Efisiensi Teknis dan Risiko Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Tabalong: Pendekatan Data Envelopment Analysis

Dony Tugas Prasetyo, Yudi Ferrianta, Yusuf Azis

Abstract


Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam stabilitas inflasi pangan, namun kajian efisiensi teknis usahatani bawang merah di Kalimantan, khususnya di wilayah penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN), masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan sumber risiko usahatani bawang merah; mengkaji manajemen risiko petani; serta mengevaluasi efisiensi teknis di Kabupaten Tabalong. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Muara Uya, Banua Lawas, dan Upau menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Sebanyak 50 petani dipilih secara proportionate random sampling selama periode April 2025 sampai Januari 2026. Analisis mencakup biaya, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan; analisis risiko menggunakan variance, simpangan baku, dan koefisien variasi (KV); serta efisiensi teknis menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) model Variable Returns to Scale (VRS) berorientasi input. Hasil menunjukkan rata-rata biaya total Rp24.813.689 per musim tanam menghasilkan penerimaan rata-rata Rp116.094.000, dengan R/C ratio 4,68 dan keuntungan rata-rata Rp91.280.311, di mana seluruh petani sampel memperoleh keuntungan positif. Nilai KV produksi (0,793) dan KV keuntungan (0,868) di bawah satu mengindikasikan risiko yang terkendali. Rata-rata efisiensi teknis VRS mencapai 95,88 persen dengan 62 persen petani berada pada kondisi efisien sempurna. Sumber utama inefisiensi berasal dari penggunaan tenaga kerja, benih, dan pupuk yang belum optimal. Mayoritas petani beroperasi pada kondisi Increasing Returns to Scale (IRS), yang menyiratkan peluang peningkatan efisiensi melalui penyesuaian skala usaha.

Keywords


bawang merah; data envelopment analysis; efisiensi teknis; risiko produksi; Tabalong

References


Anggraini, I., Fauzi, M., & Rifiana, R. (2021). Analisis Risiko Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) di Desa Suato Lama Kecamatan Salam Babaris Kabupaten Tapin. Frontier Agribisnis, 5(1), 247–254.

Astuti, L. T. W., Daryanto, A., Syaukat, Y., & Daryanto, H. K. (2019). Analisis resiko produksi usahatani bawang merah pada musim kering dan musim hujan di Kabupaten Brebes. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(4), 840–852.

Badan Pusat Statistik. (2020). Statistik produksi bawang merah nasional tahun 2020. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2021). Analisis kinerja perdagangan bawang merah. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan. (2020). Luas tanam dan produksi bawang merah di Kalimantan Selatan tahun 2020. Banjarmasin: BPS Kalimantan Selatan.

Banker, R. D., Charnes, A., & Cooper, W. W. (1984). Some models for estimating technical and scale inefficiencies in data envelopment analysis. Management Science, 30(9), 1078–1092.

Bawarta, I. G. A. A., Yasa, I. M. W., & Arisena, G. M. K. (2022). Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah. Benchmark, 3(1), 33–42.

Charnes, A., Cooper, W. W., & Rhodes, E. (1978). Measuring the efficiency of decision making units. European Journal of Operational Research, 2(6), 429–444.

Coelli, T. J., Prasada Rao, D. S., O’donnell, C. J., & Battese, G. E. (2005). An introduction to efficiency and productivity analysis. Springer.

Cooper, W. W., Seiford, L. M., & Tone, K. (2007). Data envelopment analysis: a comprehensive text with models, applications, references and DEA-solver software (Vol. 2). Springer.

Debertin, D. L. (2012). Agricultural production economics.

Fadwiwati, A. Y., Hartoyo, S., Kuncoro, S. U., & Rusastra, I. W. (2014). Analisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomi usahatani jagung berdasarkan varietas di Provinsi Gorontalo. Jurnal Agro Ekonomi, 32(1), 1–12.

Fariyanti, A. (2008). Perilaku Ekonomi Rumahtangga Petani Sayuran Dalam Menghadapi Risiko Produksi dan Harga Produk di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.[Disertasi]. Disertasi Doktor. Sekolah Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Farrell, M. J. (1957). The measurement of productive efficiency. Journal of the Royal Statistical Society Series a: Statistics in Society, 120(3), 253–281.

Ghozali, M. R., & Wibowo, R. (2019). Analisis Risiko Produksi Usahatani Bawang Merah di Desa Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(2), 294–310.

Hardaker, J. B., Lien, G., Anderson, J. R., & Huirne, R. B. M. (2015). Coping with risk in agriculture: Applied decision analysis. Cabi.

Kasim, S. (2006). Ilmu usahatani. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat Press.

Kementerian Pertanian. (2021). Pusat data dan sistem informasi pertanian. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kusumawati, N. F. (2023). Analisis Risiko Produksi Dan Pendapatan Usahatani Bawang Merah. Language, 54, 62.

Lawalata, M., Darwanto, D. H., & Hartono, S. (2017). Risiko usahatani bawang merah di Kabupaten Bantul. Jurnal Agrica, 10(2), 56.

Maharani, N. (2019). Pendapatan Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Junrejo Kota Batu. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 4(2), 70–73.

Marsaoly, H. A., Sangadji, S. S., & Sumartono, E. (2020). Analisis Profitabilitas Usaha Tani Bawang Merah pada Unit Transmigrasi (Trans Koli). AGRITEPA: Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 7(2), 142–151.

Mutisari, R., & Meitasari, D. (2019). Analisis Risiko Produksi Usaha Tani Bawang Merah di Kota Batu. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 3(3), 655–662.

Nur Iskandar, I. (2024). ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI BAWANG MERAH (Suatu Kasus Pada Usahatani Bawang Merah Di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis).

Nurhapsa, N., Kartini, K., & Arham, A. (2015). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Journal Galung Tropika, 4(3), 137–143.

Permana, A. (2011). Analisis risiko produksi bunga potong mawar pada PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung.

Pohan, R. P., Ferrianta, Y., & Yanti, N. D. (2024). Technical Efficiency in Bitter Melon Plants Using Data Envelopment Analysis (DEA) Model in Tanah Laut District. International Journal of Science and Environment (IJSE), 4(4), 136–145.

Prastuti, T. C. M. T. R., & Pangestuti, R. (2017). Analisa kelayakan usaha budidaya bawang merah ramah lingkungan di Kabupaten Tegal. Agronomika, 12(01).

Soekartawi, S. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian, Teori dan Aplikasi, Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Sukiyono, K. (2005). Faktor penentu tingkat efisiensi teknik usahatani cabai merah di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agro Ekonomi, 23(2), 176–190.

Susanti, H. (2018). Produktivitas bawang merah di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Agribisnis Indonesia, 6(2), 45–56.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ma.v12i2.24151

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Dony Tugas Prasetyo, Yudi Ferrianta, Yusuf Azis

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

Fakultas Pertanian Universitas Galuh

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-7602739

Email: mimbaragribisnis@gmail.com

 

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis diindeks oleh: