Kearifan Lokal Leuit Kampung Naga sebagai Sumber Pembelajaran Kontekstual dalam Peningkatan Kualitas Pendidik Abad 21

Wulan Sondarika, Dewi Ratih, Egi Nurholis, Yati Kusmayati, Anisa Dewi Agustiani, Fariz Ramdani

Abstract

Pendidikan abad 21 menuntut pendidik mampu mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai kearifan lokal leuit Kampung Naga serta relevansinya sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam peningkatan kualitas pendidik abad 21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leuit mengandung nilai keselarasan dengan alam, gotong royong, spiritualitas, penghormatan terhadap leluhur, kesederhanaan, keseimbangan hidup, keterlibatan komunitas, serta nilai pendidikan. Selain berperan dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, nilai-nilai tersebut relevan sebagai sumber pembelajaran kontekstual untuk mengembangkan karakter dan keterampilan abad 21. Integrasi kearifan lokal leuit dapat mendukung peningkatan kualitas pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21.

Keywords

kearifan lokal; leuit; pembelajaran kontekstual; pendidik abad 21; Kampung Naga

Full Text:

PDF

References

Bagus Prabowo, Y. (2021). Kasepuhan Ciptagelar: Pertanian sebagai simbol budaya dan keselarasan alam. Jurnal Adat dan Budaya, 3(1), 1–12.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K. (2012). Triangulation 2.0. Journal of Mixed Methods Research, 6(2), 80–88. https://doi.org/10.1177/1558689812437186

Iskandar, J., & Iskandar, B. S. (2017). Kearifan ekologi orang Baduy dalam konservasi padi dengan sistem leuit. Jurnal Biodjati, 2(1), 1–14.

Johnson, E. B. (2014). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.

Prabowo, R. (2010). Kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Mediagro, 6(2), 62–73.

Pratiwi, R. P., & Kusdiwanggo, D. S. (2021). Pengaruh huma-sawah dan leuit terhadap tumbuh-kembang permukiman adat Kasepuhan Ciptagelar. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan, 5(2), 45–58.

Pratika Sari, S., Megawati, A. S., & Maulana, I. R. (2021). Kesiapan nilai tradisional masyarakat Sunda dalam revolusi industri 4.0 menuju society 5.0. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 23(2), 161–174.

Ratih, D., & Suryana, A. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal Leuweung Gede Kampung Kuta Ciamis dalam mengembangkan green behavior untuk meningkatkan karakter mahasiswa. Jurnal Artefak, 7(2), 141–150. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/artefak/article/view/4199

Spradley, J. P. (2016). The ethnographic interview. Waveland Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Vitasurya, V. R. (2016). Local wisdom for sustainable development of rural tourism: Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 216, 97–108. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.12.014

Windiani, & Farida, N. (2016). Menggunakan metode etnografi dalam penelitian sosial. Dimensi, 9(2), 87–92.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.