UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MENYIMAK KHOTBAH MELALUI METODE RESITASI (Penelitia Tindakan Kelas di Kelas IX-E SMP Negeri 3 Tasikmalaya)

Yeni Yustini

Abstract


Berhasil tidaknya pembelajaran sangat tergantung kepada kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Guru merupakan ujung tombak paling depan dalam mewujudkan keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. Salah satu kompetensi siswa yang ditingkatkan melalui Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Materi Menyimak Khotbah dengan menggunakan Metode Resitasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah. Rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan Metode Resitasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan Metode Resitasi dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menyimak Khotbah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan melakukan 2 (dua) siklus tindakan, yang pada setiap siklus dilakukan melalui tahapan yaitu perencanaan (planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observation), Refleksi(Reflecting). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi kepada siswa dan observasi guru, tes hasil belajar dan pengisian angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses belajar terjadi peningkatan rata –rata skor 2. 4 pada pra siklus menjadi 3. 6 pada siklus 1 atau meningkat 1. 2 atau 24% . Proses pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata skor menjadi 4. 4 atau dengan kata lain meningkat 0. 8 atau 16% . Penggunaan Metode Resitasi juga terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siawa pada materi Menyimak Khotbah, peningkatan rata-rata dari 63,51 pada pra tindakan menjadi 76,84 pada siklus 1 atau dengan kata lain hasil belajar siswa meningkat 13,33 dengan ketuntasan menjadi 63%. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran makin meningkat pada siklus 2 dengan peningkatan rata-rata menjadi 86 atau dengan kata lain meningkat 9. 16 dan ketuntasan menjadi 89%. Demikian pula siswa merespon dengan baik penggunaan Metode Resitasi. Hal ini dibuktikan dari hasil pengamatan terhadap aktivitas siswa yang menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan proses pembelajaran melalui tindakan penggunaan Metode Resitasi dari siklus ke siklus menunjukkan kemajuan dan peningkatan. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 48. 4% meningkat sebesar 26. 8% menjadi 75. 2% pada siklus 2

Full Text:

PDF

References


Abdurrohman, Mulyono (1999). Pendidikan bagi Anak Berkesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi (2006). Penelitian Tindakan Kelas Jakarta: PT Bumi Aksara,

Arikunto, Suharsimi (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (2006). Jakarta: Rineka Cipta.

Basrowi, Suwandi (2008). Prosedur Penelitian Tindakan Kela. Anggota IKAPI: Ghalia Indonesia.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi. II (2001). Jakarta: Balai Pustaka.

Dimyati dan Mudjiono (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, Sukmadinata, Nana Syaodih (2004). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dja’far, Zainuddin (1995). Didaktik Metodik. Pasuruan: Garoeda Buana Indah,

Moeliono, Anton M, dkk. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Yudhistira, D. (2012). Menyusun Karya Tulis Ilmiah Penelitian Tindakan Kelas Yang Memenuhi Kriteria “APIK”. Ciamis: CV. Mulya Abadi.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v6i2.2974

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License