NILAI NILAI KEARIFAN LOKAL KESENIAN SINTREN DI DESA JADIKARYA KEAMATAN LANGKAP LANCAR KABUPATEN PANGANDARAN

Nur Anwar Musadad, Yat Rospia Brata, Agus Budiman

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kesenian Sintren di Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dan untuk mengungkapkan nilai-nilai kearifan lokal kesenian Sintren di Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Metode pada penelitian ini menggunakan metode Kualitatif yaitu (1) Heuristik, (2) Kritik, (3) Interpretasi, dan (4) Historiografi. Pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini adalah (1) Studi Pustaka; dan (2) studi lapangan, yang terdiri dari (a) teknik observasi, (b) teknik wawancara atau interview. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Sintren telah berkembang, sedangkan nilai-nilai kearifan lokal dari kesenian Sintren adalah (1) Nilai religi, (2) Nilai Sosial Kemasyarakatan. (3) Nilai Seni. (4) Nilai Sejarah. (5) Nilai Budaya. (6) Nilai Ekonomi. (7) Nilai Pengetahuan dan Pendidikan. (8) Nilai Hiburan Adapun manfaat dari hasi penelitian ini adalah sebagi bahan informasi  sejarah budaya tentang Kesenian Sintren di Desa Jadikarya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran dan diharapkan agar masyarakat sepatutnya merasa bangga memiliki, mencintai dan selalu melestarikannya sebagai ketahanan dan entitas budaya lokal suatu daerah atau wilayah.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku:

Dyah Komala. 2013. Sintren Keindahan Seni Budaya Cirebon. Yogyakarta: Deepublisah.

Geger Riyanto. 2018. Asal Usul Kebudayaan. Malang: Intran Publishing Wisma kalimetro.

Koentjaraningrat. 1980. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Kuntowijoyo. 2005. Metodologi Penelitian Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Karimatus Saidah. 2020. Nilai-Nilai kerifan masyarakat indonesia dan implementasinya dalam pendidikan. Banyuwangi: LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy.

Priyadi, S. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Profile Desa Jadikarya. 2019. Profile Desa Jadikarya. Pangandaran: Arsip Desa

Ridwan Effendi. 2013. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun Kamus. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia,ed 3, cet.4. Jakarta: Balai pustaka.

Yunus, Rasid. 2014. Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa (Studi Empiris Tentang Huyula. Yogyakarta: Deepublish.

Jurnal :

Aditama, L. D. (2016). Kesenian Sintren Sebagai Kearifan Lokal Ditinjau Dari Meta Fisika Anton Bakker. Jurnal Peneltian Humaniora, 21(1), 59.

Aditama, L. D. (2017). Kesenian Sintren Sebagai Kearifan Lokalditinjau Dari Metafisika Anton Bakker. Jurnal Penelitian Humaniora, 21(1). https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.13106

Affandy, S. (2019). Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Meningkatkan Perilaku Keberagamaan Peserta Didik. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 2(2), 69–93. https://doi.org/10.15575/ath.v2i2.3391

Ahimsa-Putra, H. S. (2019). Bahasa, Sastra, Dan Kearifan Lokal Di Indonesia. Mabasan, 3(1), 30–57. https://doi.org/10.26499/mab.v3i1.115

Devinna Riskiana Aritonang, L. H. P. (2020). Nilai Kearifan Lokal Dan Upaya Pemertahanan Budaya “Marsalap Ari” Dalam Menjalin Solidaritas Antar Sesama Di Desa Paringgonan Sebagai Bahan Ajar Pembentukan Karakter Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(1), 25–28. https://doi.org/10.32696/ojs.v5i1.398

Dyah Komala Laksmiwati, C. C. (2013). Sintren Keindahan Seni Budaya Cirebon (B. Irianto (ed.)).

Ghofur, A., & Rini, S. (2015). Omodifikasi Sintren Kumar Budoyo Dalam Arus Modernisasi. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 4(1).

Hasanah, R. (2019). Kearifan Lokal Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Desa Sade Kabupaten Lombok Tengah. DESKOVI : Art and Design Journal, 2(1), 45. https://doi.org/10.51804/deskovi.v2i1.409

Hendro, E. P. (2018). Membangun Masyarakat Berkepribadian di Bidang Kebudayaan dalam Memperkuat Jawa Tengah sebagai Pusat Kebudayaan Jawa. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 1(2), 149. https://doi.org/10.14710/endogami.1.2.149-165

Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Sekolah. Jurnal Satwika, 3(2), 155. https://doi.org/10.22219/satwika.vol3.no2.155-164

Latar, P. A., & Masalah, B. (n.d.). Nilai Nilai Pendidikan Islam Pada Kesenian Sintren Di Cirebon. 1–112.

Njatrijani, R. (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang Gema Keadilan Edisi Jurnal Gema Keadilan Edisi Jurnal. Gema Keadilan Edisi Jurnal 17, 5(September), 16–31.

Nurlelasari, D., Herlina, N. H., & Sofianto, K. (2017). Seni Pertunjukan Sintren di Kabupaten Indramayu dalam Perspektif Historis. Panggung, 27(1). https://doi.org/10.26742/panggung.v27i1.229

Priyadi, S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Sejarah. Ombak.

Rohmah, F. N., & Iryanti, V. E. (2015). Nilai Estetis Pertunjukan Kesenian Sintren Retno Asih Budoyo Di Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Jurnal Seni Tari, 4(1), 1–15.

Saidah. (2020). kearifan lokal.

Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2021). Regenerasi Kearifan Lokal Kesenian Lebon Sebagai Budaya Leluhur Pangandaran, Jawa Barat. Sosiohumaniora, 23(2), 158. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v23i2.24855

Sugeng priyadi. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Sejarah (dian qomajaya (ed.)). Ombak. www.penerbitombak.com

Sukmana, W. J. (2021). Metode Penelitian Sejarah (Metode Sejarah). Seri Publikasi Pembelajaran, 1(2), 1–4.

Sumarto, S. (2019). Budaya, Pemahaman dan Penerapannya. Jurnal Literasiologi, 1(2), 16. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v1i2.49

Syarifuddin, D. (2016). Nilai Budaya Batik Tasik Parahiyangan Sebagai Daya Tarik Wisata Jawa Barat. 14(2), 9–20. https://doi.org/10.17509/jurel.v14i2.8530

Sumber Lain:

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, Pasal 1 ayat 30 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.13106

Wawancara

Dadang. 50 Tahun. Kepala Desa. Wawancara tanggal 20 Juni 2022.

Kacung. 60 Tahun. Pawang Sintren. Wawancara tanggal 13 Juli 2022.

Adnan. 40 Tahun. Kendang Sintren. Wawancara tanggal 16 Juli 2022.

Rasimun. 55 Tahun. Pendiri Sintren. Wawancara tanggal 20 Juli 2022.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/j-kip.v4i1.8871

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.