PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA BONEKA PADA SISWA KELAS VII-G SMP NEGERI 13 TASIKMALAYA TAHUN AJARAN 2013/2014

SUSI SUSILAWATI

Abstract

Berdasarkan analisis data penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa dengan menggunakan media boneka, keterampilan bercerita siswa meningkat sebesar sebesar 7,8%. Pada siklus I, nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 73,4%, sedangkan pada siklus II, hasil yang dicapai sebesar 81,2%. Perilaku yang ditunjukkan siswa pun berubah setelah diberikan tindakan. Siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran, bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya, tidak gugup atau grogi dan semakin percaya diri ketika bercerita di depan kelas. Dari hasil penelitian tersebut, saran yang dapat direkomendasikan antara lain 1) para guru Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya mencoba menggunakan media boneka sebagai pemilihan variasi strategi pembelajaran bercerita agar siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti pembelajaran; 2) antarguru mata pelajaran saling bekerja sama dalam menggabungkan kompetensi dasar yang ada, seperti halnya yang telah dilakukan peneliti yaitu menggabungkan antara pelajaran bahasa Indonesia dan seni rupa; 3) para pakar atau praktisi bidang pendidikan bahasa dapat melakukan penelitian yang sejenis dengan teknik pembelajaran yang berbeda, misalnya bercerita menggunakan media komik, bercerita menggunakan media gambar dan lain sebagainya, sehingga didapatkan berbagai alternatif teknik pembelajaran keterampilan bercerita untuk menambah khazanah ilmu bahasa.Kata Kunci: keterampilan berbicara, keterampilan bercerita dan media boneka

Full Text:

PDF INDONESIA

References

Arsjad, Maidar G. dan Mukti. 1988. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP dan MTs. Jakarta: Depdiknas.

--------. 2004. Bahan Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi

Guru SMP Bahasa Indonesia dan Sastra Pengembangan Keterampilan berbicara. Jakarta: Depdiknas.

Fetiningrum, Rita Sari. 2005. Peningkatan Kemampuan Mengungkapkan

Kembali Isi Cerita Melalui Media Panggung Boneka Pada Siswa Kelas B Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 22 Kabupaten Batang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Handayu, Tuti. 2001. Memakanai Cerita Mengasah Jiwa. Solo: Era Intermedia.

Kelompok Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. 1991. Evaluasi Pengajaran Sastra Indonesia. Malang: YA3.

Mulyantini, F.M. 2004. Peningkatan Kemampuan Bercerita dengan

Menggunakan Media Kerangka Karangan pada Siswa Kelas IIA SLTP Negeri 21 Semarang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Nurgiantoro, Burhan. 2001. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Edisi ketiga. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Nurhadi. Kurikulum 2004: Pertanyaan dan Jawaban. Jakarta: Grasindo.

Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2005. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sumarwati. 1999. Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Teknik Bermain Peran di SLTP N 8 Pati. Skripsi. IKIP Semarang.

Syafi’ie, Imam. 1993. Terampil Berbahasa Indonesia I. Petunjuk Guru Bahasa Indonesia SMU Kelas I. Jakarta: Departemen dan Kebudayaan.

Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Kompetensi Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Djago dkk. 1997. Pengembangan Keterampilan Berbicara. Jakarta: Depdikbud Bagian Proyek PenataranGuru SLTP Setara DIII.

Tarigan, H.G. 1981. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Yuniawan, Tommi. 2002. Paparan Perkuliahan Retorika. Semarang; FBS Unnes.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.