Pemberdayaan Petani Muda dalam Pengembangan Hortikultura Komoditas Cabai Rawit

Elmira Syahdanabila Rozak, Rifki Muhamad Imadudin, Ferdiansyah Ferdiansyah, Dedi Djuliansah, Hendar Nuryaman

Abstract


Ketersediaan sumber daya manusia pertanian yang mumpuni menjadi tantangan kritis di tengah meningkatnya rata-rata usia petani Indonesia yang kini berada di atas 50 tahun. Petani muda di wilayah Cibeureum, Kota Tasikmalaya menghadapi tiga hambatan struktural utama dalam pengembangan usaha tani hortikultura cabai rawit, yaitu keterbatasan akses permodalan, lemahnya strategi pemasaran, dan belum optimalnya kelembagaan kolektif. Kegiatan penyuluhan pertanian ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani muda tentang mekanisme akses permodalan khususnya KUR dan penyusunan RAB, memperluas wawasan diversifikasi pasar, serta mendorong terbentuknya kelembagaan kolektif melalui model pentahelix. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Aula BPP Cibeureum dengan melibatkan 25 petani muda berusia 18–40 tahun dari tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif yang mengintegrasikan ceramah terstruktur, diskusi, dan simulasi penyusunan RAB sederhana. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan formula Normalized Gain (N-Gain) Hake (1998). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test 49,04 menjadi 88,76 pada post-test, dengan rata-rata N-Gain Score 0,776 berkategori tinggi. Sebanyak 80% peserta mencapai N-Gain kategori tinggi. Kegiatan ini meletakkan fondasi bagi terbentuknya kelembagaan petani muda yang mandiri dan berdaya saing. Pendampingan lapangan lanjutan disarankan untuk memfasilitasi realisasi akses permodalan, pembentukan kelembagaan petani berbadan hukum, serta penguatan akses pemasaran.

Keywords


pemberbayaan petani muda, cabai rawit, akses permodalan, pemasaran hortikultura, kelembagaan kolektif

References


Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020a). Kapasitas kewirausahaan petani muda dalam agribisnis di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 16(2), 267–276.

Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020b). Peranan penyuluh pertanian dalam mendukung keberlanjutan agribisnis petani muda di Kabupaten Majalengka. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(1), 17–36. https://doi.org/10.33512/jat.v13i1.7984

Anwarudin, O., Sumardjo, S., Satria, A., & Fatchiya, A. (2020c). Proses dan pendekatan regenerasi petani melalui multistrategi di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 39(2), 73–85.

BPS. (2023). Publikasi Hasil Sensus Pertanian Tahun 2023 Tahap I. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Hanafi, M., Aji, J. M. M., & Sudarko. (2024). Analisis rantai pasok cabai rawit dan upaya peningkatan efisiensi di Kecamatan Banyuputih. Mimbar Agribisnis, 10(2), 3186–3194.

Kiswanti, P., Fatchiya, A., & Sadono, D. (2023). Kapasitas petani muda pengelola wisata agro di Kota Batu. Jurnal Penyuluhan, 19(2), 275–289. https://doi.org/10.25015/19202347707

Kumar, S., Srivastava, A. K., Joshi, M. D., Pathak, M., Misra, V. K., & Kumar, D. (2024). Participatory approaches to agricultural research and extension services. Archives of Current Research International, 24(6), 241–255. https://doi.org/10.9734/acri/2024/v24i6782

Mukti, G. W., Kusumo, R. A. B., & Charina, A. (2023). Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Pertanian: Sebagai Upaya Regenerasi Petani Muda di Jawa Barat. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(2), 2976–2990. https://doi.org/10.25157/ma.v9i2.10805

Nawawi, F. A., Alfira, Z. N., & Anneja, A. S. (2022). Faktor Penyebab Ketidaktertarikan Generasi Muda pada Sektor Pertanian serta Penanganannya. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), 1, 585–593. https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/114

Nurholis, M. S., Anwarudin, O., & Makhmudi, M. (2020). Kapasitas petani padi dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 15(1), 53–72. https://doi.org/10.51852/jpp.v15i1.432

Purnama, A., Insan Noor, T., & Nurdin Yusuf, M. (2021). Analisis Rantai Pasok Cabai Rawit di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 8(2), 313–323. https://doi.org/10.25157/jimag.v8i2.5031

Salamah, U. (2021). Kontribusi Generasi Muda dalam Pertanian Indonesia. Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), 1(2), 23–31. https://doi.org/10.47701/sintech.v1i2.1064

van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1996). Agricultural Extension (2nd ed.). Oxford: Blackwell Science.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v8i2.24333

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: