PERAN TARI RONGGENG AMEN SEBAGAI SIMBOL KETAHANAN BUDAYA DI DESA BATULAWANG KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR

Santi Apriyanti, Agus Budiman, Wulan Sondarika

Sari

Tari Ronggeng Amen di Desa Batulawang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang mencerminkan ketahanan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tari ini dalam mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai sosial di tengah arus modernisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Ronggeng Amen tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana ritual dan pelestarian tradisi lokal. Kesenian ini melibatkan generasi muda dan berkontribusi pada solidaritas sosial, serta menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur. Upaya pelestarian dilakukan melalui kegiatan ritual seperti Ngabungbang dan Ngaruat, serta dukungan dari pemerintah dan tokoh seni. Rekomendasi untuk keberlanjutan kesenian ini mencakup program pelatihan bagi generasi muda, integrasi dalam kurikulum pendidikan, dan penyelenggaraan festival budaya. Dengan demikian, Tari Ronggeng Amen diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya yang kaya dan berharga di Desa Batulawang.

Kata Kunci

Tari Ronggeng Amen, ketahanan budaya, pelestarian tradisi, identitas budaya.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Abidin, N. (2023). Peran Perempuan dalam Kesenian Tradisional. Jurnal Kesenian dan Budaya,

(1), 45-60.

Adolph, R. (2016). Sejarah Kerajaan Pananjung dan Perkembangan Seni Ronggeng. Jurnal Sejarah

dan Budaya, 8(2), 123-135.

BidingeMaitir. (2020). Upaya Pelestarian Budaya di Era Modern. Jurnal Pelestarian Budaya, 5(3),

-90.

Fitiriasari, R. (2019). Tantangan Kesenian Tradisional di Era Globalisasi. Jurnal Seni dan Budaya,

(4), 201-215.

Haryanti, S. (2018). Tradisi Ngaruat dan Pelestarian Budaya. Jurnal Tradisi dan Kearifan Lokal,

(1), 34-50.

Hidayat, A., Setiawan, E., & Ramlan, M. (2023). Unsur-Unsur dalam Pertunjukan Ronggeng. Jurnal

Seni Pertunjukan, 9(2), 112-125.

Jasmine, R. (2014). Kebudayaan dan Identitas Bangsa. Jurnal Kebudayaan, 7(1), 15-30.

Julianti Anugrah, D., & Ramlan, M. (2023). Pelaksanaan Pertunjukan Tari Ronggeng Amen. Jurnal

Seni dan Budaya, 11(2), 99-115.

Karmadi, T. (2023). Pelestarian Tradisi Lokal di Tengah Globalisasi. Jurnal Kearifan Lokal, 4(2), 88-

Lisgiyanti, A., & Sondarika, R. (2019). Upacara Ngabungbang dan Kesenian Tradisional. Jurnal

Budaya dan Tradisi, 3(1), 56-70.

Mantri, D. (2014). Dukungan Pemerintah dalam Pelestarian Kesenian Tradisional. Jurnal Kebijakan

Budaya, 2(3), 45-60.

Manurung, R., & Rezasyah, A. (2021). Sejarah dan Perkembangan Tari Ronggeng. Jurnal Sejarah

dan Kesenian, 5(2), 67-80.

Maryono, S. (2023). Kesenian sebagai Sarana Pendidikan dan Terapi. Jurnal Pendidikan dan

Kesenian, 8(1), 22-35.

Nilmasari, T. (2014). Kesadaran Masyarakat dalam Melestarikan Budaya Lokal. Jurnal Sosial dan

Budaya, 9(2), 101-115.

Prabandari, R., & Kurniawan, A. (2023). Kesenian Tradisional dan Solidaritas Sosial. Jurnal

Kesenian dan Masyarakat, 10(3), 150-165.

Praditaningtyas, A. (2015). Ritual Syukuran dalam Kesenian Tradisional. Jurnal Tradisi dan Ritual,

(1), 40-55.

Purwono, S. (2016). Musik Gamelan dalam Kesenian Tradisional. Jurnal Musik dan Budaya, 4(2),

-90.

Ramlan, M. (2017). Persiapan dan Pelaksanaan Pertunjukan Seni. Jurnal Seni Pertunjukan, 6(3),

-135.

Ratna Sari, D. (2024). Nilai Filosofis dalam Kesenian Tradisional. Jurnal Budaya dan Kearifan Lokal,

(1), 30-45.

Sondarika, R. (2014). Ketahanan Budaya di Era Modern. Jurnal Budaya dan Masyarakat, 2(2), 55-

Sudarta, A. (2022). Pendekatan Holistik dalam Penelitian Kesenian. Jurnal Penelitian Kesenian,

(1), 15-30.

Sudirana, R. (2019). Ancaman terhadap Kesenian Tradisional. Jurnal Kesenian dan Budaya, 8(4),

-215.

Suryaningsih, L. (2021). Lagu dalam Kesenian Tradisional. Jurnal Musik dan Budaya, 7(2), 90-105.

Ummah, N. (2019). Inovasi dalam Penyajian Kesenian Tradisional. Jurnal Kesenian dan Inovasi,

(1), 50-65.

Varanida, A. (2018). Keberagaman Budaya Indonesia. Jurnal Kebudayaan dan Identitas, 1(1), 1-15.

Wawancara :

Dadan Muhamad Hamdani, 32 Tahun. Kaur Perencanaan dan Salah Satu Tokoh Masyarakat Dusun

Pagerbatu. Wawancara Langsung, 27 Februari 2025

Ewon, 53 Tahun. Ketua RT 023 Dusun Pagerbatu Desa Batulawang Dan Salah Satu Tokoh

Kesenian, Wawancara Langsung. 4 Mei 2025.

Daji Suryadi, 53 Tahun. Dan Salah Satu Tokoh Kesenian Di Desa Batulawang

Wawancara Langsung. 4 Mei 2025.

Ewon, 53 Tahun. Ketua RT 023 Dusun Pagerbatu Desa Batulawang Dan Salah Satu Tokoh

Kesenian Wawancara Langsung. 4 Juni 2025.

Dede Titin, 30 Tahun. Penari Ronggeng Amen Di Desa Batulawang Wawancara Langsung. 4 Juni

Epon, 40 Tahun. Penari Ronggeng Amen Di Desa Batulawang Wawancara Langsung. 4 Juni 2025.

Ki Demang Wangsafyudin, 50 Tahun. Sesepuh Adat Sunda Desa Batulawang Wawancara

Langsung. 2 April 2025.

Tatang Heryanto (Tato). 56 Tahun. Kepala Bidang Kebudayaan Kota Banjar Wawancara Langsung.

Mei 2025.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.