RESONASI TRADISI DALAM GELOMBANG MODERNITAS: DESA ADAT TENGANAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEBUDAYAAN DI ERA GLOBALISASI
Sari
Kata Kunci
Referensi
Amy Wirabudi. (2010). Terpikat Dobel Ikat: Tenun Gringsing. Eva Megazine Indonesia.
Ardika, I. W. (2017). Kebudayaan Bali: Sebuah Tinjauan Sejarah dan Filsafat. Denpasar: Udayana University Press.
Herdianti, D., Wijayanti, Y., & Sondarika, W. (2021). Pembelajaran Sejarah Contextual Teaching And Learning Situs Jambansari Dengan Metode Ekskursi Di SMA Informatika Ciamis. J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 2 (2), 55-62
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata.
Mahendra, P. R. A., & Kartika, I. M. (2021). Membangun karakter berlandaskan tri hita karana dalam perspektif kehidupan global. Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Putri, W. N. S., & Suwena, I. W. (2023). Ritual mekare-kare: representasi pembentukan karakter Masyarakat desa tenganan pegringsingan kabutapten Karangasem. Jurnal Socia Logica, 3(2), 133-143
Sumarjo, S. (2018). Eksistensi awig-awig dalam menjaga harmonisasi desa adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 2(1), 27-39.
Sumunar, Dyah Respati Suryo. Dkk. (2020). Masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Jurnal Penelitian Humaniora.
Suprapto, A. (2018). Cultural Heritage and Tourism in Bali: The Case of Tenganan Village. Journal of Tourism and Cultural Change, 16(3), 245-260.
Sushanti & Dewi, D. (2014). Laporan Penelitian Program Studi Hubungan Internasional tahun 2014.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Tentang Perkawinan. Dalam www.hukumonline.com
Wiratno, Indriyo, D., Syarifudin, A., & Kartikasari, A. (2001). Berkaca di Cermin Retak: Releksi Konservasi dan Implikasi bagi Pengelolaan Taman Nasional. Jakarta: The Gibbon Foundation Indonesia, PILI-NGO Movement.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
