KEJAHATAN SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL LAUT BERCERITA: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Fitriani Annisa, Nia Rohayati, Sirojul Munir

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kejahatan sebagai kritik sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan mengembangkan bahan ajar membaca novel berbasis kritik sosial untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Fase F. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel sebagai sumber data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk kejahatan yang ditampilkan dalam novel meliputi kekerasan fisik terhadap tokoh utama, penyiksaan sistematis oleh aparat negara, serta latar sosial yang brutal dan represif. Ketiga bentuk tersebut merepresentasikan kejahatan struktural yang dilembagakan oleh kekuasaan dan menjadi bentuk kritik sosial terhadap negara yang represif serta pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan bahan ajar membaca novel yang memuat materi, aktivitas pembelajaran, dan penilaian yang berorientasi pada pembentukan pemahaman kontekstual dan sikap kritis siswa. Bahan ajar disusun dengan mengacu pada prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan, serta divalidasi oleh guru Bahasa Indonesia sebagai layak digunakan dalam pembelajaran sastra. Pengembangan bahan ajar ini memberikan kontribusi terhadap pembelajaran sastra yang lebih aktual, reflektif, dan kontekstual. Dengan demikian, karya sastra tidak hanya dipahami sebagai teks fiksi semata, tetapi juga sebagai medium edukatif yang mampu membentuk kepekaan sosial, empati, dan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sejarah dan persoalan kemanusiaan di masyarakat.Kata Kunci: Kejahatan; Kritik Sosial; Novel; Bahan Ajar; Sastra AbstractThis study aims to describe the forms of crime as social criticism in the novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori and to develop novel reading teaching materials based on social criticism for high school Indonesian language learning. This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis methods applied to the novel’s text. The analysis reveals that the depicted crimes include physical violence, systematic torture by state authorities, and a brutal and repressive social background. These crimes are portrayed as a critique of repressive state power and violations of human rights. Based on these findings, teaching materials were developed that integrate values of humanity, social justice, and historical awareness into literature learning. The teaching materials are designed using the principles of relevance, consistency, and sufficiency and have been validated by teachers as appropriate for use in classroom settings. The development of these materials contributes to a more contextual, critical, and character-oriented literature learning experience. Therefore, literature serves not only as an aesthetic medium but also as an educational tool in fostering students’ social sensitivity and critical awareness.Kata Kunci: Crime; Social Criticism; Novel; Teaching Material; Literature  

Keywords

Kata Kunci: Crime; Social Criticism; Novel; Teaching Material; Literature

Full Text:

PDF

References

Daftar Pustaka

Buku:

Arendt, H. (1963). Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil. Penguin Books.

Bonger, W. A. (1981). Criminality and Economic Conditions. Indiana University Press.

Foucault, M. (1977). Discipline and Punish: The Birth of the Prison. Pantheon Books.

Galtung, J. (1990). Violence and Peace Research. Oslo: PRIO.

Gramsci, A. (1971). Selections from the Prison Notebooks. International Publishers.

Prastowo, A. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Diva Press.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi Suatu Pengantar. RajaGrafindo Persada.

Artikel Jurnal:

Agustin, B. A., & Raharjo, R. P. (2024). Rezim Orde Baru dalam novel Laut Bercerita. Jurnal Bahasa dan Sastra, 11(2), 45–57. https://doi.org/10.60155/jbs.v11i2.438

Akhirah, S. R., Setiadi, D., & Firdaus, A. (2023). Representasi gender dalam novel Laut Bercerita. Jurnal Ilmiah FONEMA, 6(2), 101–117. https://doi.org/10.25139/fn.v6i2.6518

Andani, N. S., Raharjo, R. P., & Indarti, T. (2022). Kritik sosial dan nilai moral dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.37304/enggang.v3i1.7832

Aritonang, M. (2022). Kritik sosial melalui karikatur @gejayanmemanggil. Jurnal Semiotic, 4(1), 45–59.

Dewi, R. T., & Widodo, A. (2021). Kritik sosial dalam novel Kado Terbaik. Jurnal Bahasa Indonesia, 15(2), 120–133.

Eagleton, T. (1988). Two approaches in the sociology of literature. Critical Inquiry, 14(3), 469–476. https://doi.org/10.1086/449051

Fadilah, L. L., Ramadhani, D., & Agus, C. (2025). Sociology of literature approach in Laut Bercerita. Lexeme: Journal of Linguistics and Applied Linguistics, 7(1), 179–184.

Hidayah, N., & Saputra, R. (2023). Pendidikan nilai melalui novel sejarah. Indonesian Journal of Education, 12(1), 33–47.

Kusuma, W., & Lestari, P. (2022). Efektivitas materi otentik dalam pengajaran sastra. Journal of Language and Education, 10(2), 89–103. https://doi.org/10.13135/jle.v10i2.3456

Marlina, S., & Firmansyah, D. (2023). Sastra dan pendidikan HAM di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 66–80.

Meyriska, A. S. (2023). Psikoanalisis novel Laut Bercerita. Pedagogy Review, 2(2), 75–77.

Permata, E. R., & Putra, D. (2022). Pengembangan bahan ajar sastra berbasis nilai sosial. Jurnal Pembangunan Pendidikan, 5(2), 150–168.

Putri, M., & Suryadi, I. (2021). Kekerasan simbolik dalam Pulang dan Laut Bercerita. Education and Development, 9(4), 262–270.

Ramadhan, T. H., & Aziz, N. (2023). Literasi kritis melalui novel sejarah. Journal of Critical Literacy, 3(1), 45–60. https://doi.org/10.5678/jcl.v3i1.2345

Rosida, S., & Hikam, A. I. (2023). Trauma dan ingatan kolektif dalam novel Laut Bercerita. Morfologi, 3(4), 120–133. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i4.1880

Safitri, N., Herlina, E., & Saroni. (2022). Hegemoni Gramsci dalam novel Laut Bercerita. Bahtera Indonesia, 7(2), 556–564.

Safitry, H., & Tjahjono, A. (2022). Kritik sosial dalam Re dan Perempuan. Jurnal Sastra Indonesia, 8(3), 200–213.

Sari, I. K., & Pratiwi, M. (2024). Peran guru dalam literasi sastra. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(1), 77–90.

Sijabat, A., Marsella, E., & Kudadiri, A. (2024). Motif konflik sosial dalam novel. Transformatika, 9(1), 189–206.

Susanti, E., & Haryanto, A. (2022). Analisis isi teks sastra menggunakan metode kualitatif. Jurnal Metodologi Pendidikan, 4(2), 99–112.

Syamimie, N., Purnamasari, H., & Amrullah, I. (2023). Pendidikan karakter dan nasionalis dalam sastra. KLAUSA, 7(1), 45–59.

Wijaya, P., & Gunawan, B. (2023). Pemanfaatan novel dalam kurikulum Merdeka. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 6(1), 15–28.

Wilyanti, L. S., Akhli, M. F., Farhan, D., & Padiah, H. (2023). Dinamika sosial dalam novel Laut Bercerita. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 3001–3006. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i1.7164

Refbacks

  • There are currently no refbacks.