Analisis Tingkat Kematangan Gonad dan Indeks Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo

Eryanti Dwi Hadi Safitri, Dwi Anggorowati Rahayu, Dwi Anggorowati Rahayu, Reni Ambarwati, Reni Ambarwati

Sari

Tingginya intensitas penangkapan kerang darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Banjar Kemuning berpotensi mengganggu keberlanjutan populasi apabila tidak didukung data biologi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), serta keterkaitannya dengan kondisi lingkungan perairan. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun berdasarkan intensitas penangkapan. Parameter yang diamati meliputi TKG, IKG, serta kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar individu berada pada TKG II (22 dari 46 individu), yang menunjukkan fase perkembangan gonad awal hingga pertengahan. Nilai IKG meningkat seiring bertambahnya TKG, dengan kisaran 2,5–7,0% pada jantan dan 2,0–6,0% pada betina. Parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal (suhu 29,8–30,9°C; salinitas 33–34 ppt; pH 8,0–8,3; DO 6,58–6,97 mg/L) yang mendukung perkembangan gonad. Namun, rendahnya proporsi individu pada TKG IV (4 individu) menunjukkan bahwa tekanan penangkapan diduga menjadi faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kondisi reproduksi populasi. Kata Kunci: Anadara granosa, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, kualitas air

Teks Lengkap:

Hal 62-71 (Download PDF)

Referensi

Afiati, N. (2007). Gonad maturation in Anadara granosa (L.) and Anadara antiquata (L.) (Bivalvia: Arcidae) in Central Java. Journal of Coastal Development, 10(2), 105–113.

Arfan, M., Sari, R. P., & Wahid, M. (2017). Analisis Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara granosa). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 7(1), 31–33.

Effendie, M. I. (2002). Biologi Perikanan. Yogyakarta. Yayasan Pustaka Nusatama.

Fauziah, A. R., Rahardja, B. S., & Cahyoko, Y. (2012). Korelasi ukuran kerang darah (Anadara granosa) dengan konsentrasi logam berat merkuri (Hg) di Muara Sungai Ketingan, Sidoarjo, Jawa Timur. Journal of Marine and Coastal Science, 1(1), 34–44.

Harith, N., Yuliana, M., & Dewi, R. (2016). Dampak penangkapan berlebihan terhadap populasi kerang darah (Anadara granosa) di pesisir Selatan Sumatera. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan, 7(2), 123–130.

Khalil, M. K., Faridah, A., & Syahputri, D. (2017). Pengaruh faktor lingkungan terhadap siklus reproduksi kerang darah (Anadara granosa) di Perairan Riau. Jurnal Biologi Laut, 10(1), 45–54.

Nurdin, A., Hidayat, M., & Susanto, B. (2006). Tekanan eksploitasi dan pola reproduksi populasi organisme akuatik di perairan Indonesia. Jurnal Perikanan Indonesia, 12(3), 89–96.

Nurdin, E., Affandi, R., & Kartamihardja, E. S. (2006). Pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara di perairan dengan ketinggian berbeda. Jurnal Iktiologi Indonesia, 6(2), 63–68.

Nurjanah, S., Ramdani, D., & Mulyadi, A. (2023). Energy allocation and gonad maturation in Anadara granosa: A comparative study between males and females. Indonesian Journal of Marine Sciences, 28(1), 45–53.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.

Purbayanto, A., Widodo, B. L., & Rindang, D. W. (2012). Peran substrat terhadap pertumbuhan kerang hijau (Perna viridis) di perairan Muara Kamal, Jakarta. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 18(1), 1–10.

Sari, R. P., Wahyuningtyas, D. A., & Susanto, A. (2019). Pengaruh faktor lingkungan terhadap reproduksi kerang darah (Anadara granosa). Jurnal Akuakultur Tropis, 2(2), 25–30.

Sari, W., Tatiana, T., & Sarong, M. A. (2019). Identifikasi kematangan gonad induk betina kepiting bakau di Kawasan Mangrove Kampung Deah Raya Kota Banda Aceh. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 1(1), 1–6.

Srisunont, S., Phrompow, P., & Thongtham, N. (2020). Seasonal reproductive cycle and food availability affecting Anadara granosa in Thailand’s estuarine waters. Journal of Shellfish Research, 39(1), 97–104.

Suprapto, H., Wardhani, Y. K., & Sulmartiwi, L. (2020). Karakteristik hematologi kerang darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Ketingan, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan, 11(1), 20–24.

Suwanjarat, J., Pratoomthai, K., & Sittisak, T. (2009). Effects of water quality parameters on gonadal development of Anadara granosa in the Gulf of Thailand. Marine Environmental Research, 68(2), 97–104.

Vichaiwattana, S., & Thepphanich, T. (2008). Management strategies for sustainable harvesting of blood cockle (Anadara granosa) in Thailand. Fisheries Management and Ecology, 15(1), 23–29.

Wulandari, D., Mahendra, R. S., & Fitriani, N. (2020). Manajemen reproduksi kerang darah berdasarkan fase gonad di Pesisir Jawa Timur. Jurnal Biologi Tropis, 18(3), 45–52.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.