NILAI KARAKTER TRADISI HAJAT BUMI PADA MASYARAKAT DUSUN CARIU KECAMATAN SUKADANA - CIAMIS

Rina Wahyunita, Yeni Wijayanti, Egi Nurholis

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi Hajat Bumi di Dusun Cariu, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Tradisi ini merupakan warisan budaya lokal yang dilaksanakan setiap bulan Muharam pada hari Senin atau Kamis Kliwon sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan penghormatan terhadap leluhur. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan tahapan pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan/historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Hajat Bumi tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga menjadi wahana pembentukan dan penguatan nilai-nilai karakter masyarakat. Proses pelaksanaan Hajat Bumi terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan penutupan. Setiap tahapan mengandung nilai-nilai karakter seperti religiusitas (doa bersama, penghormatan leluhur), gotong royong (persiapan dan pelaksanaan acara), tanggung jawab (pengelolaan tugas), toleransi dan kebersamaan (partisipasi lintas usia dan latar belakang), serta cinta tanah air dan kepedulian lingkungan (perawatan makam keramat dan lingkungan sekitar). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian budaya, memperkuat solidaritas sosial, dan mempererat hubungan antargenerasi. Dengan demikian, tradisi ini memiliki kontribusi signifikan dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan pelestarian budaya di tengah tantangan modernisasi.

Kata Kunci

Hajat Bumi; Nilai Karakter; Tradisi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Adibah, I. Z. (2015). Makna Tradisi Saparan di Desa Cukilan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Jurnal Madaniyah, 2(9), 145–164. https://journal.stitpemalang.ac.id/index.php/madaniyah/article/view/22

Aini, F. Q., Hasibuan, R. Y. A., & Gusmaneli. (2024). Pendidikan Karakter Sebagai Landasan Pembentukan Generasi Muda. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 54–69.

Alfarizi, R., Brata, Y. R., & Sudarto, S. (2025). Value of Local Wisdom in the Nadran Tradition at the Ki Buyut Manguntapa Site in Baregbeg District, Ciamis. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(2), 206 – 229. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i2.5490

Berkes, F. (1999). Sacred Ecology: Traditional Ecological Knowledge and Resource Management. Taylor & Francis.

Boserup, E. (2014). The conditions of agricultural growth: The economics of agrarian change under population pressure. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315070360

Dove, M. R. (2006). Indigenous people and environmental politics. Annual Review of Anthropology, 35, 191–208.

Fauzi, A. R. (2023). Eksistensi Tradisi Hajat Bumi Cariu di Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis. Jurnal Artefak, 10(1), 13–26. https://doi.org/10.25157/ja.v10i1.9164

Hakim, M. F. I., Brata, Y. R., & Budiman, A. (2023). Peranan Syekh Abdul Wajah Dalam Penyebaran Agama Islam Di Galuh Imbanagara (Ciamis) Pada Abad XVII. J-KIP (Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan), 4(3), 794–802. https://doi.org/10.25157/j-kip.v4i3.11718

Hastuti, N. H., & Supriyadi, A. (2020). Memperhatikan Karakteristik Budaya Dalam Fenomena Kehidupan Bermasyarakat. Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1–11. https://doi.org/10.33061

Herawati, N. (2021). Makna Tradisi Hajat Bumi Di Desa Blendung Purwadadi Subang Jawa Barat Tahun 2015-2019. Karmawibangga : Historical Studies Journal, 03(1), 40–53.

Herdiana, Y., Ali, M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2021). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Budaya. Rayah Al-Islam, 5(2), 523–541. https://doi.org/10.51574/judikdas.v2i1.795

Kuntowijoyo. (2018). Pengantar Ilmu Sejarah (p. 69). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusnoto, Y. (2017). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(2), 247–256.

Maulana, F., Brata, Y. R., & Sudarto, S. (2025). Eco-Traditions and Local Wisdom of Nyapu Kabuyutan in Situs Gunung Payung, Sirnajaya Village. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(2), 251–268. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i2.5501

Nuraini, S., Brata, Y. R., & Sudarto, S. (2025). Sedekah Kupat: The Socio-Cultural Representation and Solidarity of the Wanareja Community, Cilacap. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(3), 383 – 401. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i3.5569

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, 1 (2017).

Prasetyo, D., & Irwansyah. (2020). Memahami Masyarakat dan Perspektifnya. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(1), 163–175. https://doi.org/10.38035/JMPIS

Pretty, J. (2013). Agri-culture: reconnecting people, land and nature. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781849770422

Pretty, J., Adams, B., Berkes, F., et al. (2009). The intersections of biological diversity and cultural diversity: towards integration. Conservation and Society, 7(2), 100–112.

Sudarto, S., Nurholis, E., & Brata, Y. R. (2024). Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan. Jurnal Artefak, 11(2), 229-244. http://dx.doi.org/10.25157/ja.v11i2.16437

Sudarto, S., Wijayanti, Y., Pramesti, C. S., & Agustina, D. D. (2024). Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Eco-spirituality dalam Tradisi Komunitas Adat Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Cultural Socio-Ecological System (Studi Pada Tradisi Komunitas Adat Di Tajakembang–Cilacap). Jurnal Ketahanan Nasional, 30(3), 367-390. https://doi.org/10.22146/jkn.100561

Sudirana, I. W. (2019). Tradisi Versus Modern: Diskursus Pemahaman Istilah Tradisi dan Modern di Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 127–135. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.647

Sugono, D. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sulasman. (2014). Metodologi Penelitian Sejarah: Teori, Metode Dan Contoh Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia.

Suryana, A., Ratih, D., Sudarto, S., Sondarika, W., Wijayanti, Y., & Kusmayadi, Y. & Wahyunita, R.(2024). Peranan Budaya Kampung Adat Kuta Di Era Globalisasi. http://repository.unigal.ac.id/handle/123456789/6128

Wagiran. (2013). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-nilai Karakter Berbasis Budaya). Jurnal Pendidikan Karakter, 3(3), 329–339. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i3.1249

Wardah, E. S. (2017). Upacara Hajat Bumi Dalam Tradisi Ngamumule Pare Pada Masyarakat Banten Selatan (Studi di Kecamatan Sobang dan Panimbang). Tsaqôfah; Jurnal Agama Dan Budaya, 15(2), 221–255.

Wijayanti, Y., Warto, Wasino, Djono, & Esa, M. S. (2025). History Learning Based on Local Wisdom Sanghyang Sikskandang Karesian. Paramita: Historical Studies Journal, 35(1), 167–179. https://doi.org/10.15294/paramita.v35i1.9033

Wawancara

Aditya, I. R. 38 Tahun. Ketua Tim Penggiat Sejarah Sukadana. Wawancara Langsung. 31 Desember 2022.

Darsim, 78 Tahun. Sesepuh Kampung. Wawancara Langsung. 5 Maret 2025.

Fauzi, A.R. 31 Tahun. Anggota Tim Penggiat Sejarah Sukadana dan Pegawai Pemerintah Desa Sukadana. Wawancara Langsung. 31 Desember 2022.

Yayat, Dede. 58 Tahun. Kepala Desa Sukadana. Wawancara Langsung. 9 Januari 2025.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.