FOREGROUNDING SEBAGAI WUJUD DEOTOMATISASI DALAM PUISI BERJUDUL HERMAN KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI: KAJIAN STILISTIKA

Asih Sutiasih, Asep Nurjamin, Lina Siti Nurwahidah, Badruzia Hanafiah, Uda Hudaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik foregrounding sebagai wujud deotomatisasi dalam puisi Herman karya Sutardji calzoum Bachri melalui kajian stilistika. Foregrounding dipahami sebagai strategi estetik yang menjadikan unsur-unsur kebahasaan tampil menonjol melalui penyimpangan (deviation) dan sejajaran (paralelisme), sehingga mamp menganggu pola pembacaan yang bersifat otomatis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif-analitis. Sumber data berupa teks puisi Herman, sedangkan data penelitian berupa satuan-satuan kebahasaan yang mengandung teknik foregrounding. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan bentuk-bentuk foregrounding berdasarkan teori Jan Mukařovský dan konsep deotomatisasi Viktor Shklovsky. Hasil penelitian menunjukan bahwa puisi Herman merupakan bentuk deotomatisasi yang tidak hanya memperkuat nilai artistik puisi, tetapi juga menegaskan karakter eksperimental kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri dalam khazanah puisi modern Indonesia.

Keywords

Foregrounding, deotomatisasi, stilistika, puisi Herman, Sutardji Calzoum Bachri

Full Text:

PDF

References

Aminuddin. (2015). Pengantar apresiasi karya sastra. Sinar Baru Algensindo.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Leech, G. N. (1969). A linguistic guide to English poetry. Longman.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mukařovský, J. (1964). Standard language and poetic language. In P. L. Garvin (Ed.), A Prague School reader on esthetics, literary structure, and style (pp. 17–30). Georgetown University Press.

Nurgiyantoro, B. (2019). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2021). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2009). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.

Shklovsky, V. (1965). Art as technique. In L. T. Lemon & M. J. Reis (Eds.), Russian formalist criticism: Four essays (pp. 3–24). University of Nebraska Press.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Wellek, R., & Warren, A. (2016). Theory of literature. Penguin Books.

Ardin, H. (2022). Stylistic analysis of figurative language in contemporary Indonesian poetry. International Journal of Language Education, 6(2), 215–228.

Fajrin, N., & Suyitno. (2023). Kajian stilistika pada puisi Indonesia modern: Tinjauan terhadap penyimpangan bahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(1), 45–58.

Hidayat, T., & Mulyani, S. (2021). Foregrounding dalam puisi modern Indonesia: Kajian stilistika. Jurnal Sastra Indonesia, 10(3), 190–203.

Kurniawan, E., & Wibowo, A. (2024). Stylistic deviation and foregrounding in Indonesian modern poetry. International Journal of Linguistics, Literature and Translation, 7(1), 34–46.

Rahmawati, D., & Santoso, B. (2022). Defamiliarization in modern poetry: A stylistic perspective. International Journal of Society, Culture & Language, 10(2), 84–97.

Sari, N., & Hidayat, A. (2023). Linguistic deviation in Indonesian poetry: A stylistic approach. Humaniora, 35(2), 147–160.

Wahyuni, S., & Prasetyo, A. (2024). Foregrounding as an aesthetic strategy in contemporary Indonesian poetry. Journal of Language and Literature Studies, 8(1), 55–69.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.