PENGARUH PEMBELAJARAN PENJAS DAN KELENGKAPAN SARANA PRASARANA TERHADAP KEBUGARAN SISWA (Studi Pada SDN Se- Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut)

M. Dikdik Adikarnia

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran penjas dan kelengkapan
sarana prasarana terhadap peningkatan kebugaran siswa di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten
garut. Adapun masalah penelitian adalah 1) Seberapa besar pengaruh pembelajaran penjas terhadap
peningkatan kebugaran siswa sekolah dasar di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut; 2)
Seberapa besar pengaruh kelengkapan sarana prasarana terhadap peningkatan kebugaran siswa
sekolah dasar di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. 3) Seberapa besar pengaruh
pembelajaran penjas dan kelengkapan sarana prasarana terhadap peningkatan kebugaran siswa
sekolah dasar di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode
analitik deskripsi kuantitatif dan verifikatif., dengan teknik analisis data, yaitu analisis korelasi dan
analisis regresi ganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa; (1) Pembelajaran penjas (X 1 ) berpengaruh
terhadap peningkatan kebugaran siswa sekolah dasar (Y) di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten
Garut. (Y) dengan nilai pengaruh sebesar 53,3% ; (2) Kelengkapan sarana prasarana (X 2 )
berpengaruh terhadap peningkatan kebugaran siswa sekolah dasar (Y) di Kecamatan Karangpawitan
Kabupaten Garut, dengan nilai pengaruh sebesar 47,5 % ; (3) Pembelajaran penjas (X 1 ) dan
Kelengkapan sarana prasarana (X 2 ) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kebugaran siswa
sekolah dasar (Y) di Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, dengan nilai pengarug sebesar
56,5 % ; dan (4) terdapat perbedaaan pengaruh antara pembelajaran penjas dan kelengkapan
sarana prasarana terhadap peningkatan kebugaran siswa sekolah dasar di Kecamatan
Karangpawitan Kabupaten Garut
.
Kata kunci : Pembelajaran Penjas, Kelengkapan Sarana Prasarana, Kebugaran Jasmani.


Full Text:

Download

References


Aunurrahman. (2011). Belajar dan

Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Budiningsih, C. (2004). Belajar dan

Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Depdikbud. (1996). Petunjuk Peneingkatan

Mutu Pendidikan di SD. Jakarta : Dirjen

Dikdas dan Menum, Direktorat Dikdas,

Depdikbud.

Irianto. DP (2000). Panduan Latihan

Kebugaran (Yang Efektif dan Aman).

Yogyakarta: Lukman Offset.

Husdarta, S. (2011). Manajemen Pendidikan

jasmani. Bandung: Alfabeta

__________(2010). Belajar dan Pembelajaran

Pendidikan jasmani dan Kesehatan.

Bandung:Dewa Ruchi.

Iskandar, Primana, Tilarso, Moeloek. (1999).

Panduan Teknis Tes dan Latihan

Kesegaran jasmani. Jakarta : Kantor

Menpora.

Johana, K. & Supandi. (1990). Pengantar

Sosiologi Olahraga. Bandung: FPOK IKIP

Bandung.

Purnomo. A. (1995). Buletin Kesegaran

Jasmani Edisi 2/tahun II: Pengaruh

Kesegaran Jasmani Terhadap Prestasi

Belajar Siswa SMP. Jakarta: Pusat

Kesegaran Jasmani dan Rekreasi

Depdikbud.

Soepartono. (2000). Media Pembelajaran.

Departemen Pendidikan Nasional Direktur

jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sumosardjuno, S. (1990). Pengetahuan Praktis

Kesehatan Dalam Olahraga. Jakarta: PT

Bina Cipta.

Surachmad, W. (1989). Pengantar Penelitian

Ilmiah Dasar Metoda Tekhnik Bandung.

Transito.

UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Sisdiknas.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di Index oleh :

-------------------------------------------------------------------------------------------------------