KEBERADAAN KERATON SELAGANGGA CIAMIS SEBAGAI WARISAN SEJARAH DARI ABAD XIX-XXI

Habib badrusalam, Yeni Wijayanti, Egi Nurholis

Sari

Keraton Selagangga yang terletak di Kabupaten Ciamis merupakan salah satu peninggalan sejarah yang mencerminkan dinamika politik, sosial, dan budaya masyarakat Jawa Barat dari abad XIX hingga abad XXI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah. Teknik pengumpulan data meliputi studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Keraton Selagangga didirikan pada tahun 1859 oleh Raden Adipati Aria Kusumadiningrat dan berfungsi sebagai simbol kekuasaan lokal serta pusat pelestarian nilai tradisi dan identitas kultural masyarakat. Seiring perkembangan zaman, keraton ini mengalami transformasi fungsi dan menghadapi berbagai tantangan fisik serta struktural; (2) Keraton Selagangga menyimpan ragam koleksi benda bersejarah yang kaya, meliputi senjata pusaka (keris, kujang, pedang, tumbak), artefak megalitikum/klasik (arca, batu pemujaan, prasasti), wadah tembaga, alat musik tradisional (gamelan), serta naskah kuno dan dokumen silsilah; (3) Upaya pelestarian keraton dilaksanakan melalui konservasi preventif, konservasi kuratif, revitalisasi fungsi museum, renovasi fisik bangunan secara berkelanjutan, dan edukasi sejarah kepada masyarakat

Kata Kunci

Keraton Selagangga, warisan Sejarah, abad XIX-XXI, budaya lokal

Referensi

Alfarizi, R., Brata, Y. R., & Sudarto, S. (2025). Value of Local Wisdom in the Nadran Tradition at the Ki Buyut Manguntapa Site in Baregbeg District, Ciamis. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(2), 206-229. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i2.5490

Araoz, G. (2013). Conservation philosophy and its development: Changing understandings of authenticity and significance. Heritage & Society, 6(2), 144-154. https://doi.org/10.1179/2159032X13Z.00000000010

Azis, H. Y. M. A., Priangani, A., Utama, W., & Bayu, I. K. (2026). Babad Tanah Sumedang. Dunia Penerbitan buku.

Brata, Y. R., & Wijayanti, Y. (2020). Dinamika Budaya Dan Sosial Dalam Peradaban Masyarakat Sunda Dilihat Dari Perspektif Sejarah. Jurnal Artefak, 7(1), 1-12.

Feilden, B. M. (2003). Conservation of Historic Buildings (3rd ed.). Architectural Press.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti Sejarah (terj. Nugroho Notosusanto). Universitas Indonesia Press.

Havinga, L., Colenbrander, B., & Schellen, H. (2020). Heritage significance and the identification of attributes to preserve in a sustainable refurbishment. Journal of Cultural Heritage, 43, 282-293. https://doi.org/10.1016/j.culher.2019.08.011

Kartika, I. D., & Nurholis, E. (2025). Exploring the Dynamics of Local Cultural Change in Cintanagara: Between Tradition and Modernity. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(1), 52-67. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i1.5401

Khalaf, R. W. (2020). Authenticity or continuity in the implementation of the UNESCO World Heritage Convention? Scrutinizing statements of outstanding universal value, 1978–2019. Heritage, 3(2), 243-274. https://doi.org/10.3390/heritage3020015

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah (Ed. 2). Tiara Wacana.

Li, L., & Tang, Y. (2023). Towards the contemporary conservation of cultural heritages: An overview of their conservation history. Heritage, 7(1), 175-192. https://doi.org/10.3390/heritage7010009

Lubis, N. H., & Mahmud, M. I. (2000). Sejarah Tatar Sunda. Satya Historika.

Lubis, N. H., Mumuh Muhsin, Z., Sofianto, K., Mahzuni, D., Widyonugrohanto, R. M., & Darsa, U. A. (2016). Rekonstruksi Kerajaan Galuh Abad VIII-XV. Paramita: Historical Studies Journal, 26(1), 9-22.

Maulana, A. I., Sudarto, S., & Ramdani, D. (2026). Reconstructing the Integrated Galuh Cultural Value System: Cultural Memory, Social Cohesion, Ethical Governance, and Historical Consciousness in the Gandoang Manuscript. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 2(2), 211-245. https://doi.org/10.25157/jamasan.v2i2.6149

Maulana, F. A., Ramdani, D., & Salsabila, G. T. (2026). Ritual Performance as Cultural Memory Work: Re-enacting History, Sacred Landscapes, and Spiritual Ecology in the Nyiar Lumar Ritual of Kawali-Ciamis. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 2(1), 124-142. https://doi.org/10.25157/jamasan.v2i1.5854

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Ed. Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nafilah, M. A., Ramdani, D., & Sudarto, S. (2025). Preserving Cultural Narratives Through Aros Woven Fabric Crafts And The Philosophical Meaning Of Their Motifs: A Case Study Of The Baduy Indigenous Community. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(2), 127-147. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i2.5454

Nuraeni, S., Agustin, F., Widana, K., Januar, H., Aditya, F. F., & Sudarto, S. (2025). Conservation Through Eco-Spirituality: A Philosophical Approach to the Residential Patterns and Traditional Architecture of the Kampung Adat Kuta. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1(1), 68-86. https://doi.org/10.25157/jamasan.v1i1.5316

Ormond-Parker, L., & Sloggett, R. (2012). Local archives and community collecting in the digital age. Archival Science, 12(2), 191-212. https://doi.org/10.1007/s10502-011-9154-1

Povatong, P. (2011). Building siwilai: Transformation of architecture and architectural practice in Siam during the reign of Rama V, 1868-1910. University of Michigan.

Prasetya, T. I., & Ahmad, I. (2025). Pengantar Studi Kebantenan, Masa Prasejarah Banten Megalitikum Dan Sejarah Pra Islam. Global Kreatif Media.

Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Lembaran Negara RI Tahun 2010 No. 130.

Rustamaji, I. (2020). Pengaruh Perkembangan Bangunan Indis Terhadap Sosial Dan Budaya Masyarakat Kabupaten Boyolali Tahun 1910-1915. Deepublish.

Saptono, N. (2018). Tata ruang kota Ciamis pasca perdagangan dunia abad ke-19–20. Balai Arkeologi Jawa Barat.

Sedyawati, E. (2012). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. RajaGrafindo Persada.

Soedarmo, U. R. (2019). Situs Cagar Budaya Sanghyang Maharaja Cipta Permana Prabudigaluh Salawe Dusun Tunggal Rahayu Desa Cimaragas Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis. Jurnal Artefak, 3(2), 173-186.

Sudarto, S., Warto, W., Sariyatun, S., & Musadad, A. A. (2025). Integrasi Pedagogi Reflektif dan Eco-Pedagogy dalam Konstruksi Kausalitas Sejarah: Membangun Kesadaran Nilai Lingkungan melalui Landscape Budaya dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Artefak, 12(1), 213-236. http://doi.org/10.25157/ja.v12i1.20669

Tejakusumah, Y., Setialesmana, D., & Natalliasari, I. (2025). Eksplorasi Etnomatematika Pada Pendopo Keraton Selagangga Ciamis. Cartesius: Jurnal Pendidikan Matematika, 98-106.

Yuniar, M. H., Novia, N., & Sudarto, S. (2026). Misalin Tradition as Living Ecological Heritage: Reproducing Environmental Ethics and Eco-cultural Resilience through Ritual Practice. JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 2(2), 281-312. https://doi.org/10.25157/jamasan.v2i2.6163

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.