STRATEGI DALAM MENGATASI PENGGUNAAN BAHASA KASAR DI SDN 1 SUKAHURIP DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI KELAS

H. R Herdiana, U. Andi Mulyadi, Siti Solihah A

Sari

Penggunaan bahasa kasar di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan isu serius yang dapat merusak iklim sekolah, menghambat interaksi sosial yang sehat, dan berdampak negatif pada proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk bahasa kasar yang sering digunakan di SDN 1 Sukahurip, merumuskan strategi intervensi yang efektif untuk mengatasinya, dan menganalisis dampaknya terhadap lingkungan belajar dan hasil pembelajaran siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 1 Sukahurip. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta analisis dokumen seperti tata tertib sekolah dan catatan kasus perilaku. Strategi intervensi yang diterapkan meliputi pendidikan karakter (fokus pada nilai sopan santun dan empati), bimbingan dan konseling kelompok, pembiasaan model bahasa yang positif oleh guru, dan penerapan konsekuensi yang mendidik yang konsisten. Penerapan strategi ini secara signifikan mengurangi frekuensi penggunaan bahasa kasar. Pengurangan penggunaan bahasa kasar menciptakan iklim kelas yang lebih kondusif, meningkatkan fokus siswa dalam belajar, dan memperkuat hubungan interpersonal antar siswa dan guru, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas pembelajaran di SDN 1 Sukahurip.

Kata Kunci

Pendidikan Karakter; Keterampilan sosial;

Referensi

Adisastrajaya, R. (2012). Bahasa kasar dalam perspektif sosial dan pendidikan anak usia dini. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Astuti, R., Kusmana, A., & Dewi, F. (2021). Imitasi bahasa dan perilaku berkomunikasi pada siswa sekolah dasar.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Kusumawati, S. (2022). Internalisasi empati melalui pembelajaran berbasis simulasi sosial di sekolah dasar.

Masykuroh, I. A. (2021). Pembiasaan Berkata Baik dan Santun sebagai Upaya Mencegah Penggunaan Bahasa Kasar Anak Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1735-1744.

Masykuroh, L. (2021). Konsekuensi mendidik dalam penanganan perilaku menyimpang peserta didik.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Pratiwi, D., & Setiawan, R. (2023). Pengaruh lingkungan dan media digital terhadap penggunaan bahasa kasar pada anak usia sekolah dasar.

Pratiwi, N. K., & Setiawan, A. (2023). Faktor-Faktor Penyebab Penggunaan Bahasa Kasar pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 121-127.

Supriyadi, S. (2022). Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Berkata Kasar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru, 5(2), 268-275.

Syafe’i, M., & Mursid, M. (2021). Efektivitas pendidikan karakter dalam membentuk etika berbahasa siswa.

Syafe'i, N., & Mursid, R. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter untuk Menanggulangi Penggunaan Bahasa Kasar di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(1), 35-42.

Tjahyanti, A. S. (2020). Pengaruh lingkungan keluarga terhadap penggunaan bahasa kasar pada anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(1), 23-35.

Wahyuni, N., & Mulyana, H. (2020). Hubungan komunikasi guru-siswa dengan motivasi dan kenyamanan belajar.

Wahyuni, S., & Mulyana, E. (2020). Dampak Penggunaan Bahasa Kasar Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi), 1(4), 221-230.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.