GAMBARAN PENYEBAB BAYI LAHIR MATI (STILLBIRTH) PADA PROSES PERSALINAN

Selly Melasti Putri, Widya Maya Ningrum

Abstract


Stillbirth merupakan kematian bayi terjadi sebelum lahir, tetapi setelah kehamilan 20 minggu. Faktor penyebab stillbirth adalah faktor penolong, tempat persalinan dan penyulit persalinan. Data di Kabupaten Tasikmalaya, angka kejadian stillbirth tahun 2016 sebanyak 213 kasus (0.68%), pada 2017 sebanyak 187 kasus (0.6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyebab bayi lahir mati (stillbirth) pada proses persalinan di kabupaten Tasikmalaya tahun 2017. Penelitian ini bermanfaat bagi bidan sebagai tolak ukur dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan asuhan kebidanan pada ibu bersalin khususnya pada kasus kejadian lahir mati yang disebabkan karena proses persalinan.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mengalami bayi lahir mati sebanyak 187 kasus. Kemudian data dikumpulkan menggunakan data sekunder diperoleh dari buku KIA dan otopsi verbal kemudian dianalisis secara deskriptif berupa tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolong persalinan pada ibu dengan bayi lahir mati sebagian besar adalah bidan (71.1%), tempat persalinan pada ibu dengan bayi lahir mati sebagian besar di RSU (72.2%) dan Penyulit proses persalinan pada ibu dengan bayi lahir mati sebagian besar adalah letak bokong (10.7 %).Kesimpulan dari penelitian ini adalah kasus stillbirth sebagian besar penolong persalinan adalah bidan, bertempat di rumah sakit dan disebabkan oleh letak sungsang. Oleh karena itu bidan disarankan melakukan upaya sedini mungkin untuk pencegahan komplikasi pada ibu selama kehamilan, persalinan dan pada bayi dan mengoptimal pemberian pelayanan kebidanan seperti penyuluhan kepada ibu hamil pentingnya persalinan oleh nakes di fasilitas kesehatan.Stillbirth is an infant mortality occurring before birth, but after 20 weeks of pregnancy. Factors that cause stillbirth are the auxiliary factors and place of labor and complication of labor. Data in Tasikmalaya regency, the incidence of stillbirth year 2016 as much as 213 cases (0.68%), in 2017 as many as 187 cases (0.6%). The purpose of this study is to know the description of the cause of stillbirth in the birth process in Tasikmalaya district in 2017. This study is useful for midwives as a benchmark in improving the quality of services by providing midwifery care to mothers especially in cases of birth-causing deaths caused because of the labor process. This research type is quantitative with descriptive method. The population in this study of mothers who have stillborn infants as many as 187 cases. Then the data were collected using secondary data obtained from KIA book and verbal autopsy then analyzed descriptive. The results showed that maternity assistants in mothers with stillborn babies were mostly midwives (71.1%), maternal places with stillborn babies mostly in public hospitals (72.2%) and complications of delivery in mothers with stillbirths were mostly breech position (10.7%). The conclusion of this study is the case of stillbirth most of the birth attendants are midwives, housed in the hospital and caused by breech position. Therefore midwives are advised to make early efforts to prevent maternal complications during pregnancy, childbirth and infant and to optimize the provision of midwifery services such as counseling to pregnant women the importance of delivery by health workers in health facilities.

Keywords


Penyebab; Stillbirth; Persalinan

References


VOA Indonesia,. Sebagian Besar Kematian Bayi yang Baru Lahir Terjadi di Negara Berkembang. 2011 Tersedia dari https://www.voaindonesia.com/diakses tanggal 20 Februari 2018

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Profil kesehatan provinsi Jawa Barat tahun 2012, Bandung.Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Saiffudin, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,2010.

Chapman Vicky, Persalinan Dan Kelahiran Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC, 2013.

Anwar,Hubungan Kualitas Pemeriksaan Antenatal Dengan Kematian Perinatal di Kabupaten Banyumas, 2005.

Noorhalimah, Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Neonatal di Kabupaten Tapin, 2015

Djaja.dkk, Tren Lahir mati dan Kematian Neonatal di Indonesia hasil Survei Kesehatan tahun 1995-2007, 2009

Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmaya, Profil kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Tasikmalaya.Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, 2017

Depkes, Keputusan Menteri Kesehatan tentang registrasi dan praktik bidan. 2009 http://www.depkes.go.id

Lee, Anne C. et.all ,Community-based stillbirth rates and risk factors in rural Sarlahi, Nepal. International Journal of Gynecology and Obstetrics. International Journal of Gynecology and Obstetrics, 113(3), 199–204, 2011

Kulmala, The relationship between antenatal risk characteristics, place of delivery and adverse delivery outcome in rural Malawi. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 2000

Manuaba, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. EGC. Jakartam 2010

Fretts, et, all, Stillbirth :Common Causes and Prevention, 2007

Nugroho, Patologi Kebidanan. Nuha Medika. Yogyakarta, 2012

Benson, Ralph, Buku Saku Obstetri dan Ginekologi. EGC. Jakarta, 2009

Gardosi, Jason, et. All, Maternal and fetal risk factors for stillbirth: population based study. BMJ (Clinical research ed.) 2013

Saiffudin, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2009

Notoatmodjo, Metodologi penelitian kesehatan. PT Rineka Cipta. Jakarta.2001




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/jmph.v1i1.2003

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Midwifery Journal of Galuh University

Diterbitkan oleh :
Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Galuh
Jl. R.E Martadinata No.150 Ciamis 46251
Email : info.jmph@unigal.ac.id