyuni

Abstract


Tempe merupakan salah satu produk olahan dari bahan kedelai yang merupakan bahan pangan rakyat yang cukup populer di Indonesia. Preferensi penggunaan karakteristik kedelai untuk berbagai industri pangan olahan relatif berbeda. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kedelai yang di inginkan dalam agroindustri tempe dan mengidentifikasi atribut karakteristik kedelai yang dianggap penting dari oleh produsen tempe di Kota Tasikmalaya.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Penelitian menggukan metode kuantitatif dengan melibatkan 38 orang pengrajin tempe.
Data diolah dengan analisis Fishbein sehingga di dapatkan hasil bahwa Secara keseluruhan karakteristik kedelai dalam agroindustri tempe memiliki nilai 12,05 hampir mendekati angka 15,55 dengan bobot baik. Dari penelitian ini didapatkan bahwa Atribut karakteristik kedelai yang sangat dipertimbangkan pada agroindustri tempe adalah ukuran biji, warna kulit biji, ketebalan kulit biji,
harga kedelai dan bentuk biji. Karakteristik kedelai yang disukai oleh produsen temepe Kota Tasikmalaya seperti ukuran biji yang besar, warna biji kuning cerah, kulit biji yang tebal, harga kedelai yang murah dan bentuk biji yang bulat.


Kata kunci: Agroindustri, Kedelai, Tempe


Full Text:

PDF

References


Adisarwanto. 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya. Jakarta.

Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian. Perkembangan Kebutuhan Produksi dan Impor Kedelai di Indonesia. Tahun 2010-2014 Tahun 2015.

KOPTI Tahu-Tempe 2016 Kota Tasikmalaya Amang. 1996. Ekonomi kedelai di Indonesia. Jakarta: IPB Press

Zakiah. 2011. Dampak Impor Terhadap Produksi Kedelai Nasional. Jurnal

MIMBAR, Vol. XXVIII, No. 1 Badan Pusat Statistik, (2011). Statistik

Indonesia 2011. BPS Provinsi Jawa Barat

Nurmeyda, (2010). Permintaan Industri Tempe Terhadap Kualitas Bahan Baku Kedelai di Kota Banda Aceh. Skripsi Fakultas Pertanian Unsyiah, Banda Aceh

Kertaatmaja, S. 2001. Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Biji Kedelai. Departemen Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan

Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Prasetyoningrum. 2007. Analisis Usaha Pada Industri Tempe Kedelai “Sari Murni” di Kota Semarang. Skripsi Fakultas Pertanian. UNS. Suraka Kurniati, S. dan Nugrahaeni 2009. Bekatul

Kaya Akan Gizi. Suprapti L. 2003. Pembuatan Tempe. Kanisius.

Yogyakarta.

Cahyadi, W., 2007. Kedelai, Alternatif Pemasok Protein.

http://www.conectique.com (17 Januari 2017).

Hasdi Aimon. 2015. Prospek Konsumsi dan Impor Kedelai di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi, Juli, Vol III, No. 5 Perkembangan harga kedelai lokal dan impor Indonesia.Kementerian Perdagangan. 2016.

Adisarwanto, 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya, Jakarta

BSN. 1998. Standar Nasional Indonesia untuk Tempe Kedelai. SNI 01-3144- 1998. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Kotler dan Keller, 2007. Manajemen Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1,

PT.Indeks, Jakarta.

Schiffman dan Kanuk. 2007. Prilaku Konsumen. Edisi Kedua. Jakarta: PT.

Indeks Gramedia

Marwan. 1990. Marketing. Yogyakarta: BPFE – UGM, Adisarwanto. 2009. Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Kementerian Perdagangan. 2015. Harga kedelai lokal dan impor.

Jeff Schmalz. 2013. Industrial Uses and Opportunities for Canadian Soybeans. Jurnal building the business of soy.

Mohd. Harisudin. 2013. Pemetaan dan strategi pengembangan agroindustri tempe di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 23

Zakiah. 2012. Preferensi dan Permintaan Kedelai pada Industri dan

Implikasinya terhadap Manajemen Usaha Tani. Jurnal Agrisep Vol. (12),

No. 1. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.

Suhemo dan Dididk Hamowo. 2008. Karakteristik biji kedelai untuk

produktifitas tahu dan tempe di Kendari, Sulawesi. Jurnal Teknologi

dan Informasi Pertanian.

Mujianto. 2013. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Proses Produksi

Tempe Produk UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Vol.I No,1 Tahun

Thula Sizwe Dlamini, and Tafadzwa Mutengwa dkk .2008. Soybeans

production in South Africa. Research Article Dossier Devia Setiawati. 2013. Faktor- faktor yang mempengaruhi produksi tempe pada

sentra industri tempe di Kecamatan Sukorejo Kabupaten

Kendal.

Harvita. 2007. Jenis-jenis Industri. Jakarta: PT. Indeks Gramedia




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v4i3.804

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GALUH

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-2754011

Email: agroinfogaluh@unigal.ac.id; agroinfogaluh@gmail.com


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Jurnal Imliah Mahasiswa Agroinfo Galuh diindeks oleh: