Peran Kemampuan Keuangan Sebagai Mediator Pendidikan Keuangan dan Kepuasan Keuangan (Studi Kasus Pada Usia Produktif di Kota Surabaya)

Hermawan Dwi Kusuma Hadi, Andrieta Shintia Dewi

Abstract


Pada masyarakat Kota Surabaya mengenai pendidikan keuangan saat ini masih tergolong rendah. Latar belakang tersebut ini dapat dilihat dari rendahnya kesadaran menabung, tingginya tingkat konsumsi dan cicilan, ketertarikan terhadap kartu kredit, dan turunnya presentase rumah tangga yang memiliki atau menerima jaminan sosial. Tentunya pendidikan keuangan memilki manfaat yang besar sebagai kunci untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Saat pendidikan keuangan di masyarakat yang memiliki usia produktif tergolong rendah maka peran kemampuan keuangan sebagai mediator pendidikan keuangan dan kepuasan keuangan perlu mendapat perhatian dalam penelitian ini.Sehingga melalui penelitian ini akan diteliti peran kemampuan keuangan sebagai mediator pendidikan keuangan dan kepuasan keuangan. Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada 400 responden dengan usia produktif di Kota Surabaya. Penelitian ini mengadopsi dan menggunakan Sobel dan Kenny dan Baron tes untuk menguji pengaruh mediator kemampuan keuangan dalam hubungan antara pendidikan keuangan dan kepuasan keuangan.Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan terbukti secara parsial memediasi hubungan antara pendidikan keuangan dan kepuasaan keuangan.

References


Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2016). Statistik Kesejahteraan Kota Surabaya Tahun 2016. Surabaya: Badan Pusat Statistik Kota Surabaya.

Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2017). Statistik Kesejahteraan Kota Surabaya Tahun 2017. Surabaya: Badan Pusat Statistik Kota Surabaya.

Bank Indonesia. (2015). Kajian Stabilitas Keuangan. Jakarta: Bank Indonesia Departemen Kebijakan Makroprudensial.

Brüggen, E. C., Hogreve, J., Holmlund, M., Kabadayi, S., & Löfgren, M. (2017). Financial well-being: A conceptualization and research agenda. Journal of Business Research, 79, 228–237. doi:10.1016/j.jbusres.2017.03.013.

Cobb-Clark, Deborah A, Sonja C Kassenboehmer, and Mathias G Sinning. (2016). Locus of control and savings. Journal of Banking & Finance 73:113-130.

Dhorifi, Zumar. (2013, 14 Maret). 78 Nasabah Masih Tertarik Kartu Kredit. Mars Indonesia. Mars [online]. Tersedia: http://www.marsindonesia.com/newsletter/78-nasabah-masih-tertarik-kartu-kredit [22 Februari 2018].

Hakim, Euis, dan Tin. (2014). Manajemen Keuangan Dan Kepuasan Keuangan Istri Pada Keluarga Dengan Suami Istri Bekerja. Jur. Ilm. Kel. & Kons., September 2014, p: 174-182 Vol. 7, No. 3.

Hrb. (2014, 30 September). Pentingnya Pendidikan Keuangan Sejak Dini. Berita Satu [online], Tersedia: http://id.beritasatu.com/home/pentingnya-pendidikan-keuangan-sejak-dini/95906 [2 September 2018].

Ika, Aprilia. (2018, 29 Maret). 4 Tanda Pemakaian Kartu Kredit Anda Mulai Berbahaya. Kompas [online], Tersedia: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/29/100000626/4-tanda-pemakaian-kartu-kredit-anda-mulai-berbahaya [23 September 2018].

NDW. (2013, 14 Januari). Kenapa Orang Suka Pakai Kartu Kredit?. Liputan 6 [online], Tersedia: https://www.liputan6.com/bisnis/read/486522/kenapa-orang-suka-pakai-kartu-kredit [28 September 2018].

OJK. Literasi Keuangan. OJK [online]. Tersedia: https://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungankonsumen/Pages/literasi-keuangan.aspx. [12 September 2018].

OECD. (2014). PISA 2012 Results in Focus: What 15-years-olds know and what they can do with what they know. Tersedia: http://www.oecd.org. [27 September 2015].

OJK. (2016). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016. Jakarta: Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Pratama, F. A. (2013, 5 Desember). Ekonomi Indonesia Ditopang Pola Konsumtif Masyarakat. Tribun News [online]. Tersedia: http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/12/05/ekonomi-indonesia-ditopang-pola-konsumtif-masyarakat [23 September 2018].

Ruslan, Kadir. (2018, 1 Maret). Memetik Manfaat Bonus Demografi. Tempo [Online], Tersedia: https://indonesiana.tempo.co/read/37291/2015/03/01/kadirsst/memetik-manfaat-bonus-demografi [2 September 2018].

Sukoyo, Yeremia. (2016, 18 Juni). Jaminan Sosial Dinilai Penting bagi Pembangunan Ekonomi. Berita Satu [Online], Tersedia: http://www.beritasatu.com/nasional/370641-jaminan-sosial-dinilai-penting-bagi-pembangunan-ekonomi.html [2 September 2018].

Trunk, Ales. (2015). Financial Education and Financial Literacy. International School for Social and Business Studies.

Xiao, Jing Jian. (2015), Consumer Economic Wellbeing, Springer, New York, NY.

Xiao, Jing Jian dan Porto,Nilton. (2017). Financial Education and Financial Satisfaction: Financial Literacy, Behavior, and Capability as Mediators. International Journal of Bank Marketing. Vol. 35 Issue: 5. pp. 805-817.

Yoshino, N., P. Morgan, and G. Wignaraja. 2015. Financial Education in Asia: Assessment and Recommendations. ADBI Working Paper 534. Tokyo: Asian Development Bank Institute.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jwr.v6i2.1726

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Hermawan Dwi Kusuma Hadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.