ANALISIS RAGAM TUTURAN ANAK DI KOMUNITAS LAPAK BACA RUMAH KOCLAK CIAMIS

H. R Herdiana, U. Andi Mulyadi, Syahrul Ferdiana Noer

Abstract

Penggunaan bahasa pada anak mencerminkan perkembangan kemampuan linguistik, sosial, dan pragmatik mereka. Anak-anak cenderung menggunakan ragam bahasa yang berbeda sesuai dengan situasi dan lawan tutur, terutama ragam santai dan ragam resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tuturan anak di Komunitas Lapak Baca Rumah Koclak Ciamis serta menganalisis kemampuan anak dalam menyesuaikan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan penyuluhan berlangsung. Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5–13 tahun yang aktif mengikuti kegiatan literasi di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa santai lebih dominan digunakan anak dalam interaksi dengan teman sebaya, ditandai dengan penggunaan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan intonasi ekspresif. Sementara itu, ragam bahasa resmi muncul ketika anak berinteraksi dengan relawan atau orang dewasa dalam situasi yang lebih terstruktur. Selain itu, ditemukan fenomena alih kode dan campur kode yang menunjukkan proses perkembangan bahasa anak yang masih berlangsung. Keberadaan lingkungan literasi terbukti berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kesadaran berbahasa serta kemampuan menyesuaikan ragam tuturan sesuai konteks sosial.

Keywords

Literasi, Ragam Resmi, Ragam Santai, Ragam Tuturan, Sosiolinguistik Anak.

Full Text:

PDF

References

Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Coulmas, F. (2013). Sociolinguistics: The study of speakers’ choices (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Hoff, E. (2014). Language development (5th ed.). Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning.

Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). London: Routledge.

Hymes, D. (1974). Foundations in sociolinguistics: An ethnographic approach. Philadelphia: University of Pennsylvania Press.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ochs, E., & Schieffelin, B. B. (1984). Language acquisition and socialization: Three developmental stories. Dalam R. A. Shweder & R. A. LeVine (Eds.), Culture theory: Essays on mind, self, and emotion (hlm. 276–320). Cambridge: Cambridge University Press.

Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhardi. (2013). Pengantar linguistik umum. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sumarsono. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tarigan, H. G. (2015). Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Trudgill, P. (2000). Sociolinguistics: An introduction to language and society (4th ed.). London: Penguin Books.

Wardhaugh, R. (2006). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Malden, MA: Blackwell Publishing.

Wijana, I. D. P., & Rohmadi, M. (2013). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yule, G. (2010). The study of language (4th ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Refbacks