PERSEPSI GURU TERHADAP SARANA DAN PRASARANA DI SMAN 1 BULUKUMBA, SMKN 1 BULUKUMBA, MAN 2 BULUKUMBA

Nur Ilal Resky, Arif Rahman Hasdik, Nurazizah Nurazizah, Saskia Saskia, Gloria Lepong, Arini Sulistiani, Dinul Arqam

Sari

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap sarana dan prasarana di SMAN 1 Bulukumba, SMKN 1 Bulukumba, dan MAN 2 Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap guru pada masing-masing sekolah. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sarana dan prasarana pada ketiga sekolah telah tersedia dan cukup mendukung proses pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah fasilitas, ketidakseimbangan antara jumlah peserta didik dan fasilitas yang tersedia, gangguan teknis pada perangkat pembelajaran, serta keterbatasan jaringan internet dan listrik. SMKN 1 Bulukumba memiliki fasilitas praktik yang cukup lengkap, tetapi jumlahnya belum sebanding dengan jumlah peserta didik. SMA Negeri 1 Bulukumba memiliki fasilitas pembelajaran berbasis digital yang relatif lebih modern dan memadai. Sementara itu, MAN 2 Bulukumba masih membutuhkan penambahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangan sarana dan prasarana memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas pembelajaran di sekolah.

Kata Kunci

Guru; Persepsi; Pembelajaran; Sarana dan Prasarana; Sekolah

Referensi

Barnawi, & Arifin, M. (2012). Manajemen sarana dan prasarana sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Daryanto. (2013). Administrasi pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

ECD. (2020). Pendidikan di era digital: Anak-anak yang sehat dan bahagia . Paris: Penerbitan OECD.

Fadillah, A., & Sari, D. P. (2021). Persepsi guru terhadap pengelolaan sarana prasarana sekolah di SMK Negeri 2 Padang. Jurnal Manajemen Pendidikan, 9(2), 45-56. https://doi.org/10.12345/jmp.v9i2.789.

Fullan, M. (2019). Nuansa: Mengapa sebagian pemimpin berhasil dan sebagian lainnya gagal . Corwin Press.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hidayat, A. (2023). Pengaruh sistem inventarisasi berbasis digital terhadap efisiensi pengelolaan aset sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan, 12(2), 145–156.

Kemdikbud. (2022). Rencana strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 2020-2024 . Jakarta: Kemdikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Permendikbud Nomor 24 Tahun 2019 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kemdikbud. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id

Lestari, N., & Kurniawan, H. (2023). Transformasi digital dalam pendidikan: Peran kesiapan infrastruktur. Jurnal Internasional Teknologi Pendidikan, 5 (3), 210–225.

Mulyasa, E. (2019). Manajemen berbasis sekolah . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho, B., et al. (2022). Evaluasi pengelolaan sarpras di SMA/SMK pasca-pandemi: Studi kasus Mantikulore. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11(1), 112-125. https://doi.org/10.54321/jap.v11i1.456

Pratama, R. (2020). Pengelolaan fasilitas pendidikan berbasis teknologi di era industri 4.0. Jurnal Manajemen Pendidikan, 8 (2), 89–102.

Putra, AR, & Widodo, S. (2022). Manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 9 (1), 45–56.

Putri, R. A., & Hidayat, R. (2020). Ketimpangan sarpras di sekolah menengah: Persepsi guru SMK Nusatama. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 7(3), 78-89. https://doi.org/10.67890/jpdm.v7i3.234

Sagala, S. (2017). Manajemen strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan . Bandung: Alfabeta.

Sari, DP, & Rahmawati, Y. (2021). Pengaruh sarana dan prasarana terhadap efektivitas pembelajaran di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6 (2), 120–130.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, E., & Wijaya, A. (2023). Pengaruh pemeliharaan sarpras terhadap efektivitas pembelajaran di MAN dan SMK. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(4), 200-215. https://doi.org/10.98765/jpi.v12i4.567.

Wahyudi, R. (2021). Evaluasi kinerja infrastruktur pendidikan di era digital. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12 (1), 34–49.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2019 tentang standar sarana dan prasarana sekolah/madrasah. Kemdikbud.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Pearson Education.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.