PENGARUH IKLIM KERJA DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU (Studi pada MA di Kabupaten Cilacap)

Moh. Ridwan

Abstract


Permasalahan pada penelitian ini adalah belum optimalnya kinerja guru di MA Kabupaten
Cilacap, terutama yang berkaitan dengan perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja
mengajar guru. Berdasarkan observasi di lapangan tentang kinerja guru Pada MA Di Kabupaten
Cilacap masih perlu ditingkatkan. Hal tersebut diduga faktor-faktor penyebabnya yaitu sebagai
berikut: 1) Kepribadian dan dedikasi guru masih perlu ditingkatkan contohnya; masih ada beberapa
guru dalam bekerja hanya memenuhi tugas dan kewajiban kerja, tanpa memikirkan inovasi,
perkembangan dan kemajuan sekolah. 2) Pengembangan profesi guru masih perlu ditingkatkan,
contohnya; masih ada guru yang menerapkan pola lama, seperti gaya mengajar tradisonal, tidak ada
inisiatif untuk mengembangkan diri, tidak melanjutkan pendidikan, tidak mau menyempatkan diri
untuk mengikuti kegiata-kegiatan ilmiah seperti seminar, loka karya dan kegiatan akademik lainnya.
3) Kemampuan mengajar guru masih perlu dikembangkan, contohnya; gaya mengajar guru
menjenuhkan dan monoton, sehingga siswa belajar kurang semangat dan tidak menyenangkan. 4)
Antar hubungan dan komunikasi guru perlu diharmoniskan, contohnya; pada sekolah-sekolah
tertentu, ada beberapa guru yang belum terbiasa berkomunikasi dengan baik.
Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; 1) Pengaruh iklim kerja terhadap kinerja
guru diperoleh nilai sebesar 28,4 %, nilai tersebut termasuk dalam kategori rendah. 2) Pengaruh
budaya sekolah terhadap kinerja guru sebesar 53,7 %, nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup
kuat. 3) Pengaruh iklim kerja dan budaya sekolah terhadap kinerja guru di MA Kabupaten Cilacap
sebesar 55,1 %, nilai tersebut termasuk dalam kategori cukup kuat.
Kata kunci : Iklim, Budaya, Kinerja, Guru, Sekolah.


Full Text:

Download

References


A. Tabrani Rusyan. 1990. Profesionalisme

Tenaga Kependidikan, Bandung: Yayasan

Karya

Arief, Barda Nawawi. 1996. Bunga Rampai

Kebijakan Hukum Pidana. Citra Aditya

Bakti.

Arifin, Anwar. 2003. Memahami Paradigma

Baru Pendidikan Nasional Dalam UU

Sisdiknas.Jakarta : Depag RI

Bafadal, Ibrahim. 2003. Seri Manajemen

Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis

Sekolah. Peningkatan Profesionalisme

Guru Sekolah Dasar. Jakarta. Bumi

Aksara

Baran, J. Stanley & Dennis K. Davis. 2000.

Mass Communication Theory:

Foundations, Ferment and Future.

California: Wadsworth Publishing

Company.

Bodie, Zvi and Kane, Alex, Investment, Irwin

Publisher, 1996, third edition

Boediono dan Wayan Koster. 2001. Statistika

Dan Probabilitas. Bandung: PT. Remaja

Rosda Karya.

Davis, K. & Newstrom, J.W,. 2000. Perilaku

dalam Organisasi, Edisi ketujuh.

Jakarta: Penerbit Erlangga.

Davis, Keith, 1992, Fundamental Organization

Behavior. MeGraw-Hill Company, New

Delhi.

Depdiknas, 2001: Manajemen Peningkatan

Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah

Fathurrohman, Pupuh dan Suryana, Aa. 2012

Guru Profesional. Bandung:Refika

Aditama.

Gibson, J.L., Ivanhovich J.M., Donnelly, J.L.,.

Organisasi : Perilaku, Struktur,

Proses. Alih Bahasa Nunuk Ardiani, Edisi

kedelapan, Jilid II Binarupa Insani.

M. Ngalim Purwanto 1988 Psikologi

Pendidikan, Penerbit Remadja (RK)

Karya CV. Bandung.

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2004. Perilaku

dan Budaya Organisasi. Refika

Aditama:Bandung.

Masrun. 1979. Reliabilitas dan Cara-cara

Menentukannya. Yogyakarta : UGM Press.

Mohyi, Achmad. 1999. Teori dan perilaku

Organisasi. UMM Press. Malang

Mukhtar, dkk. 2003. Sepuluh Kiat Sukses

Mengajar di Kelas. Jakarta : Nimas

Multima.

Mulyasa, E. 2004. KBK Konsep, Krakteristik,

dan Implementasi. Bandung : Rosdakarya

Ndraha, Talidziduhu. 1997. Budaya Organisasi.

Rineka Cipta. Jakarta.

Nimran, Umar. 2004. Perilaku Organisasi,

Cetakan Ketiga, CV. Citra

Media:Surabaya.

Patterson G. I., Deal. J., Chandler V. L., 1995.

Paramutation, an allelic interaction, is

associated with a stable and heritable

reduction of transcription of the maize b

regulatory gene. Genetics 135, 881-894.

Poerwadarminta. 2005. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai pustaka

Prawirosentono.S, 1999. Manajemen Sumber

Daya Manausia, Kebijakan Kinerja

Karyawan. BPFE, Yogyakarta.

Riduwan. 2008. Dasar-dasar Statistika.

Bandung: Alfa Beta.

Robbins, Stephen P., 1999. Perilaku

Organisasi: Konsep, Kontroversi, Aplikasi,

PT Prenhallindo, Jakarta.

Samsudin, Sadili, 2006. Manajemen Sumber

Daya, Bandung: Pustaka Setia

Sanjaya, Wina, 2005, Pembelajaran dalam

Implementasi Kurikulum Berbasis

Kompetensi, Edisi Pertama Cetakan

Kedua, Kencana Prenada Group, Jakarta

Setiaji, B. 2004. Panduan Riset Dengan

Pendekatan Kuantitatif. Surakarta:

Program Pascasarjana UMS.

Sugiyono 2006. Metode Penelitian

Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian

Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya.

Jakarta: Bumi Aksara.

Surakhmad. Winarno. 1989. Pengantar

Penelitian-Penelitian (Dasar Metode

Teknik). Bandang:Tarsito.

Syaiful Bahri Djamarah. 2000. Prestasi Belajar

Dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha

Nasional.

______dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar

Mengajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

_______2008. Psikologi Belajar. Jakarta:

Rineka Cipta

UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

UUSPN No. 20/2003 Bab XI Pasal 39 Ayat 2

Veithzal Rivai dan Jauvani Sagala. 2009.

Manajemen Sumber Daya Manusia untuk

Perusahaan Dari Teori ke Praktik. Jakarta

: PT Rajagrafindo Persada.

Werther, William B dan Davis, Jr. Keith. 1996.

Human Resources And Personnel

Management.(5

th

edition) McGraw-Hill,

Inc. (International edition) United States of

America.

Zahera Sy, 1997. Hubungan konsep diri dan

kepuasan kerja dengan sikap guru dalam

proses belajar mengajar, Ilmu Pendidikan,

jilid 4 Nomor 3 hal. 183-194.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di Index oleh :

-------------------------------------------------------------------------------------------------------