PARTISIPASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA

Ahmad Averus, Dinda Alfina

Sari


Partisipasi politik masyarakat merupakan keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan politik, salah satunya adalah pemilihan Kepala Desa Pengasih. Patisipasi politik ini diwarnai meningkatnya angka golongan putih (Golput) kemudian rendahnya sosialisasi pemilihan kepala desa oleh panitia pemilihan, rendahnya kesadaran politik masyarakat dikarenakan pengetahuan yang kurang, serta adanya politik uang dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan partisipasi politik masyarakat di Desa Pengasih dan faktor-faktor yang mendorong partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan kepala desa di Desa Pengasih Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat di Desa Pengasih dipengaruhi oleh dua aspek penting yaitu kesadaran politik masyarakat dan keyakinan politik masyarakat. Adapun kesadaran politik masyarakat Desa Pengasih cenderung dipengaruhi letak wilayah sebab Desa Pengasih memiliki dua wilayah yang berbeda yaitu wilayah yang masih termasuk perdesaan dan wilayah yang sudah memasuki perkotaan. Masyarakat Desa Pengasih yang berada di wilayah perdesaan memiliki kesadaran politik yang rendah dibanding masyarakat Desa Pengasih yang masuk wilayah perkotaan. Sedangkan keyakinan politik terhadap pemerintah Desa Pengasih terbagi menjadi dua yaitu kepercayaan terhadap pemimpin dan anggapan masyarakat terhadap sistem politik. Hal lain yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat seperti kemauan politik, tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi

Kata Kunci


Partisipasi Politik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Mas’oed, Mochtar dan Mc Andrews Colin. (2008). Perbandingan Sistem Politik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nasution, (1992). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Sastroatmodjo, Sudjono. 1995. Perilaku Politik. Semarang: IKIP Semarang Press.

Surbakti, Ramlan. 2010. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT. Grasindo.

Sumber lain :

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi, diakses tanggal 29 September 2016 pukul 20.00 WIB

http://kulonprogonews.com/news/pilkades-di-kulonporogo-diwarnai-dugaan-praktik-politik-uang-berita-kulonprogo-news, yang diakses pada 26 September 2015 pukul 16.00 WIB

http://kulonprogonews.com/news/dugaan-politik-uang-pilkades-di-kulonprogo-bakal-sulit-dibuktikan-berita-kulonprogo-news/ yang diakses pada 10 September 2016 pukul 16.00 WIB

http://pengasih.kulonprogokab.go.id/article-121-tiga-desa-di-kecamatan-pengasih-menggelar-pilkades-tahun-2015.html, yang diakses 7 September 2016 pukul 16.00 WIB

http://pengasih.kulonprogokab.go.id/article-121-perolehan-suara-sementara-pilkades-wilayah-kecamatan-pengasih-tahun-2015.html, yang diakses 7 September 2016 pukul 16.30 WIB

http://politik.kompasiana.com/2013/09/19/mengapa-masyarakat-memilih-golput-593242.html, yang diakses 8 September 2016 pukul 14.00 WIB

http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/golput-adalah-bentuk-perlawanan-diam-6144667.html, diakses tanggal 8 September 2016 pukul 16.00 WIB

http://sorotkulonprogo.com/berita-kulonprogo-1122-warga-kecewa-kampanye-kades-tak-lakukan-pertemuan-langsung.html, yang diakses pada 10 September 2016 pukul 19.30 WIB

Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo No. 2 Tahun 2015 Tentang Kepala Desa.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/moderat.v6i3.3996

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.