KESANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM ANCIKA : DIA YANG BERSAMAKU 1995 KARYA PIDI BAIQ

Natasya Nizar Firdaus, Asep Hidayatullah, Siti Andini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa dalam tuturan antartokoh film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 karya Pidi Baiq berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dan menerapkan analisis isi sebagai teknik utamanya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat dialog antartokoh secara sistematis, lalu tuturan yang terkumpul dipilah ke dalam dua kategori besar: tuturan yang mematuhi dan yang melanggar enam maksim kesantunan, meliputi kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpati. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 data pematuhan (83%) dan 7 data pelanggaran (17%). Pematuhan tertinggi ditemukan pada maksim pujian (21%), yang menggambarkan para tokoh konsisten mengutamakan penghargaan kepada mitra tutur. Pelanggaran terbanyak juga terdapat pada maksim pujian (29%), berupa tuturan yang memaksimalkan kecaman dan merendahkan orang lain. Dominasi pematuhan prinsip kesantunan mencerminkan nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi keharmonisan sosial, sebagaimana tampak melalui ungkapan silih asih, silih asah, dan silih asuh dalam interaksi antartokoh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi kajian pragmatik dan bahan ajar kesantunan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Keywords

analisis, prinsip kesantunan berbahasa, film.

Full Text:

PDF

References

Akbar, M. H., & Sariyati, I. (2017). Kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa masyarakat Sunda dalam dialog percakapan. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 14(1), 89–114.

Asra, F. A., Charlina, C., & Sinaga, M. (2024). Pematuhan kesantunan berbahasa dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 284–290.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Hasanah, U. (2022). Pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam film Rentang Kisah karya Gita Savitri Devi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 33–42.

Hendaryan. (2015). Ekspresi kesantunan dalam tuturan bahasa Indonesia oleh penutur dwibahasawan Sunda. Disertasi. Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Hidayatullah, A., Anshori, D. S., & Sastromiharjo, A. (2025). Sundanese cultural values in paribasa as a guide to language politeness: An ethnopragmapedagogy approach. Studies in English Language and Education, 12(3), 1612–1629. https://doi.org/10.24815/siele.v12i3.41872

Hidayatullah, A., Anshori, D. S., & Sastromiharjo, A. (2026a). Forms and functions of politeness in the language of Sundanese ethnic students: Patterns, frequency, and influence. Review of Integrative Business and Economics Research, 15(2), 263–277.

Hidayatullah, A., Anshori, D. S., & Sastromiharjo, A. (2026b). The influence of language politeness on the effectiveness of student communication in academic discussions and gender-based politeness differences. Review of Integrative Business and Economics Research, 15(3), 236–249.

Leech, G. (1993). Prinsip-prinsip pragmatik (M. D. D. Oka & S. Setyapranata, Trans.). Jakarta: UI-Press.

Maula, R. F. (2023). Kesantunan berbahasa dalam dialog antartokoh pada film Say, I Love You karya Faozan Rizal: Kajian sosiopragmatik. Jember: Repository Universitas Jember.

Nazifah, N., Saleh, M., & Wijayanti, T. (2024). Analisis kesantunan berbahasa dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja. Pinisi Journal of Art, Humanity, and Social Studies, 4(6), 149–159.

Saputra, A. (2014). Kajian film sebagai media komunikasi massa audio-visual. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Utami, D., & Fatmawati, F. (2023). Kesantunan berbahasa warganet di kolom komentar Instagram @nadiemmakarim. Jurnal Sinestesia, 13(1), 441–456.

Yana, R., Fitriani, S., & Hidayat, M. (2023). Nilai promise-keeping sebagai indikator kesantunan berbahasa dalam komunikasi interpersonal. Jurnal Komunikasi dan Bahasa, 7(1), 44–59.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.