ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP BERITA KETAHANAN PANGAN INDONESIA DALAM KONTEKS KONFLIK TIMUR TENGAH: PERSPEKTIF NORMAN FAIRCLOUGH

Ujang Andi Mulyadi, Agus Hamdani

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara kritis wacana media mengenai ketahanan pangan Indonesia dalam konteks ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data penelitian berupa teks berita yang memuat pernyataan Zulkifli Hasan terkait kemandirian pangan nasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, wacana dibangun melalui penggunaan diksi positif, repetisi, dan modalitas tinggi seperti “aman”, “surplus”, dan “tidak bergantung” untuk menciptakan narasi dominan tentang stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Pada level praktik diskursif, media cenderung mereproduksi wacana resmi pemerintah dengan menempatkan negara sebagai aktor utama yang otoritatif, sementara aktor lain seperti pedagang hanya dimarginalkan sebagai pelengkap narasi. Pada level praktik sosial, wacana ini mencerminkan ideologi nasionalisme ekonomi dan stabilitas politik, serta berfungsi sebagai alat legitimasi kebijakan pemerintah di tengah ketidakpastian global.Namun demikian, analisis juga menemukan adanya kontradiksi antara narasi kemandirian pangan dengan realitas ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas tertentu seperti gandum dan kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa wacana media tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga konstruktif dan ideologis, yang berperan dalam membentuk persepsi publik serta mempertahankan relasi kekuasaan antara negara dan masyarakat. Dengan demikian, media menjadi arena strategis dalam produksi dan reproduksi kekuasaan melalui bahasa. 

Keywords

analisis wacana kritis, media, ketahanan pangan, ideologi, relasi kuasa

Full Text:

PDF

References

Fairclough, N. (1992). Discourse and social change. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. Edward Arnold.

Fairclough, N. (2001). Language and power (2nd ed.). Longman.

Fairclough, N. (2003). Analyzing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.

Fairclough, N. (2010). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Gee, J. P. (2014). An introduction to discourse analysis: Theory and method (4th ed.). Routledge.

van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. Sage Publications.

van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.

Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). Sage Publications.

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKiS.

Santoso, A. (2012). Studi bahasa kritis: Menguak bahasa membongkar kuasa. Mandar Maju.

Sobur, A. (2009). Analisis teks media: Suatu pengantar untuk analisis wacana, analisis semiotik, dan analisis framing. Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

ANTARA. (2026, Maret 28). Ada perang, Zulhas pastikan RI tak bergantung pangan dari Timur Tengah.

Refbacks