ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PEMBERITAAN PHK 15.657 PEKERJA DI JAWA BARAT PADA KOMPAS.ID
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberitaan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat yang dimuat dalam Kompas.id menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya angka PHK yang tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga konstruksi wacana media yang berpotensi memengaruhi cara publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak terhadap teks berita Kompas.id, disertai teknik catat sebagai pendukung analisis. Data dianalisis melalui tiga dimensi Fairclough, yakni dimensi tekstual (pilihan diksi, struktur kalimat, kohesi, dan koherensi), praktik wacana (produksi, distribusi, dan konsumsi teks), serta praktik sosiokultural (situasional, institusional, dan sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahasa dalam berita membangun citra PHK sebagai krisis struktural yang melibatkan kebijakan pemerintah, tekanan global, dan kepentingan korporasi, dengan buruh diposisikan sebagai pihak paling terdampak. Pada tingkat praktik wacana, Kompas.id berperan sebagai mediator yang menyeimbangkan kritik serikat buruh dan klarifikasi pemerintah, sejalan dengan ideologi Journalism of Hope. Pada dimensi sosiokultural, teks merefleksikan relasi kuasa antara negara, pasar, dan buruh dalam sistem ekonomi-politik Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan literasi kritis. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya analisis wacana media sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap teks berita.
Refbacks
- There are currently no refbacks.



