PARALELISME DALAM PUISI ADA APA DENGAN KALIAN KARYA GUS MUS: KAJIAN STILISTIKA DEOTOMATISASI JAN MUKAROVSKY

U. Andi Mulyadi, Asep Nurjamin, Lina Siti Nurwahidah, Siti Nadiah, Endah Pujianti

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk paralelisme dalam puisi Ada Apa dengan Kalian karya K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) serta menjelaskan fungsi estetik dan maknanya berdasarkan teori stilistika deotomatisasi Jan Mukarovsky. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa satuan-satuan bahasa yang mengandung paralelisme pada tingkat kata, frasa, klausa, kalimat, dan bait dalam puisi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan bentuk-bentuk paralelisme berdasarkan konsep foregrounding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paralelisme merupakan bentuk foregrounding yang dominan dalam puisi tersebut. Bentuk paralelisme yang ditemukan meliputi paralelisme repetitif, sintaktis, antitesis, enumeratif, argumentatif, dan pronominal. Paralelisme tersebut berfungsi membangun irama, kohesi teks, penekanan makna, serta memperkuat kritik sosial-keagamaan yang disampaikan penyair. Melalui pengulangan dan kesejajaran struktur bahasa, Gus Mus menyoroti kontradiksi antara kesalehan simbolik dan kesalehan substantif dalam kehidupan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paralelisme tidak hanya berperan sebagai perangkat estetis, tetapi juga sebagai strategi ideologis yang efektif dalam menyampaikan pesan moral, kemanusiaan, dan kritik terhadap formalisme agama.

Keywords

paralelisme, stilistika, foregrounding, Jan Mukarovsky, Gus Mus

Full Text:

PDF

References

Adriansyah, M. H., Holila, Z. C., & Julianto, I. R. (2025). Nilai-nilai sosial dalam puisi Sujud karya Gus Mus. Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra), 1(4).

Burkhardt, A. (2019). The pragmatics of literary communication. De Gruyter.

HY, M., Zuriyati, Z., & Rohman, S. (2020). Konstruk religi dalam sudut pandang Mustafa Bisri di era 4.0 sesuai pendekatan semiotika budaya. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(4).

Jeffries, L., & McIntyre, D. (2019). Stylistics (2nd ed.). Cambridge University Press.

Leech, G. N. (2016). A linguistic guide to English poetry (Routledge Classics ed.). Routledge.

Meniailo, V. (2020). I. V. Arnold’s theory of foregrounding and its application to text analysis. Interlitteraria, 25(1), 42–56. https://doi.org/10.12697/IL.2020.25.1.4

Simpson, P. (2014). Stylistics: A resource book for students (2nd ed.). Routledge.

Stockwell, P. (2020). The Cambridge handbook of stylistics. Cambridge University Press.

Van Peer, W., Sopcak, P., Castiglione, D., & Fialho, O. (2021). Foregrounding. In D. Kuiken & A. M. Jacobs (Eds.), Handbook of empirical literary studies (pp. 145–176). De Gruyter.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.

Mahsun. (2019). Metode penelitian bahasa: Tahapan, strategi, metode, dan tekniknya (Edisi revisi). Rajawali Pers.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Ratna, N. K. (2021). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis. Longman.

Jakobson, R. (1960). Linguistics and poetics. MIT Press.

Jeffries, L., & McIntyre, D. (2010). Stylistics. Cambridge University Press.

Mukarovsky, J. (1964). Standard language and poetic language. Georgetown University Press.

Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2012). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.

Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.