PENCARIAN MAKNA HIDUP TOKOH UTAMA NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI : KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

Fiam Musahlah, Aditya Ansor Alsunah, Lina Siti Nurwahidah, Cecep Dudung Julianto

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencarian makna hidup tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika psikologis tokoh utama yang mengalami krisis eksistensial, kehampaan makna hidup, serta perubahan batin sepanjang alur cerita. Krisis tersebut muncul akibat tekanan hidup, kegagalan personal, serta perasaan kehilangan yang berkelanjutan sehingga mendorong tokoh pada kondisi putus asa dan keinginan untuk mengakhiri hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks. Data penelitian berupa kutipan dialog, narasi, dan monolog batin tokoh utama yang merepresentasikan kondisi psikologisnya. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan konsep psikologi sastra. Landasan teori yang digunakan adalah teori logoterapi Viktor E. Frankl, khususnya konsep kehampaan eksistensial serta tiga sumber makna hidup, yaitu nilai pengalaman, nilai sikap, dan nilai kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami krisis eksistensial yang ditandai oleh perasaan hampa, kehilangan harapan, dan kecenderungan bunuh diri. Namun, melalui pengalaman sederhana, relasi kemanusiaan, serta perubahan sikap dalam memaknai penderitaan, tokoh utama secara bertahap mampu menemukan kembali makna hidupnya secara lebih bermakna dan manusiawi dalam konteks kehidupan sosial sehari-hari..  

Kata Kunci

psikologi sastra, logoterapi, makna hidup, krisis eksistensial, Brian Khrisna.

Referensi

Endraswara, S. (2011). Metodologi penelitian sastra. Yogyakarta: CAPS.

Endraswara, S. (2013). Psikologi sastra: Teori dan penerapannya. Yogyakarta: CAPS.

Frankl, V. E. (2004). Man’s search for meaning. Boston: Beacon Press.

Frankl, V. E. (2006). Logoterapi: Terapi untuk menemukan makna hidup. Jakarta: Noura Books.

Frankl, V. E. (2014). The will to meaning. New York: Plume.

Khrisna, B. (2022). Seporsi mie ayam sebelum mati. Yogyakarta: RDM Publisher.

Nurgiyantoro, B. (2019). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.

Schnell, T. (2011). Meaning-making and mental health. The Journal of Positive Psychology, 6(6), 483–499.

Steger, M. F. (2012). Making meaning in life. Psychological Inquiry, 23(4), 381–385.

Steger, M. F., Kashdan, T. B., Sullivan, B. A., & Lorentz, D. (2008). Understanding the search for meaning in life. Journal of Personality, 76(2), 199–228.

Wiyatmi. (2016). Psikologi sastra dan penerapannya dalam analisis karya sastra. Jurnal Poetika, 4(1), 45–56.

Wiyatmi. (2019). Representasi krisis eksistensial tokoh dalam sastra Indonesia modern. Jurnal Poetika, 7(2), 101–112.

Suryaman, M. (2018). Psikologi sastra sebagai pendekatan dalam penelitian sastra. Jurnal Humaniora, 30(2), 123–134.

Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2017). Teori kepribadian dan implikasinya dalam pendidikan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 3(2), 89–101.

Hidayat, A. (2020). Krisis eksistensial dan pencarian makna hidup dalam karya sastra. Jurnal Sastra dan Psikologi, 5(1), 33–47.

Putri, R. A. (2021). Makna hidup dan ketahanan mental tokoh dalam novel kontemporer. Jurnal Ilmu Humaniora, 9(2), 67–79.

Lubis, S. (2022). Pendekatan logoterapi dalam kajian sastra. Jurnal Kajian Sastra, 10(1), 1–14

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.