PARALELISME DALAM PUISI DOA KARYA CHAIRIL ANWAR: KAJIAN DEOTOMATISASI JAN MUKAŘOVSKÝ

Muhammad Ridwan Taofiq, Asep Nurjamin, Lina Siti Nurwahidah, Ujang Andi Mulyadi, Suhendar Suhendar

Abstract

Puisi Doa karya Chairil Anwar merupakan salah satu puisi religius yang paling banyak dikaji dalam sastra Indonesia. Akan tetapi, sebagian besar penelitian masih menempatkan religiositas, simbolisme, maupun metafora sebagai fokus utama, sedangkan fungsi paralelisme sebagai mekanisme deotomatisasi belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana paralelisme dalam puisi Doa membangun efek deotomatisasi berdasarkan teori Jan Mukařovský. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis stilistika. Data berupa satuan lingual dalam puisi Doa yang menunjukkan bentuk-bentuk paralelisme sintaktis, leksikal, fonologis, dan semantis. Analisis dilakukan melalui konsep foregrounding yang dikembangkan Jan Mukařovský dengan menempatkan paralelisme sebagai salah satu bentuk aktualisasi bahasa sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan anaforis "Tuhanku", pengulangan pola sintaksis "aku...", serta keselarasan bunyi vokal /u/ membentuk jaringan paralelisme yang menghambat proses pembacaan otomatis. Paralelisme tersebut mengubah pengalaman berdoa yang lazim menjadi pengalaman estetik yang penuh keterasingan, pergulatan eksistensial, dan penyerahan diri kepada Tuhan. Dengan demikian, fungsi utama paralelisme dalam puisi bukan sekadar menciptakan irama, tetapi menjadi strategi artistik untuk menghadirkan foregrounding yang memperdalam pengalaman spiritual pembaca.

Keywords

paralelisme, foregrounding, deotomatisasi, stilistika, chairil Anwar

Full Text:

PDF

References

Ahmad, S., & Rahman, B. (2024). Foregrounding dalam Kumpulan Puisi pada Laman Basa-Basi oleh Salman Aristo: Analisis Stilistika Atas Diksi. Lestari: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 02(03), 1–9.

Abrams, M. H., & Harpham, G. G. (2015). A Glossary of Literary Terms (11th ed.). Cengage Learning.

Anwar, C. (2016). Aku Ini Binatang Jalang. Gramedia Pustaka Utama.

Jakobson, R. (1987). Language in Literature. Harvard University Press.

Leech, G. N. (2014). A Linguistic Guide to English Poetry. Routledge.

Maharani, S. P. (2026). Deviasi dalam teks Puisi dan pengembangannya sebagai bahan ajar mata kuliah stilistika di Program studi pendidikan bahasa (sastra) indonesia. [Magister, Universitas Lampung]

Mukařovský, J. (1977). The Word and Verbal Art. Yale University Press.

Nurgiyantoro, B. (2019). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Pradopo, R. D. (2021). Pengkajian Puisi. Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2021). Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Pustaka Pelajar.

Shklovsky, V. (1965). Art as Technique. In Russian Formalist Criticism. University of Nebraska Press.

Siswono. (2014). Teori dan Praktik Diksi, Gaya Bahasa, dan Pencitraan. Yogyakarta: Deepublish.

Teeuw, A. (2015). Sastra dan Ilmu Sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Trisiana, D., Ansas, V. N., & Lubis, A. H. (2024). Analisis metafora konseptual dalam puisi Indonesia dan Korea karya Chairil Anwar dan Seo Jeong-ju. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(3), 465–476. https://doi.org/10.30872/diglosia.v7i3.1001

Yanti, P. G. (2021). SASTRA DIGITAL DAN KEUNGGULANNYA. PROSIDING SAMASTA Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia, 945–950

Refbacks

  • There are currently no refbacks.