Analisis Perbandingan Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Semi Organik dan Anorganik Anggota Gapoktan Rukun Makmur Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen

Elok Isti Kurniawati

Abstract


Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Padi sebagai komoditas utama menghadapi berbagai tantangan produksi, salah satunya akibat penurunan kesuburan tanah karena penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Oleh karena itu, beberapa petani mulai menerapkan sistem budidaya semi organik sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi teknis dan pendapatan usahatani padi semi organik dan anorganik di Gapoktan Rukun Makmur, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Jumlah responden sebanyak 70 petani yang terdiri dari 40 petani padi anorganik dan 30 petani padi semi organik yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi luas lahan, benih, pupuk organik, pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, produksi padi, serta biaya tetap dan biaya variabel. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang terdiri dari analisis efisiensi teknis dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), analisis pendapatan, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani padi anorganik sebesar 1,000, sedikit lebih tinggi dibandingkan usahatani semi organik sebesar 0,996. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan nyata efisiensi teknis antara kedua sistem budidaya dengan nilai signifikansi 0,008. Sementara itu, pendapatan usahatani padi semi organik lebih tinggi yaitu Rp29,46 juta/ha/mt dibandingkan anorganik sebesar Rp28,24 juta/ha/mt dengan perbedaan nyata pada nilai signifikansi 0,000.Kata kunci: efisiensi teknis, pendapatan, padi, semi organik, anorganik.

Keywords


efisiensi teknis; pendapatan; padi; semi organik; anorganik

References


Adawiyah, C. R., Sumardjo, N., & Mulyani, E. S. (2017). Faktor-faktor yang memengaruhi peran komunikasi kelompok tani dalam adopsi inovasi teknologi upaya khusus (padi, jagung, dan kedelai) di Jawa Timur. Jurnal Agro Ekonomi, 35(2), 151–170. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21082/jae.v35n2.2017.151-170

Agnesti, G. M., Purnomo, S. S., & Wijaya, I. P. E. (2023). Analisis komparasi kelayakan usahatani padi semi organik dan non organik pada Gapoktan Saluyu di Desa Cimalaya, Cimalaya Wetan, Karawang. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 9(1), 203–213.

Andrias, A. A., Darusman, Y., & ramdan, M. (2017). Pengaruh luas lahan terhadap produksi dan pendapatan usahatani padi sawah (studi kasus di Desa Jelat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis). Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 4(1), 521–529. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25157/jimag.v4i1.1591

Anggraini, N., Harianto, & Anggraeni, L. (2016). Efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi pada usahatani ubikayu di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Jurnal Agribisnis Indonesia, 4(1), 43–56.

Badan Pusat Statistik. (2025). Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/02/03/2414/pada-2024--luas-panen-padi-mencapai-sekitar-10-05-juta-hektare-dengan-produksi-padi-sebanyak-53-14-juta-ton-gabah-kering-giling--gkg--.html

Bakhtiar, Muhammad, & Fonna, R. D. (2021). Analisis jumlah kebutuhan tenaga kerja dengan metode fte (full time equivalent) di BUMG Malaka. Jurnal Sistem Informasi, 5(1), 52–65. https://doi.org/https://doi.org/10.29103/sisfo.v5i1.4853

Cahyani, S., Sudirman, A., & Azis, A. (2016). Respons pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ratoon 1 terhadap pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 4(2), 69–78. https://doi.org/https://doi.org/10.25181/aip.v4i2.45

Dimeng, W., Ayu, I. W., & Wjayanti, N. (2024). Karakteristik rumah tangga petani lahan kering di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan, 7(1), 169–180. http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl

Domiah, A., & Januar, J. (2018). Studi komparatif usahatani padi semi organik dan konvensional di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 11(3), 53–65. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jsep.v11i3.9146

Fauzana, H., Rustam, R., Nelvia, Susilawati, Husnayetti, Irfandri, & Wardati. (2019). Pengendalian hama padi secara terpadu di Desa Pulau Rambai Kabupaten Kampar. Riau Journal of Empowerment, 2(1), 27–35. https://doi.org/https://doi.org/10.31258/raje.2.1.21

Gusmiatun, & Marlina, N. (2018). Peran pupuk organik dalam mengurangi pupuk anorganik pada budidaya padi gogo. Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan, 11(2), 91–99.

Ibrahim, R., Halid, A., & Boekoesoe, Y. (2021). Analisis biaya dan pendapatan usahatani padi sawah non irigasi teknis di Kelurahan Tenilo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(3), 176–181. https://doi.org/https://doi.org/10.37046/agr.v5i3.12275

Ihsan, S. H., Rasyid, M., & Wahyuningsih, D. (2021). Analisis efisiensi teknis usahatani padi di kabupaten/kota Jawa Timur tahun 2020. Journal of Economics, 6(1), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/oje.2021.6.1.1-10

Kementrian Pertanian. (2024). Buletin Konsumsi Pangan Volume 15 Nomor 1 Tahun 2024. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Jakarta. Kementrian Pertanian. https://satudata.pertanian.go.id/assets/docs/publikasi/Buletin_Konsumsi_Pangan_Semester_I_2024.pdf

Kementrian Pertanian. (2025). Sektor Pertanian Sumbang 14,35 Persen PDB Nasional, Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi Indonesia. Kementrian Pertanian. https://www.pertanian.go.id/Data5tahun/pdfHORTI2016?show=news&act=view&id=7267

Laksmayani, M. K., Crishtoporus, Tondi, K. M., Malik, S. R., & Nurdin, Muh. F. (2019). Analisis komparatif usahatani padi sawah semi organik dan non organik Di Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Agrotekbis, 7(6), 721–727.

Machmuddin, N., Kusnadi, N., & Syaukat, Y. (2017). Analisis efisiensi ekonomi usahatani padi organik dan konvensional di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Forum Agribisnis, 6(2), 145–160. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/fagb.6.2.145-160

Mahendra, V. (2016). Analisis Komparatif Usahatani Padi Organik, Padi Semi Organik dan Padi Non-Organik (Studi Kasus Di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang) [Skripsi]. Universitas Brawijaya.

Moroki, S., Masinambow, V. A., & Kalangi, J. B. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani di Kecamatan Amurang Timur. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(5), 132–142.

Munthe, S. Y. (2021). Analisis efektivitas penggunaan pupuk organik terhadap pertumbuhan tanaman padi. Jurnal Circle Archive, 1(7), 1–10.

Pratama, D. I. A., Setiawan, B. M., & Prasetyo, E. (2018). Analisis komparasi usahatani padi semi organik dan non organik di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 2(1), 14–22. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v2i1.1329

Puspitasari, M. S. (2017). Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usahatani padi dengan menggunakan benih bersertifikat dan non sertifikat di Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas. Jurnal SOCIETA, 6(1), 46–56. https://doi.org/https://doi.org/10.32502/jsct.v6i1.622

Putri, S. P. S., Arifin, Z., & Rianti, T. S. M. (2021). Efisiensi teknis usahatani kentang (solanum tuberosum l.) di Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu Malang dengan pendekatan dea (data envelopment analysis). Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 9(4), 1–9.

Ratnasari, D., Rauf, A., & Boekoesoe, Y. (2017). Analisis hubungan manajemen usahatani padi sawah dengan tingkat keberhasilan Gapoktan Serumpun (studi kasus Gapoktan Serumpun Kota Gorontalo). Jurnal Ilmiah Agribisnis, 2(1), 74–82. https://doi.org/https://doi.org/10.37046/agr.v2i1.2441

Sari, L. (2019). Analisis Pendapatan Petani Padi di Desa Bontorappo Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto [Skripsi]. Universitas Negeri Makassar.

Septiadi, D., Tajidan, & Wulandari, W. I. (2023). Teknologi pertanian semi-organik pada usahatani padi: suatu tinjauan dari perspektif analisis incremental benefit-cost ratio. Jurnal Agroteksos, 33(1), 187–196.

Sihombing, P. R., Arsani, A. M., Purwanti, D., Muchtar, M., Lestari, N. I., & Nurhayati. (2024). Data Envelopment Analysis (DEA) dalam Berbagai Software. Minhaj Pustaka.

Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. UI Press.

Wulandari, W. I., Tajidan, & Septiadi, D. (2022). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani padi semi organik dan non organik di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Agroteksos, 32(3), 139–149. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/agroteksos.v32i3.756

Wunangkolu, R., Rismaneswati, & Lopulisa, C. (2019). Karakteristik dan produktivitas lahan sawah irigasi di Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Jurnal Ecosolum, 2(1), 34–49. https://doi.org/https://doi.org/10.20956/ecosolum.v8i1.6900




DOI: http://dx.doi.org/10.25157/ma.v12i2.23788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Elok Isti Kurniawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________________________________

Diterbitkan Oleh :

Fakultas Pertanian Universitas Galuh

Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274

Telepon: 0265-7602739

Email: mimbaragribisnis@gmail.com

 

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

 __________________________________________________________________________________

Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis diindeks oleh: