ANALISIS KESULITAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X PADA MATERI EKOSISTEM DI SMA TERPADU AR-RISALAH

Rahma Luthfia, Taupik Sopyan, Yoyon Sutresna

Sari

Inti penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar biologi siswa kelas X pada materi ekosistem. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil secara purposive sampling yaitu 17 siswa kelas X dari SMA Ar-Risalah Cijantung. Instrument yang digunakan merupakan instrumen tes diagnostik two-tie multiple choice yang berjumlah 15 butir soal serta instrument nontes yaitu kuesioner/angket tertutup. Hasil dari tes diagnostik two-tier multiple choice dianalisis menggunakan analisis kombinasi jawaban dan ditentukan persentase kesulitan belajar yang dialami siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesulitan belajar biologi siswa pada materi ekosistem tergolong dalam kategori sedang persentase 59,4%. Kesulitan belajar tertinggi terdapat pada sub konsep tingkat organisasi sebesar 94,1% dengan kategori sangat tinggi, sub konsep suksesi ekosistem sebesar 73,5% dengan kategori tinggi, sub konsep interaksi antar makhluk hidup dalam ekosistem sebesar 60,8% dengan kategori sedang, sub konsep komponen ekosistem sebesar 54,4% dengan kategori sedang, sub konsep aliran energi sebesar 50,0% dengan kategori sedang, dan sub konsep zonasi ekosistem sebesar 23% dengan kategori rendah. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar biologi siswa terdiri atas faktor internal meliputi kesiapan, perhatian, minat, dan motivasi. Faktor eksternal meliputi proses pembelajaran, fasilitas, dan peran orang tua. Faktor yang paling berpengaruh adalah faktor eksternal sebesar 62% dengan kategori menghambat sedangkan faktor internal sebesar 55% dengan kategori cukup menghambat. Kata Kunci: Two-tier multiple choice, Kesulitan Belajar, Faktor yang mempengaruhi, Ekosistem

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Fatah, M., Suud, F. M., & Chaer, M. T. (2021). Jenis-Jenis Kesulitan Belajar Dan Faktor Penyebabnya Sebuah Kajian Komperehensif Pada Siswa Smk Muhammadiyah Tegal. Psycho Idea, 19(1), 89. https://doi.org/10.30595/psychoidea.v19i1.6026

Kurniasih, N., & Haka, N. B. (2017). Penggunaan Tes Diagnostik Two-Tier Multiple Choice Untuk Menganalisis Miskonsepsi Siswa Kelas X Pada Materi Archaebacteria Dan Eubacteria. Biosfer: Jurnal Tadris Biologi, 8(1), 114–127. https://doi.org/10.24042/biosf.v8i1.1270

Nurhayati, R. (2020). Pengertian Pendidikan presekolah sangat simpang siur sehingga akan mengaburkan arah pembicaraan. Seperti yang dimaksud dengan Early Chilhood ( anak masa awal) adalah anak berusia sejak lahir sampai usia delapan tahun2. Hal ini merupakan pengertian baku ya. Al-Afkar, Journal for Islamic Studies, 3(2), 79–92.

Sukatin, S., Nuri, L., Naddir, M. Y., Sari, S. N. I., & Y, W. I. (2022). Teori Belajar dan Strategi Pembelajaran. Journal of Social Research, 1(8), 916–921. https://doi.org/10.55324/josr.v1i8.187

Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). Hambatan-Hambatan Belajar Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Dasar Desain Jurusan Ikk Fpp Unp. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12878

Ujud, S., Nur, T. D., Yusuf, Y., Saibi, N., & Ramli, M. R. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sma Negeri 10 Kota Ternate Kelas X Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Jurnal Bioedukasi, 6(2), 337–347. https://doi.org/10.33387/bioedu.v6i2.7305

Utami, F. V., Saputro, S., & VH, E. S. (2020). Analisis Jenis Dan Tingkat Kesulitan Belajar Siswa Kelas Xi Mipa Sma N 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2018 / 2019 Dalam Memahami Materi Asam Basa Menggunakan Two Tier Multiple Choice. Jurnal Pendidikan Kimia, 9(1), 54–60.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.