Abstract
Tujuan penelitian ini memaparkan representasi Para Politisi Indonesia melalui topic perbincangan dalam acara Mata Najwa dengan topik “Negeri Jenaka” yang mendatangkan komedian ternama Cak Lontong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan dukungan kajian pustaka dan observasi guna memperkaya data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang meliputi teks, Discourse Practice, dan Sociocultural Practice. Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan mengenai representasi Politisi Indonesia yang digambarkan melalui acara Mata Najwa dalam topik bertajuk “Negeri Jenaka”. Dari perbincangan antara Najwa Shihab sang Moderator dengan Cak Lontong Bintang tamu pada malam itu merepresentasikan Politisi Indonesia dalam tiga karakter film anak “ si unyil”. Dimana cak lontong mengelompokan politisi Indonesia menjadi tiga kelompok, yang pertama politisi yang dikelompokan menjadi karakter si Unyil dalam serial anak, cak lontong menyebutnya dengan istilah playback. Lalu kelompok politisi yang kedua adalah karakter pak ogah yang diberi istilah flashback, dan yang terakhir kelompok politisi berkarakter Pak Ogah yang diberi istilah cashback. Dalam penelitian ini ditemukan aspek-aspek penelitian sesuai dengan teori yang digunakan kecuali aspek institusional, karena tidak ditemukan keterkaitan dengan institusi manapun pada objek penelitian.
References
Bugin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Denzin & Lincoln. (2009). Handbook of qualitative research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Djadjasudarma, T. Fatimah. 2006. Metode Linguistik Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung: PT. Eresco.
Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.
Eriyanto. 2003. Analisis Framing: Konstruksi, Ideology, dan Politik Media. Yogyakarta: LkiS.
Fairclough, Norman. 1995. Media Discourse. London: Edward Arnold.
Humaira, Hera Wahdah. 2018. Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun. A Van Dijk Pada Pemberitaan Surat Kabar Republika. Literasi. (2) :32-40
Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Edisi Revisi. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Pateda. 2011. Linguistik sebuah Pengantar. Bandung. Angkasa
Santoso, Anang. 2006. Bahasa, Masyarakat, dan Kuasa: Topik-topik Kritis dalam Kajian Ilmu Bahasa. Malang: Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.