HUBUNGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI

Andang Rohendi, Hendra Rustiawan, Sri Maryati

Abstract


The purpose of this research is to find out the relationship between body fat percentage and physical fitness level. This study used a correlational method which was carried out in a cross to link one variable to another without taking so much time. The population in this study was students on the basketball class at the State Senior High School in Ciamis, Indonesia. The samples were 30 students. The data were taken from high school level physical fitness tests and measurement of body fat percentage with skinfold/fat caliper. The data collection and process used SPSS 22 series. The results showed that there was no relationship between body fat percentage and physical fitness level. Based on probability values, if probability> 0.05, H0 is accepted, and if chance <0.05, H0 is rejected. Based on the results of calculations for physical fitness variables with a percentage of body fat (% Fat), the significance number obtained was 0.601, the figure was above 0.05 then H0 is accepted. Thus, although there was a relationship between physical fitness with a percentage of body fat, the link was not significant. Keywords:   Body fat percentage, Physical fitness, and Sports class. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Penelitian ini menggunakan metode korelasional yang dilakukan secara cross sectional dengan tujuan untuk menghubungkan satu variabel dengan variabel lain tanpa memperhitungkan waktu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas olahraga pada cabang olahraga Bolabasket SMA N 3 Kabupaten Ciamis. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 orang. Pengambilan data menggunakan tes kebugaran jasmani tingkat SMA dan pengukuran persentase lemak tubuh dengan skinfold/fat califer. Pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi statistika SPSS serie 22. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tidak adanya hubungan antara persentase lemak tubuh dengan tingkat kebugaran jasmani. Adapun ketentuannya berdasarkan nilai probabilitas yaitu : jika probabilitas > 0.05,H0 diterima, dan jika probabilitas < 0.05, H0 ditolak. Berdasarkan pada hasil perhitungan untuk variabel kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh (% Fat) angka signifikansi diperoleh sebesar 0.601, angka tersebut di atas 0.05 maka H0 diterima. Dengan demikian walaupun ada hubungan antara kesegaran jasmani dengan persentase lemak tubuh, tetapi hubungannya tidak signifikan. Kata Kunci:     Persentase lemak tubuh, Kebugaran jasmani, Kelas olahraga

Full Text:

PDF

References


Annas Buanasita, Andriyanto, I. S. (2015). Perbedaan Tingkat Konsumsi Energi, Lemak, Cairan, dan Status Hidrasi Mahasiswa Obesitas dan Non Obesitas. Indonesian Journal of Human Nutrition, 2(1), 11–22.

Ashok. (2008). Test Your Physical Fitness. New Delhi: Printed at : Singhal Print Media, Delhi.

Barjah, H. (1988). Latihan Kondisi Fisik. Modul Mandiri

Black, A. & C. (2006). Sport and Exercise Science. London: A & C Black Publishers Ltd.

Dewi, P. K., Akbar, I. B., & Yulianti, A. B. (2014). Hubungan Kebugaran Jasmani Dan Lemak Tubuh Pada Kelompok Senam Dan Kelompok Tidak Senam. Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan), 1016–1022.

Hasanah. (2006). Perbedaan Pengaruh Latihan Senam Aerobik Low Impack dan Body Language Terhadap Persentase Lemak Tubuh Ibu-ibu Anggota Sanggar Senam Yunita Demak. Ilmu Keolahragaan, 70.

Husnah. (2012). Tatalaksana obesitas. Kedokteran Syiah Kuala, 12(2), 99–104.

Kadek, N., Dewi, R., Sudiana, I. K., Luh, N., & Alit, K. (2014). Pengaruh Pelatihan Single Leg Speed Hop dan Double Leg Speed Hop Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai. Ilmu Keolahragaan, 2, 11.

Khaqiqiyah, Z., & Setiawan, B. D. (2018). Identifikasi Tingkat Resiko Penyakit Lemak Darah Menggunakan Algoritme Backpropagation. Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 2(4), 1563–1571.

Larsen, L. (2011). Fitness and Exercise Sourcebook (Four editi; L. Larsen, Ed.). Peter E. Ruffner, Publisher Copyright © 2011 Omnigraphics, Inc.

Mackenzie, B. (2005). Performance Evaluation Tests 101 (B. Mackenzie, Ed.). London: Jonathan Pye.

Pujiatun. (2001). Perbandingan Latihan Isotonik dan Latihan Isometrik Terhadap Kekuatan Otot Quadriseps Femoris. Universitas Diponegoro.

Renold C. Ibrahim, Hedison Polii, H. W. (2015). Pengaruh Latihan Peregangan Terhadap Fleksibilitas Lansia. Biomedik, 3(April), 328–333.

Safi’i. (2015). Profil Kondisi Fisik Pemain Futsal Putra Pra Pon Jawa Tengah Dalam Persiapan PON XIX Tahun 2015. Kondisi Fisik, 85.

Sesfao, A. (2019). Upaya Meningkatkan Kesegaran Jasmani Melalui Pendekatan Bermain Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani (PenelitianTindakan Kelas di kelas VII-G SMP Negeri 14 Tasikmalaya). Jurnal Wahana Pendidikan, 5(3), 31-36.

Sharon Wynne, M. . (2007). MTEL Physical Education 22 (2nd ed.). Boston: XAMonline, Inc.

Sulasmono, R., & Drs. Fatkur Rohman K, M. p. (n.d.). Analisis Kondisi Fisik Pemain Sepakbola SSB Tunas Jaya Sidoarjo. Sport Medicine, 62–72.

Umaya, B. I. D. A. (2016). Perbedaan Pengaruh Latihan Half Squat Jump dengan Tempo Cepat dan Tempo Lambat Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai. Kesehatan Olahraga, 07(3), 53–61.

Yap, C. W., College, B. C., Brown, L. E., Cscs, D., & Woodman, G. (2000). Development of Speed , Agility , and Quickness for the Female Soccer Athlete. National Strength & Conditioning Association, 22(1), 9–12.




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/wa.v7i1.3068

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Wahana Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

 

Indexing: