Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan Wono Klampok Lestari melalui Adopsi Teknologi Fermentasi Terkontrol pada Pengolahan Kopi di Desa Klampok, Malang

Afifa Husna, Mochammad Amir Mochtar, Isa Abdullah Ahmad, Faidullah Ramadhan, Geovanny Zakaria Irfan, Fatihul Khoiri, Luthfia Rizqul Fadlila, Hachika Rahma Festy Basrulindani, Najwa Azizia Ilyas, Siti Solehatus Hanifah, Ihwannul Muslimin, Nadine Rahmalia Nuraisyah, Nurul Fitriyatul Mukarramah, Dinda Pasca Sang Saka, Karenina Althafunnisa, Gusti Karina Wahyudi, Ilmam Zul Fahmi

Abstract


Desa Klampok memiliki potensi perkebunan kopi Arabika seluas 450 hektar, namun pengelolaannya masih didominasi pola tradisional sehingga membatasi nilai tambah produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) "Wono Klampok Lestari" dalam mengolah kopi metode carbonic maceration menggunakan fermentor dengan sistem terkontrol (dilengkapi sensor pH, suhu, dan tekanan). Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi penyuluhan teori fermentasi terkontrol, demonstrasi praktik langsung, serta evaluasi berbasis pre-test, post-test, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Peralatan utama yang digunakan mencakup unit fermentor berkapasitas 120 kg cherry, sensor suhu, tekanan, dan pH, tabung CO₂, serta pengaduk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teoretis mitra yang signifikan pada seluruh indikator soal terkait konsep, tujuan, alat-bahan, tahapan produksi, hingga parameter kontrol. Sesi praktik langsung membuktikan keberhasilan adopsi teknologi, di mana mitra mampu mengoperasikan alat secara mandiri sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), yakni mulai dari pemuatan bahan, pembuangan oksigen, pemantauan otomatis tekanan, suhu, dan pH suaya mencapai target, hingga tahap pengeluaran lendir serta biji kopi. Dapat disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam mengoperasikan teknologi pascapanen kopi terkontrol. Disarankan agar mitra menerapkan SOP ini secara konsisten pada musim panen mendatang, sementara kegiatan pengabdian lanjutan disarankan berfokus pada penanganan pascafermentasi, uji cita rasa (cupping test), serta pengembangan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT).

Keywords


Carbonic Maceration, Fermentasi Kopi, KTH Wono Klampok Lestari, Fermentor Otomatis

References


Bressani, A. P. P., Martinez, S. J., Evangelista, S. R., Dias, D. R., & Schwan, R. F. (2018). Characteristics of fermented coffee inoculated with yeast starter cultures using different roasting conditions. LWT - Food Science and Technology, 92, 212-219.

De Bruyn, F., Sjostrom, S. L., Bobadilla, M., Mikael, L., Rahmdel, S., ... & De Vuyst, L. (2017). Exploring the impacts of postharvest processing on the microbiota and metabolite profiles during green coffee bean production. Applied and Environmental Microbiology, 83(1), e02398-16.

Haile, M., & Kang, W. H. (2019). The role of microbes in coffee fermentation and their impact on coffee quality. Journal of Food Quality, 2019, 1-15.

Lee, L. W., Cheong, M. W., Curran, P., Yu, B., & Liu, S. Q. (2015). Coffee fermentation and flavor–An intricate relationship. Food Chemistry, 185, 182-191.

Muzaifa, M., Hasni, D., & Rahmi, F. (2019). Karakteristik mutu kopi arabika fermentasi dengan penambahan ragi Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 29(3), 268-275.

Pereira, G. V. d. M., Soccol, V. T., Pandey, A., Medeiros, A. B. P., Lara, J. M. A. R., Gollo, A. L., & Soccol, C. R. (2014). Isolation in solid medium and screening of lactic acid bacteria and yeasts with potential to produce aroma compounds in coffee fermentation. Food and Bioprocess Technology, 7(7), 2039-2048.

Schwan, R. F., Fleet, G. H., & Hade, S. (2015). Cocoa and Coffee Fermentations. Boca Raton, FL: CRC Press.

Silva, C. F., Batista, L. R., Abreu, L. M., Dias, E. S., & Schwan, R. F. (2008). Succession of bacterial and fungal communities during natural coffee (Coffea arabica) fermentation. Food Microbiology, 25(8), 951-957.

Sunarharum, W. B., Williams, D. J., & Smyth, H. E. (2014). Complexity of coffee flavor: A compositional and sensory perspective. Food Research International, 62, 315-325.

Yusianto, Y., & Widyotomo, S. (2013). Mutu dan cita rasa kopi arabika hasil beberapa perlakuan fermentasi: Suhu, jenis wadah, dan penambahan biakan murni. Pelita Perkebunan (A Coffee and Cocoa Research Journal), 29(3), 220-239.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ag.v8i2.26676

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

____________________________________________________________________________________

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Universitas Galuh

Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274

Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787

Email: abdimasgaluh@gmail.com

 

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Atribution ShareAlike 4.0 Internasional License

____________________________________________________________________________

Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diindeks oleh: